Swara Pernahkah kamu mendengar ada orang yang kaya mendadak karena saham? Menurut kamu, apakah setiap orang juga kesempatan untuk mendapatkan cuan dari saham?



Nah, sebelum kamu mulai berinvestasi saham, ada baiknya untuk mengetahui pengertian saham dan hal yang perlu kamu perhatikan agar kelak tidak gegabah dalam menempatkan uang. 

 

Sudah coba Kalkulator Finansial Swara? Di sana kamu bisa hitung berbagai kebutuhan finansialmu dan dapatkan beberapa insight soal cara mengatur keuangan melalui artikel rekomendasi kami. Coba di sini.

 

Pengertian Investasi Saham

 

Dikutip dari situs resmi OJK, saham sebenarnya adalah modal berupa materi yang disertakan seseorang atau pihak badan usaha tertentu pada suatu perusahaan. 

 

Jadi, jika kamu memiliki saham pada suatu perusahaan tertentu, maka kamu memiliki hak untuk akses terhadap kinerja keuangan, keputusan yang diambil oleh pihak berwenang dalam perusahaan hingga memperoleh keuntungan dari laba yang didapatkan oleh perusahaan. 

 

Dalam transaksi yang lebih besar lagi, masing-masing negara umumnya memiliki pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem jual beli saham secara terbuka yang diatur oleh negara. 

 

Di Indonesia sendiri, transaksi saham diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang mewakili posisi kepemilikan saham dalam suatu perusahaan publik disebut oleh sekuritas.

 

Jadi, untuk bertransaksi saham suatu perusahaan terbuka, kamu harus terdaftar sebagai salah satu pemilik rekening dana nasabah di satu atau lebih sekuritas. 

 

Kerugian dan keuntungan Investasi Saham

 

Sama seperti jenis investasi lainnya, saham juga memiliki potensi kerugian dan keuntungan. Sebagai investor, kamu harus tahu kalau saham adalah salah satu jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. 

 

Keuntungan

 

  • Imbal hasil tinggi dalam waktu singkat

 

Investasi saham memberikan imbal hasil (return) yang cukup tinggi tercermin dari pergerakan harga saham yang fluktuatif per harinya. Harga saham bisa melonjak 35 persen dalam satu hari sehingga besar kemungkinan untuk merealisasikan keuntungan jika beruntung membeli saham di harga rendah dan menjualnya di harga tinggi. 

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini bisa terjadi. Selain karena faktor keberuntungan, beberapa orang memiliki kemampuan untuk memprediksi harga saham baik secara teknikal maupun fundamental yang membuatnya bisa dengan mudah mendapatkan keuntungan dari transaksi saham. 

 

Baca juga: 7 Cara Trading Saham yang Cocok untuk Pemula

 

  • Mendapatkan dividen dari laba

 

Selain mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham, investor saham juga bisa mendapatkan keuntungan dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Umumnya, perusahaan terbuka akan membagikan dividen kepada pemegang saham berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan. 

 

Kerugian

 

  • Risiko kerugian tinggi

 

Dibalik keuntungan imbal hasil yang tinggi dalam waktu singkat, investasi saham juga bisa menyebabkan risiko kerugian yang tinggi. Pergerakan harga saham juga bisa turun drastis disebabkan oleh berbagai hal seperti transaksi yang minim, kinerja keuangan yang turun hingga kasus negatif yang melibatkan perusahaan. 

 

Jika harga saham bisa bergerak naik hingga 35 persen per harinya, maka harga saham pun bisa bergerak turun hingga 25 persen per harinya. Hal tersebut adalah alasan mengapa saham adalah jenis investasi yang tinggi risiko. 

 

  • Tidak cocok dijadikan dana darurat

 

Karena pergerakan sahamnya yang fluktuatif, saham bukan jenis investasi yang cocok untuk dijadikan penempatan dana darurat. Selain itu, dana hasil penjualan saham baru bisa masuk ke rekening tabungan maksimal 2 hari hari bursa sejak pengajuan penarikan dana dilakukan. 

 

Jenis-jenis investasi saham

 

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu mengetahui beberapa jenis investasi saham yang bisa kamu pertimbangkan. 

 

  • Blue chip stocks

 

Blue chip stocks adalah istilah saham-saham dengan kapitalisasi saham terbesar. Saham blue chip biasanya adalah saham yang perusahaannya memiliki kinerja finansial dan reputasi yang baik sehingga pergerakan harga sahamnya tidak terlalu fluktuatif. Saham blue chip umumnya sering dijadikan investasi jangka panjang.

 

  • Growth stocks

 

Growth stocks adalah istilah saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan yang positif ke depannya. Growth stocks umumnya bukanlah saham dengan kapitalisasi pasar yang tinggi, namun memiliki potensi mencatatkan kinerja keuangan yang positif ke depannya dan kadang tidak banyak diperbincangkan oleh sesama investor. 

 

  • Cyclical Stocks

 

Cyclical stocks adalah istilah saham musiman yang sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro dan mikro tergantung industrinya. Beberapa contoh cyclical stocks adalah saham komoditas, saham konstruksi dan lain sebagainya. 

 

  • Speculative stocks 

 

Speculative stocks adalah istilah saham tinggi risiko yang umumnya ditransaksikan karena isu spekulatif yang beredar di pasar. Jenis saham ini umumnya bisa mendatangkan keuntungan dan kerugian dalam waktu yang singkat karena hanya didasari oleh rumor. 

 

Cara investasi saham 

 

 

Terdapat langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk bisa berinvestasi saham. Cara yang harus kamu lalui untuk bisa berinvestasi saham adalah sebagai berikut:


1. Menentukan sekuritas untuk penempatan dana

2. Mengisi formulir pendaftaran secara online

3. Membuka rekening dana investor di sekuritas tersebut

4. Menunggu proses verifikasi online selesai

5. Menyetorkan dana untuk keperluan jual beli saham

6. Jika ingin melakukan pembelian saham secara online, tetapkan jumlah dan harga yang diinginkan.

7. Jika ingin melakukan penjualan saham secara online, tentukan jumlah dan harga yang diinginkan.

8. Jika ingin melakukan penarikan dana, tunggu maksimal dua hari bursa hingga transaksi selesai.

 

Emiten saham yang cocok untuk pemula

 

Beberapa emiten saham yang cocok untuk pemula dan direkomendasikan untuk investasi jangka panjang adalah sebagai berikut: 

 

  • BBRI

 

BBRI adalah kode saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. dan merupakan salah satu emiten bank BUMN yang direkomendasikan untuk pemula karena kapitalisasi pasarnya yang besar, pergerakan sahamnya yang tidak terlalu fluktuatif sehingga cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang. 

 

  • BBCA

 

PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA merupakan salah satu bank swasta yang mampu mempertahankan kinerja keuangannya dengan baik dalam kurun waktu yang lama. BBCA juga termasuk saham yang cocok untuk pemula karena kapitalisasinya yang besar dan pergerakan sahamnya selalu menanjak dari tahun ke tahun. 

 

  • TLKM

 

TLKM adalah kode saham perusahaan telekomunikasi milik negara PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang merupakan pionir di kelasnya. TLKM merupakan perusahaan terbuka di sektor jasa telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. 

 

Tips investasi saham

 

 

Beberapa tips yang perlu kamu pertimbangkan dalam berinvestasi saham adalah sebagai berikut: 

 

  • Membaca dan memahami laporan keuangan

 

Membaca laporan keuangan sebuah emiten yang ingin kamu investasikan merupakan cara untuk meminimalisir risiko kerugian. Dengan mengetahui histori kinerja keuangan perusahaan, setidaknya kamu bisa memproyeksikan performa perusahaan di masa depan. 

 

  • Mempelajari analisis fundamental dan teknikal

 

Dengan mengetahui analisis fundamental dan teknikal, kamu juga bisa memprediksi pergerakan saham dengan baik tanpa harus berspekulasi. 

 

  • Melakukan diversifikasi saham

 

Jangan menaruh telur di keranjang yang sama adalah perumpamaan populer di kalangan investor yang berarti jangan tempatkan semua uang dalam satu jenis investasi saja. Lakukan diversifikasi investasi dengan menempatkan uang pada beberapa saham untuk meminimalisir risiko kerugian di masa depan.



Intinya, bijaklah dalam melakukan investasi. Pahami bahwa terdapat tangga perencanaan keuangan dengan memenuhi kebutuhan dana darurat dan proteksi berupa asuransi sebelum melakukan investasi saham