Swara – Setiap karyawan pasti menantikan bonus akhir tahun yang dibagikan perusahaan. Apalagi jika kinerja karyawan meningkat. 

 

Meski begitu, ada banyak karyawan yang setelah mendapat bonus akhir tahun langsung menghabiskan bonus tersebut. Ada yang buat belanja, liburan, nongkrong, dan sebagainya. 

 

Kalkulator Finansial Swara

 

Tips Mengelola Bonus Akhir Tahun dengan Cermat

 

Tentu boleh-boleh saja untuk membeli barang yang kita inginkan dengan bonus akhir tahun, tetapi jika bonusmu dikelola dengan baik, akan lebih berguna secara jangka panjang.

 

Nah, yuk sekarang kita belajar mengelola bonus yang didapatkan dengan bijak. Berikut ini tips yang bisa dicoba: 

 

1. Bonus Akhir Tahun untuk Bayar Utang

 

bonus akhir tahun bayar utang
(Pexels)

 

Jika selama ini kamu memiliki utang dan selalu menunda untuk membayar, maka saatnya membayar seluruh utang tersebut.

 

Hidup tanpa beban utang sungguh menyenangkan. Kamu tidak lagi dibayangi oleh rasa tidak enak atau cemas.

 

Jika kamu sudah melunasi semua utang, maka bersiaplah menyongsong tahun 2023 yang lebih baik.

 

Hidup tanpa beban dan siap raih barang impianmu.

 

2. Membeli Barang Impian atau Kebutuhan Mendesak

 

Bonus akhir tahun beli barang impian
(Pexels)

 

Setiap manusia pasti memiliki barang impian yang ingin dibeli. Tidak salah kok, boleh-boleh saja membeli barang-barang tersebut, apalagi jika mendapat bonus.

 

Satu hal yang tidak benar adalah menghamburkan semua dana dari bonus kamu hanya untuk belanja dan foya-foya. 

 

Namun, coba alokasikan bonus akhir tahun untuk beli barang impian setidaknya 30-50% dari keseluruhan bonus kamu.

 

3. Investasi Leher ke Atas (Pengembangan Diri)

 

(Pexels)

 

Sisakan bonus akhir tahun kamu untuk investasi leher ke atas alias pengembangan diri.

 

Banyak orang sukses mengatakan bahwa investasi leher ke atas itu penting. Logikanya, jika kamu memilih menghabiskan uang untuk investasi diri, maka secara kualitas hidup akan meningkat.

 

Skill meningkat, pengetahuan meningkat, hingga kamu akan dibayar mahal pada akhirnya. Tak heran banyak yang mengatakan bahwa investasi dengan high return adalah investasi pengetahuan dan pengembangan diri.

 

Baca juga: Investasi Leher ke Atas, Pengertian hingga Contohnya

 

4. Bonus Akhir Tahun untuk Asuransi Kesehatan

 

Bonus akhir tahun asuransi kesehatan
(Pexels)

 

Kendati ada beberapa perusahaan yang menanggung asuransi kesehatan karyawan, akan tetapi kamu tidak perlu bergantung penuh dengan hal itu.

 

Banyak kasus di mana asuransi yang ditanggung oleh perusahaan memiliki persyaratan khusus untuk dicairkan atau diklaim.

 

Maka penting untuk memiliki asuransi kesehatan sendiri dengan menyesuaikan kebutuhanmu. Ada banyak jenis asuransi, pilih sesuai kebutuhan dan pastinya alokasikan bonus akhir tahunmu ke sana.

 

5. Investasi di Instrumen yang Aman

 

Bonus akhir tahun investasi emas
(Pexels)

 

Melihat kondisi pasar saham yang saat ini kurang stabil, kamu bisa menyisihkan uang bonus akhir tahun untuk investasi di instrumen yang paling aman.

 

Misalnya, investasi di reksadana obligasi atau pasar uang, investasi emas, tanah, atau properti.

 

Silakan telisik dan pahami terlebih dahulu instrumen yang kamu pilih untuk memutuskan berinvestasi di sana.

 

6. Tambahan Modal Bisnis

 

Bisnis Bonus Akhir Tahun
(Pexels)

 

Bagi kamu karyawan yang menginginkan membuat bisnis, inilah momentum kamu untuk mulai mengumpulkan modal.

 

Daripada uangnya habis untuk berfoya-foya, lebih baik gunakan untuk mengumpulkan tambahan modal.

 

Kamu bisa mengalokasikan 50% dari bonus tahunan, tapi tergantung kamu juga, ya. Sesuaikan mana yang prioritas mana yang tidak.

 

Jika ada kebutuhan mendesak, maka alokasikan setidaknya 30% untuk tambahan modal bisnis.

 

7. Bonus Akhir Tahun untuk Jalan-jalan

 

(Pexels)

 

Bisa juga kamu gunakan sebagian bonus akhir tahun untuk jalan-jalan. Perkiraannya, alokasikan 20-30% untuk refreshing di akhir tahun.

 

Mumpung akhir tahun, tak ada salahnya untuk merefresh pikiran sebelum awal tahun lanjut tempur dengan pekerjaan.

 

8. Jangan Habiskan, Sisihkan untuk Dana Darurat

 

Ya, jangan lupakan dana darurat. Dana darurat sangat penting untuk berbagai kondisi yang tidak dapat diperkirakan ke depannya.

 

Alokasikan kurang lebih 5-10% untuk langsung dimasukkan ke Dana Darurat, ya.

 

Perlu diingat bahwa dana darurat yang ideal adalah 3-6 kali pengeluaran normal bulanan. Jadi, jika rata-rata pengeluaran per bulan kamu menghabiskan Rp5 juta, maka idealnya kamu mempersiapkan dana darurat sebesar Rp15-Rp30 juta.

 

Kamu bisa menggunakan aplikasi bank digital Senyumku untuk mengetahui berapa besaran ideal dana daruratmu. Tak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan berbagai insight untuk membantumu mengumpulkan dana darurat dengan cepat.

 

Baca juga: Cara Bijak Alokasi THR Agar Tidak Menguap Begitu Saja

 

Bijaksana Mengelola Bonus akhir tahun

 

Nah, kamu sudah belajar bagaimana mengalokasikan bonus tahunan, lalu apa lagi yang perlu diperhatikan?

 

 

Ada satu hal yang harus selalu diingat. Bonus adalah hal tambahan yang diberikan, mungkin karena kinerja kita bagus atau perusahaan sedang untung besar. 

 

Tingkatkan selalu kinerja dan produktivitas kamu. Jika kamu bekerja dengan maksimal, tentu bonus dan kesuksesan akan datang, promosi juga akan terus menghampiri kamu.

 

Jika terjadi situasi yang buruk seperti krisis ekonomi, bisa saja kamu tidak menerima bonus. Tapi tidak perlu khawatir, karena situasi buruk inilah yang menjadi alasan pentingnya punya persiapan finansial.

 

Dengan adanya persiapan keuangan dan dana darurat, kamu akan punya jaring pengaman. Kamu dapat bekerja dengan lebih tenang mengetahui kebutuhan keuangan dapat terpenuhi dengan baik walaupun keadaan ekonomi sedang tidak menentu.