SWARA – Kawan Tunaiku, wacana naiknya harga rokok menjadi Rp 50 ribu menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia belakangan ini. Sebagian mendukung rencana ini sebagai langkah awal dari gerakan berhenti merokok, sedangkan para perokok sendiri mulai kelimpungan kalau kenaikan harga rokok benar-benar disahkan oleh presiden.

Tapi, benarkah tinggi-rendahnya harga rokok mempengaruhi jumlah perokok di sebuah negara? Yuk, iseng pantau lima negara dengan harga rokok termurah maupun lima negara dengan harga rokok termahal.

 

5 negara dengan harga rokok termurah berdasarkan UN Office of Drugs and Crime

1. Pakistan

 

Rata-rata harga rokok di Pakistan sebesar US$ 1,02 atau Rp 13.421. Empat puluh enam persen dari total penduduk laki-lakinya adalah perokok, sementara hanya 5,7% dari total penduduk perempuan yang merokok. Menurut berbagai sumber, Pakistan menempati urutan pertama di daftar negara pengonsumsi tembakau tertinggi se-Asia Selatan.

 

2. Vietnam

Rata-rata harga rokok di Vietnam ada di kisaran US$ 1,04 atau Rp 13.684. Mengutip dari situs euromonitor.com, 15,3 juta orang dewasa di Vietnam adalah perokok. Jumlah ini didominasi oleh 47,7% perokok pria dan 1,4% perokok perempuan.

 

3. Nikaragua

Rata-rata harga rokok di negara ini adalah US$ 1,10 atau Rp 14,473. Dari situs tobaccoatlas.org diketahui, 17,2 % pria dewasa, 5,7% perempuan dewasa, 6% anak laki-laki, dan 1,7% anak perempuan di Nikaragua merupakan perokok. Totalnya, lebih dari 25.000 perokok anak-anak dan lebih dari 461.000 perokok dewasa.

 

4. Kamboja

Kamu cuma perlu mengeluarkan US$ 1,10 atau Rp 14,473 untuk membeli sebungkus rokok di Kamboja. Menurut The National Adult Tobacco Survey of Cambodia 2014, ada lebih dari 2 juta pengguna tembakau di Kamboja. 1,55 jutanya didominasi oleh perokok laki-laki berusia lima belas tahun ke atas. Temuan juga menunjukkan, mayoritas perokok berusia antara 45 dan 64 tahun berasal dari daerah pedesaan dan kelompok yang kurang berpendidikan.

 

5. Filipina

Mirip dengan Kamboja, rata-rata harga rokok di Filipina adalah US$ 1,11 atau Rp 14.605. Mengacu ada hasil survei yang dilakukan Departemen Kesehatan Filipina pada 2009, terdapat 28,3% perokok dari total populasi penduduknya.

 

Nah, mari kita bandingkan dengan negara-negara dengan harga rokok termahal!

 

5 negara dengan harga rokok termahal berdasarkan survei Deutsche Bank 2015

1. Australia

 

Harga sebungkus rokok di negara kanguru ini sekitar 25 AUS$ atau Rp260.000. Menyalin dari hasil riset The 2013 National Drug Strategy Household Survey, prosentase perokok dewasa berusia 18 tahun ke atas di Australia hanyalah 13,3%.

 

2. Canada

Di Canada, Ā sebungkus rokok dihargai sekitar CA$16-20 atau sebesar Rp160 ribu hingga Rp200 ribu. Mengutip situs tobaccoreport.ca, 14,6% dari total penduduknya yang berjumlah 4,2 juta adalah perokok aktif.

 

3. Inggris

Harga sebungkus rokok di Inggris dibanderol 10GBP atau sekitar Rp 170 ribu. Situs ash.org.uk mengungkapkan, 1 dari 5 orang dewasa di Inggris adalah perokok, berarti 19% dari total penduduknya atau sekitar 9,6 juta orang. Dua puluh persen darinya adalah laki-laki, sementara perokok perempuan hanya berkisar 17%.

 

4. Selandia Baru

Selandia Baru mematok Rp 221.153 untuk sebungkus rokok. Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengklaim, terdapat 21% perokok dewasa di negara tersebut. Adapun 18% dari total penduduk remajanya yang berumur 15-19 tahun juga aktif merokok.

 

5. Norwegia

Harga sebungkus rokok di Norwegia adalah 75NOK atau Rp 125 ribu. Pada 2008, 17% dari total laki-laki dewasa di negara tersebut adalah perokok, sedangkan perokok perempuan dewasa cuma 4%.

 

Lalu, bagaimana dengan posisi Indonesia sebagai negara yang sering disebut ā€˜surganya perokok’?

Masih dari hasil temuan Ā UN Office of Drugs and Crime, Indonesia menduduki urutan ketujuh dalam deret negara dengan harga rokok termurah. Rata-rata sebungkus rokok di Indonesia sebesar US$ 1,32 atau Rp 17.368. Penemuan Global Adult Tobacco Survey pada 2012 bahkan mencengangkan! Jumlah perokok laki-laki di Indonesia dinyatakan menduduki peringkat pertama di dunia. Sebanyak 67% penduduk laki-laki berusia rata-rata 15 tahun adalah perokok aktif. Totalnya, ada 61 juta penduduk Indonesia yang mengonsumsi tembakau.

 

Gimana, Kawan Tunaiku? Dari daftar yang telah dihimpun Tunaiku di atas, negara-negara yang memasang harga murah untuk sebungkus rokok memang memiliki prosentase perokok aktif yang tinggi, kan? Selain mempengaruhi kesehatanmu, naiknya harga rokok tentu akan berimbas pada pengeluaran bulananmu. Sudahkah buat keputusan, ingin berhenti atau tetap merokok?