Inspirasi dan Edukasi Finansial dari Amar Bank – Perkembangan teknologi sebagai solusi layanan keuangan semakin maju dari tahun ke tahun yang menghadirkan lebih banyak inovasi dari perusahaan konvensional maupun startup

 

Perubahan terjadi sejak munculnya inovasi pembayaran digital yang membuat banyak bank konvensional mulai beralih ke bank digital dengan melakukan rebranding atau mencaplok bank skala kecil dan menjadikannya neo bank.

 

Dikutip dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, hingga 5 Januari 2023, terdapat 102 perusahaan penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang memiliki izin.

 

Nah, bagaimana perkembangan digital bank dan fintech di Indonesia? 

 

Kalkulator Finansial Swara
Hitung segala kebutuhan harian kamu dengan Kalkulator Finansial dari Swara, klik Banner untuk Mencoba!

 

Perkembangan Digital Bank dan Fintech di Indonesia

 

digital bank dan fintech indonesia
Sumber: Unsplash

 

Perkembangan teknologi dari sisi keuangan sebenarnya dimulai dari layanan digital beberapa bank konvensional dengan menawarkan fasilitas mobile banking dan internet banking.

 

Berikut adalah beberapa perkembangan fintech yang biasa kita temui untuk memudahkan kebutuhan sehari-hari:

 

1. Digital Payment

 

Salah satu bukti adanya perkembangan digital bank dan fintech di Indonesia adalah munculnya Digital Payment. Perlahan, metode pembayaran semakin berkembang dengan adopsi digital payment melalui QR code di beberapa electronic wallet (e-wallet) yang tersedia.

 

E-wallet sendiri adalah pengganti dompet fisik dan uang tunai. Jadi, kamu tak lagi perlu membawa uang tunai atau kartu ATM untuk bertransaksi baik secara daring ataupun fisik.

 

Nah, beberapa dompet digital yang populer di Indonesia adalah Gopay, ShopeePay, LinkAja, DANA, OVO, Flip, AstraPay dan lain sebagainya.

 

Beberapa e-wallet juga sudah terintegrasi dengan bank digital dan neo bank yang ada di Indonesia.

 

2. Neobank

 

digital bank dan fintech indonesia
Unsplash

 

Perbedaan antara neo bank dan bank digital adalah neo bank beroperasi penuh secara online sedangkan bank digital adalah alternatif dari bank tradisional yang menawarkan servis yang hampir sama.

 

Neobank juga mendukung bank konvensional yang belum memiliki layanan daring yang lengkap.

 

Sederhananya, neobank tidak memiliki kantor atau bahkan outlet fisik yang ditujukan untuk layanan bagi nasabah.

 

Perkembangan neobank bisa dilihat dari rebranding beberapa bank skala kecil atau pencaplokan bank kecil oleh bank besar.

 

Beberapa contoh neo bank adalah Jago dari Bank Jago, Bank Neo Commerce, SEA Bank, blu by BCA Digital dan lain sebagainya.

 

Di sisi lain banyak juga bank yang bergerak secara digital di bawah naungan bank konvensional seperti Senyumku dan Tunaiku dari Amar Bank, Jenius dari Bank BTPN, Line bank dari KEB Hana Indonesia dan lain-lain.

 

Baca juga: Prediksi Perkembangan Bank Digital di Indonesia, Saatnya Beralih!

 

3. Crowdfunding

 

digital bank dan fintech indonesia
Unsplash

 

Di Indonesia, crowdfunding adalah bagian dari financial technology (fintech) yang bergerak di berbagai bidang seperti donasi, hadiah, utang, dan ekuitas. 

 

Berdasarkan definisi yang ditetapkan OJK, crowdfunding bersifat donasi digerakan oleh proyek non profit untuk membantu pembiayaan panti asuhan, sekolah dan tempat ibadah dan lain sebagainya. 

 

Crowdfunding bersifat hadiah biasanya diperuntukkan bagi industri kreatif seperti game atau musik. Sementara, crowdfunding berbasis utang mendapatkan keuntungan melalui bunga.

 

Terakhir, crowdfunding bersifat ekuitas berarti kepemilikan entitas dengan imbalan dividen yang mencakup usaha kecil dan menengah.

 

Beberapa platform crowdfunding yang populer adalah Santara, Bizhare, Crowdana, Dana Saham dan FundEX. 

 

4. Peer-to-peer lending

 

Freepik

 

P2P lending adalah bagian dari fintech yang menyediakan fasilitas bagi pemilik dana (lender) untuk memberikan pinjaman langsung kepada debitur dengan return lebih tinggi.

 

Dengan sistem ini, debitur bisa mengajukan kredit secara langsung kepada pemilik dengan syarat yang lebih mudah dan proses lebih cepat hanya melalui aplikasi.

 

Beberapa aplikasi yang sudah terdaftar adalah Easy Cash, Investree, Kredit Pintar, Finmas dan lain sebagainya.

 

Baca juga: 10 Aplikasi Trading Terbaik dan Terdaftar di OJK

 

Nah, perlu diperhatikan kalau fintech tidak semuanya terdaftar dan punya izin dari OJK. Sebaiknya kamu menggunakan aplikasi keuangan yang memang beroperasi secara legal seperti produk yang dimiliki Amar Bank.

 

Amar Bank sendiri punya produk unggulan yakni Senyumku sebagai aplikasi intelligence banking tempat kamu bisa bertransaksi, menabung dan memantau keluar masuknya uang dalam satu aplikasi.

 

Di sisi lain, Amar Bank juga punya platform pinjaman digital tanpa agunan yakni Tunaiku dimana kamu bisa meminjam hingga 20 juta dengan tenor  sampai 20 bulan.

 

Yuk, temukan solusi keuangan kamu bersama Tunaiku dan Senyumku dari Amar bank.