SWARA – Tak terasa, Lebaran tinggal menunggu hitungan jam. Setelah sebulan lamanya kesabaran kita diuji, akhirnya kita akan menyambut hari kemenangan setelah Ramadhan. Apalagi kalau bukan Hari Raya Idul Fitri? Meski bulan puasa telah lewat, tak ada salahnya kita mengenang lagi awal-awal keseharian kita selama puasa. Apalagi untuk kamu yang menjalankan puasa di tanah rantau, pasti bakal ingat momen-momen ini.

 

  1. Malas bangun pagi untuk sahur

Kalau di rumah, kamu cukup bangun dari tempat tidur, kemudian pergi ke meja makan, maka santap sahur sudah disediakan oleh Ibunda tercinta. Maka tak heran jika aktivitas sahur buatmu yang berstatus sebagai anak rantau, menjadi salah satu kegiatan yang cukup memberatkan. Kamu harus keluar dari kosan, pergi ke warung untuk beli makanan, belum lagi jika warung langgananmu ramai dengan orang yang juga ingin sahur. Otomatis antre adalah kegiatan tambahan yang harus kamu lakukan.

 

  1. Boros beli takjil

Harusnya, pengeluaran di bulan Ramadhan menjadi berkurang lantaran kamu tak menyantap makanan seharian. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Pengeluaranmu saat puasa justru tak jauh berbeda dengan bulan-bulan biasa, atau bahkan jauh lebih tinggi. Terutama kamu yang setiap berbuka menghendaki menu yang lebih dari istimewa. Tak cukup minum air putih dan makan kurma, kamu justru rela merogoh kocek lebih dalam untuk beli es buah, jus jeruk, kolak pisang, gorengan, jajanan pasar, tak ketinggalan pula nasi padang sebagai hidangan utama.

 

  1. Rajin ke masjid ketika menjelang Maghrib

Apalagi kalau bukan untuk shalat tarawih berjamaah? Atau mungkin ada motif lain mengapa kamu rajin pergi ke masjid? Supaya dapat takjil dan makan malam gratis misalnya? Masjid besar memang biasa menyediakan makanan untuk berbuka bagi masyarakat. Menunya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari kolak pisang hingga tongseng kambing pun ada. Tergantung di Masjid mana kamu berbuka. Pokoknya kamu bisa ngirit uang takjil jika rajin ke masjid menjelang Maghrib. Tapi yang penting, jangan lupa shalat Maghrib berjamaah ya.

 

  1. Sabar menghadapi ujian dan godaan

Meski Ramadhan, yang namanya ujian serta godaan tetap saja ada. Oleh karenanya, kita dituntut untuk senantiasa sabar dan tawakal. Sabar ketika berdesakan di KRL, sabar ketika naik angkot, sabar dengan kerjaan yang menumpuk, dan berbagai macam bentuk sabar lainnya. Meski hati rasanya campur aduk dan diri ini ingin marah, tapi tetap saja sabar adalah hal yang harus kita lakukan. Ingat, Tuhan akan menambah pahala bagi orang-orang yang sabar. Apalagi di bulan yang penuh berkah seperti Ramadhan.

 

  1. Akhirnya kamu pun sadar bahwa ibadah membuat hati menjadi tenteram

Kamu tadinya malas sholat, malas pergi ke masjid, jarang bersedekah, dan malas baca Al-Qur’an, namun ketika Ramadhan menjadi giat melakukan ibadah-ibadah tersebut. Akhirnya kamu pun menyadari bahwa ibadah-ibadah tersebut akan bisa mendamaikan hati yang sedang kacau jika dilakukan secara rutin.

 

Mungkin itulah beberapa memori indah selama bulan Ramadhan. Semoga kita tetap bisa berlaku sabar dan menjalankan ibadah rutin meski bulan suci telah berlalu. Mungkin kamu punya pengalaman pribadi selain poin-poin diatas? Yuk ceritakan di kolom komentar.