SWARA – Cinta pada pandangan pertama sering menjadi tema utama sebuah film romantis. Hal ini pula yang kemudian dipercaya banyak orang di dunia nyata. Jatuh cinta pada pandangan pertama itu nyata, sering saya mendengar demikian. 

 

Namun benarkah? Bagi saya sih nggak. Menyukai seseorang pada pandangan pertama bakal dipengaruhi oleh ketertarikan fisik, dengan demikian nggak bisa dibilang cinta. Buat saya, jatuh cinta itu melibatkan usaha dan waktu yang panjang untuk mengenal seseorang luar dalam. 

 

Dari segi ilmu pengetahuan, cinta pandangan pertama juga dianggap mitos. Menurut psikolog klinis Ann Rosen Spector, cinta pandangan pertama itu cuma omong kosong. Nggak ada namanya cinta yang sempurna, bahkan cinta sejati sekalipun. 

 

Bagi Spector, cinta pandangan pertama adalah mitos yang terus diulang-ulang dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal ini dapat dilihat di film maupun novel romantis. Contoh  dekatnya adalah kisah pertemuan Jack dan Rose dalam film “Titanic”.

Berikut adalah lima alasan bahwa cinta pandangan pertama itu mitos. Simak penjelasannya. 

1. Ketertarikan yang kuat 

Ketika melihat seseorang pertama kali, mungkin kamu merasakan getar-getar di dada. Tapi itu belum tentu cinta. Itu adalah ketertarikan yang kuat. Kamu bisa tertarik dengan seseorang karena penampilan, fisik, gaya bicara, serta hal-hal lain. Walau nggak bisa langsung disebut cinta, ketertarikan kepada seseorang adalah sebuah awal yang baik untuk menumbuhkan benih asmara. 

2. Mengusir kesepian

Ketika seseorang kesepian atau telah lama sendiri, bertemu dengan seseorang yang dirasa klop adalah hal membahagiakan. Tapi, kamu harus membedakan bahwa itu bukan cinta, tetapi perasaan gembira semata. Sebenarnya kamu nggak perlu merasa tertekan melihat orang-orang berpasangan di sekitar. Setiap orang punya waktu (timeline) dalam hidupnya. 

 

Artikel Terkait: Menghadapi berbagai masalah dalam hubungan. 

  1. 7 Cara Hindari Rasa Cemburu yang Berlebihan
  2. Gara-Gara Gadget Cinta Mulai Menghilang, Ini Tips Atasinya
  3. Pacaran Lama Lalu Putus, Move on dengan 8 Langkah Berikut ini

3. Usia terus bertambah

Kesendirian adalah salah satu ketakutan manusia. Usia terus bertambah tapi belum menemukan pasangan bisa jadi faktor yang mendorong manusia untuk mengambil keputusan kilat, termasuk dalam memilih pasangan. Akan tetapi, cobalah untuk nggak menjadikan usia sebagai motivasi kamu untuk buru-buru memilih seseorang saat baru pertama kali bertemu. 

4. Lelah dengan kehidupan berkencan 

Kencan atau pacaran bisa jadi hal yang melelahkan. Di dalam siklus itu, kamu harus melewati bertukar cerita, mencoba akrab, lalu bisa menemui ketidakcocokan lalu putus. Lalu, kamu harus memulai dari awal. Pada satu titik, hal ini bisa menjemukan. Rasa frustasi akibat kehidupan berkencan bisa membuat sebagian orang terlena oleh mitos cinta pandangan pertama. Padahal ini belum tentu baik dalam hubungan. 

5. Sama-sama memiliki perasaan

Ketika kamu mengetahui, bahwa incaranmu juga tertarik kepadamu, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa itu cinta sejati atau cinta pandangan pertama. Hal ini belum tentu. Lagi-lagi, cinta itu butuh waktu untuk berkembang. Ketika sama-sama tertarik, hal itu bisa dibilang sebuah keberuntungan. Tapi jelas bukan cinta pandangan pertama. 

 

Artikel Terkait: Apakah zodiak berpengaruh dalam menentukan pasangan yang baik? 

  1. 5 Alasan Kenapa Sagitarius Bisa Jadi Pacar Idamanmu
  2. 5 Karakter Wanita Leo yang Akan Membuat Para Suami Bahagia
  3. Ingin Miliki Hubungan yang Serius? 5 Zodiak ini Adalah Orang yang Tepat!

 

Itulah lima penjelasan mengapa yang kamu rasakan bukanlah cinta pandangan pertama. Gimana, apakah kamu masih percaya dengan cinta yang sering dipajang di film romantis ini?Â