SWARA – Pada Rabu, 1 Mei 2019, Kaisar Naruhito telah resmi menjadi Kaisar Jepang ke 126 dalam jajaran monarki Jepang. Naruhito menggantikan ayahnya, Kaisar Akihito yang memutuskan untuk turun tahta sehari sebelumnya. Kaisar Akihito menjadi kaisar pertama yang mundur sejak Kaisar Kokaku pada tahun 1817.

 

Naruhito adalah kaisar pertama yang belajar di luar negeri, dianggap dapat melanjutkan kinerja Akihito yang mendobrak sejumlah tradisi namun tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran khas Jepang. Akihito dan Permaisuri Michiko memutuskan untuk membesarkan anak-anaknya sendiri dibanding menyuruh orang lain mengasuh anak-anak mereka.

 

Mereka juga mendukung Naruhito untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford. Naruhito meneliti sistem transportasi di Sungai Thames pada tahun 1983-1985.

 

Teman Naruhito semasa kuliah, Keith George, mengungkapkan bahwa Naruhito adalah sosok yang peduli dan bersahaja. Namun Naruhito tidak melupakan tugasnya sebagai putra mahkota. ā€œIa tidak akan melupakan teman-teman semasa kuliahnya.ā€ ungkap George.

 

Pemain biola yang handal

 

Naruhito adalah sosok yang humoris dan pecinta musik. Ia piawai bermain biola. Naruhito pernah tampil bersama Gakushuin School Corporation di Tokyo pada April 2012. Selama berkarya dalam kelompok orkestra, Naruhito menolak untuk diperlakukan layaknya bintang. Ia adalah sosok pendengar dan pemberi pendapat yang baik.

 

Artikel terkait:

Tips Aman Alih Profesi di Usia yang Tidak Lagi Muda

Ingin Mendapatkan Uang Tambahan Saat Kuliah? 6 Pekerjaan Paruh Waktu Ini Bisa Kamu Coba!

Hai Milenial! Terapkan Hal Ini Sebelum Mulai Melamar Pekerjaan!

 

 

Shiraishi, seorang pemain cello dan juga pegawai bank mengungkapkan, “Dia memberi kekuatan kepada orang-orang melalui bicaranya. Dia tidak ingin diperlukan istimewa. Malah, dia ingin berbaur dan bekerja bersama.ā€

 

Pandangan Naruhito mengenai orang-orang di sekelilingnya sangat sesuai dengan era yang disandangnya, yakni era Reiwa yang berarti harmoni yang indah. Ia akan menggantikan era Heisei yang disandang ayahnya.

 

Naruhito sangat disenangi oleh teman-temannya di Oxford. Ia tidak pernah melihat realita berdasarkan sudut pandangnya, namun berdasarkan kebutuhan orang lain.

 

Harapan baru bagi warga Jepang

Kini dengan berkuasanya Naruhito, dia diharapkan bisa meneruskan kebijakan yang dilakukan sang ayah selama 30 tahun berkuasa. “Seorang kaisar mengikuti sebuah prinsip. Untuk membagi kesenangan dan kesedihan bersama rakyat. Dari hati ke hati,” kata Naruhito saat berpidato dalam perayaan ulang tahunnya.

 


Anastasia Galuh Dinung Purwaningtyas Anastasia Galuh Dinung Purwaningtyas