SWARA – Kamu pasti pernah mendengar, campaign tentang menghemat listrik, terutama pada barang-barang perabotan rumah tangga. Hal itu memang benar adanya, sebab sumber daya listrik yang terbaru belum bisa optimal untuk dimanfaatkan.

 

Alhasil, banyak orang yang merasa butuh untuk teknologi terbarukan yang tentunya bisa menghemat listrik lebih optimal. Salah satunya adalah teknologi LED. Light Emitting Diode atau sering disingkat sebagai LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju.

 

Kini, banyak sekali orang yang menganggap kehadiran LED sebagai salah satu alternatif untuk menghemat listrik. Hal tersebut disebabkan oleh teknologi ini memiliki berbagai manfaat seperti daya listrik sekitar 85% lebih rendah dibanding lampu-lampu kuning, tidak menimbulkan panas, tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, serta yang paling utama adalah hemat listrik dengan bentuknya yang yang cenderung kecil ini.

 

Artikel terkait: Informasi Terbaru yang Mesti Kamu Baca Hari Ini!

  1. 4 Sosok yang Sukses Meraih Miliaran Rupiah dari Hasil Trading

  2. Mau Punya Saham Tambahan untuk Koleksi? Coba Cek Perusahaan Media Sosial Ini
  3. Rayakan Ulang Tahun Ke-22, Kylie Jenner Menyewa Superyacht Seharga 3,5 Triliun Rupiah

 

Nah, dibalik berbagai kelebihan tersebut, muncul pertanyaan lanjutan, yaitu apakah teknologi LED berpengaruh pada kesehatan mata? Mau tahu apa jawabannya? Yuk, simak penjelasan singkat berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

 

Cahaya biru yang mampu merusak retina

 

Tahukah kamu, kalau Lampu LED kini banyak terdapat pada layar-layar komputer hingga smartphone yang sering kita gunakan sehari-hari. Nah, kalau kita terlalu banyak terpapar sinar lampu LED, ternyata hal tersebut bisa menyebabkan kebutaan, lho!

 

Kebutaan tersebut bisa disebabkan oleh cahaya biru yang ada pada lampu LED, di mana cahaya tersebut jika terlalu banyak terpapar pada mata mampu merusak retina. Terutama, pada anak-anak yang sistem sarafnya belum sekuat orang dewasa.

 

Nah, oleh karena itu, sebaiknya kita menghindarkan anak-anak dari penggunaan smartphone atau menonton televisi yang terlalu lama. 

 

Selanjutnya, retina adalah salah satu bagian penting pada mata yang memiliki fungsi menangkap semua gambar yang dilihat oleh mata untuk diteruskan ke dalam kornea. Di dalam retina juga terdapat banyak sel yang peka akan cahaya, sehingga jika mata terlalu banyak terkena paparan LED, bisa menimbulkan gangguan pada kepekaan pada cahaya tersebut.

 

Hal itulah yang pada akhirnya membuat penglihatan seseorang menjadi terganggu.

 

Bahkan, lebih parahnya, seorang peneliti mengatakan bahwa paparan sinar biru pada retina mampu membunuh sel photoprotector pada mata kita. Akibatnya, hal tersebut mampu menyebabkan kebutaan pada seseorang.

 

Artikel terkait: Kabar Terbaru yang Mesti Kamu Baca Hari Ini!

  1. 4 Aplikasi Wajib Unduh, Rekomendasi untuk Travelling!

  2. Pilih Sofa Terbaik Untuk Dapatkan Suasana Terbaik

  3. Nikmati Liburan Musim Panas a la Keluarga Kerajaan Pasangan Prince William dan Kate Middleton

 

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sesuatu yang berlebihan tentunya akan membawa dampak buruk pada seseorang. Begitu pula dengan paparan sinar LED, jika terlalu banyak terpapar, maka bisa menimbulkan gangguan pada indera penglihatan kita.

 

Oleh karena itu, kalian bisa melakukan beberapa tindakan preventif, salah satunya adalah dengan mengatur waktu saat menggunakan alat yang memiliki sinar LED.