SWARA – Meminjam uang ke sanak keluarga memang tampak sederhana dan bisa menjadi solusi yang tepat saat sedang dilanda kebutuhan mendesak. Di mana lagi kita bisa memperoleh pinjaman lunak dan bebas bunga?
Tapi, perkara ini sebenarnya bisa berujung pelik. Bisa-bisa, ikatan keluarga yang dekat jadi retak gara-gara urusan ini. Makanya, sebelum kamu memutuskan berurusan utang piutang dengan keluarga, ini dia 5 hal yang patut kamu perhatikan!
1. Daripada memberi utang, lebih baik bantu seikhlasnya sesuai kemampuan
Ketika meminjamkan uang kepada sanak keluarga yang membutuhkan, tujuan kita memang menolong. Sebelum memutuskan untuk meminjamkan uang, sebaiknya bantu mereka dengan memberikan uang seikhlasnya sesuai kemampuan dengan niat sedekah. Tanpa berharap dikembalikan.
Anggaplah saudaramu butuh dana Rp 5 juta. Kamu agak ragu memberikan sebanyak itu. Tapi, kamu sangat ikhlas jika memberinya Rp 1 juta. Maka, berikanlah yang Rp 1 juta itu. Dengan begitu, kamu nggak perlu merasa terbebani untuk menagih uang tersebut demi kebutuhanmu.
2. Untuk nominal yang cukup besar, buatlah bukti hitam di atas putih
Bagaimana jika saudaramu itu hendak meminjam dana yang nominalnya tergolong cukup besar? Bila uangnya nggak dikembalikan, hal ini tentu bisa berpengaruh pada kehidupanmu dan hubungan dengan si peminjam.
Nah, biar kedua belah pihak sama-sama enak, buatlah bukti hitam di atas putih atas pinjaman uang tersebut. Bentuknya bisa berupa kuitansi sederhana sampai surat perjanjian bermaterai. Bahas juga tentang tanggal jatuh temponya.
3. Sebagai peminjam, kamu harus paham bahwa meminjamkan uang itu bukan keputusan yang mudah
Kalau kamu ada di posisi sebagai peminjam, jangan tersinggung bila kerabatmu hanya meminjamkan sebagian dari yang kamu butuhkan, atau memintamu untuk membuat surat perjanjian utang piutang. Sebab, meminjamkan uang bukanlah keputusan yang gampang, apalagi jika nominalnya besar.
Mereka tentunya juga memiliki kebutuhan-kebutuhan hidup, meskipun tampak berkecukupan. Selain itu, mereka juga nggak suka jika harus menagih uang pada kerabat sendiri.
4. Sebagai peminjam, pastikan kamu memenuhi tanggung jawabmu dengan lapang dada
Seperti yang sudah dibilang tadi, menagih utang itu rasanya nggak nyaman. Makanya sebagai peminjam, kamu sepatutnya tahu diri dan melunasi utangmu sebelum jatuh tempo. Bila memang belum sanggup melunasi, beri kabar dan tentukan kapan kamu bisa membayar.
Atau, kamu juga bisa membayarnya sebagian sebagai bentuk komitmen dan itikad baik. Yang jelas, jangan lari dari tanggung jawabmu, karena mereka sudah bersedia menolong kamu. Masa mau mengecewakan saudara sendiri?
5. Lebih baik, cari opsi lain sebelum memutuskan berutang kepada sanak keluarga.
Sebelum jatuh ke situasi pelik dengan kerabat sendiri hanya gara-gara uang, lebih baik temukan opsi lain sebagai solusi masalah keuanganmu. Misalnya, kamu bisa mencoba untuk mengajukan pinjaman melalui Tunaiku. Selain tidak memerlukan jaminan, plafon pinjaman dan tenornya juga fleksibel sesuai kebutuhan. Prosesnya juga mudah dan cepat.
Sementara, kalau ada sanak keluargamu yang sedang memerlukan dana, kamu pun bisa merekomendasikan kredit Tunaiku pada mereka. Yang menarik, kamu pun bisa memperoleh insentif dari Tunaiku, lho. Ini berlaku jika kamu bergabung dengan Referral Gamification Tunaiku.
Itulah 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum berurusan utang piutang dengan sanak keluarga. Bagaimana denganmu? Bagikan pendapatmu di komentar, ya.