SWARA – Merasa stuck dan jenuh dengan pekerjaan yang sedang digeluti? Saya akui, di satu tahun pertama perasaan ini intens menyerang saya. Merasa bahwa saya seharusnya melakukan pekerjaan lain yang lebih ‘berwarna’. Nggak semata tercogok di depan komputer. Well, ini adalah hal wajar, kok. Nggak hanya untuk yang ada di tahun kedua dan ketiga seperti saya, mereka yang sudah berbelas dan berpuluh tahun pun bisa jadi merasakan ini.
Jika kamu mengamini paragraf pembuka artikel ini, sebaiknya kamu teruskan membaca ya. Karena, saya akan memberikan 5 langkah cerdas dari Grace Clapham, co-founder The Change School, yang bisa kamu ambil untuk menentukan jejak kariermu selanjutnya!
Artikel Terkait: Banyak Jalan Mempercerah Perjalanan Kariermu
- 5 Cara untuk Mengembangkan Karier Menurut Ahli Fengshui
- Perubahan yang Mungkin Terjadi di Karier, Lihat Sesuai Zodiak
- Ikuti Tes Ini Kalau Masih Bingung dengan Pilihan Karier yang Ingin Diambil
1. Review kembali value yang kamu pegang
Perasaan resah dan gelisah, atau ada something wrong, bisa muncul karena pekerjaan yang kamu geluti sekarang melenceng dari value/nilai yang kamu pegang. Maka, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, instropeksi: “value apa yang saya miliki?”
Catat setidaknya 7 poin saja dan definisikan arti dari masing-masing value itu. Lantas, bandingkan dengan pekerjaan/kantormu. Apakah sejalan? Apakah menyimpang? Apakah hal ini menganggumu? Jika iya, ya mungkin sudah waktunya mempertanyakan pilihan karier saat ini.
2. Miliki kegiatan sampingan
Sudah tahu passion-mu apa? Daripada sekadar membayangkan saja apa rasanya punya bisnis bakery, kenapa nggak dimulai saja dulu? Namun, jangan langsung banting setir juga. Tiba-tiba resign untuk mewujudkan cita-cita menyaingi Holland Bakery. Mulailah dengan membuat bisnis sampingan, seperti menerima pesanan dari rekan kerja.
3. Nostalgia ke masa kanak-kanak
Saat masih TK atau SD, ketika ditanya mau jadi apa kalau sudah besar, apa jawabanmu? Masih ingat, nggak? Masa-masa di mana rasanya bisa jadi apa? Carefree dan open to all possibilities. Mengenang saat-saat itu, bisa menjadi kunci jawaban kegelisahanmu yang sekarang. Membanding-bandingkan dirimu yang dulu cerewet, gemar bercerita, dan ngobrol. Mungkin di usia yang sekarang kamu justru cocok jadi penyiar radio. Who knows?
4. Siapa yang menjadi panutanmu, dan kenapa dia?
Pasti punya sosok panutan yang kamu anggap menginspirasi, kan? Kira-kira kamu punya kesamaan nggak dengan mereka? Bisa jadi dari sisi personality, interest, jurusan kuliah, latar belakang cerita hidup, dan hal-hal lainnya yang bisa kamu sontek.
Artikel Terkait: Nasihat yang Wajib Dibaca Profesional Muda
- 8 Strategi Atur Waktu buat Kamu yang Kerap Kesulitan!
- Ingin Jadi Karyawan Teladan? Pahami 5 Kaidah Menulis Email Profesional yang Baik dan Benar Berikut!
- 7 Cara Atasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan
5. Lengkapi kalimat ini: “Jika tidak ada hal yang perlu aku takuti di dunia ini, aku akan…”
Jawaban yang kamu berikan, bisa jadi indikasi passion mu yang selama ini tersembunyi.
Cukup mudahkan, 5 langkah awal ini? Saya yakin, kamu pasti bisa melakukannya, kok. Daripada ‘tersiksa’ terus-terusan, lebih baik jujur deh dengan diri sendiri. Toh, cuma kamu sendiri yang bisa mengubah nasib.
WINNY WITRA MAHARANI

