SWARA – Menyimpan uang sedini mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat bagi orangtua, salah satunya menyiapkan tabungan pendidikan anak. Hal ini sangat dibutuhkan, mengingat biaya pendidikan yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

 

Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting di dalam kehidupan kita. Pendidikan yang baik menjadikan salah satu bekal di masa depan bagi seorang anak. Juga sarana mengembangkan diri sehingga menjadi pribadi yang terdidik. Oleh karena itu, orangtua tidak sungkan-sungkan menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. 

 

Namun tantangan untuk memenuhi pendidikan yang layak juga dihadapi oleh orangtua, karena biaya pendidikan yang cenderung kian meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, banyak orangtua mulai menabung untuk menyiapkan tabungan pendidikan anak.

 

Katakanlah kamu mempunyai 2 orang anak. Kamu harus mempersiapkan dana untuk jenjang pendidikan mereka mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA. Orangtua juga berperan untuk menentukan jenis sekolah yang akan mereka masuki. Pun setelah tamat SMA, biaya kuliah anak juga harus dipersiapkan sejak awal. Tentunya kamu harus mengetahui uang pangkal, iuran dan uang bulanan yang dibutuhkan. Kamu juga harus tahu tentang kenaikan biaya pendidikan yang terjadi setiap tahunnya.

 

Dikutip dari Modal Rakyat, berikut ini asumsi perhitungan dari kebutuhan pendidikan anak pada tahun 2020. Perlu diingat, ini adalah asumsi dan bukan berdasarkan data yang nyata.

Berikut ini perhitungan biaya pendidikan untuk pada masa yang akan datang dengan asumsi kenaikan biaya sebesar 10% per tahun.

Source photo :Modal rakyat 

Melihat tabel asumsi tersebut, tentunya tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh orangtua sampai jenjang ke perguruan tinggi. Jika diperkirakan untuk seorang anak saja bisa habis jutaan apalagi mempunyai anak yang lebih banyak akan menghabiskan miliaran untuk dana pendidikan. Belum lagi biaya di luar uang sekolah seperti makan, membeli buku, membuat tugas atau portofolio, dan masih banyak lagi. 

 

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menyiapkan tabungan pendidikan bagi anak sedini mungkin agar tidak terbebani ke depannya. Mengingat kondisi yang tidak pasti, apalagi saat ini terjadi krisis Covid -19 yang membuat perekonomian menurun dan mengharuskanmu untuk lebih bijak dalam mengelola uang.

 

Namun, tidak sedikit juga yang melakukan kesalahpahaman saat menyiapkan biaya pendidikan anak. Seperti terlambat melakukan perencanaan. Hal ini dapat membuat kamu kesulitan dalam membiayai pendidikan anak karena kebutuhan tersebut akan semakin mendesak. Juga seringkali mindset menunda untuk menabung dikarenakan jangka waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan anak masih panjang. Memiliki jangka waktu yang panjang bukan berarti kamu bisa menunda ataupun malas untuk melakukan perencanaan keuangan.

 

Baca Juga : Nikmati Liburan Musim Panas a la Keluarga Kerajaan Pasangan Prince William dan Kate Middleton

 

Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut, berikut  8 cara cerdas untuk menyiapkan tabungan pendidikan anak: 

 

1. Banyak research tentang dana untuk pendidikan

Melakukan riset tentang dana pendidikan sangat penting karena akan memengaruhi jumlah biaya yang akan kamu bayarkan. Tentunya mulai dari jenis pilihan sekolah apakah mau memilih Negeri, Swasta, Intercultural, Internasional ataupun asrama. Saat melakukan riset, cari tahu juga biaya pendaftaran di masing-masing sekolah. Hal ini bertujuan agar kamu dapat menyesuaikan pendidikan dengan budget dan kondisi keuangan yang ada.

 

Apalagi jika kamu mempunyai target untuk menyekolahkan anak di tempat yang kamu inginkan mulai dari TK, SD, SMP maupun SMA. Kamu bisa perhitungkan biaya sejak dini untuk kebutuhan ke depannya.

 

2. Menabung sedini mungkin dan hindari menunda

Menunda seringkali menjadi hambatan untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Semakin kamu menunda, nantinya akan membuatmu semakin terbebani. Tidak dapat dipungkiri kebutuhan biaya pendidikan akan semakin mendesak. Semakin awal kamu menabung, maka semakin banyak waktu untuk mengumpulkan tabungan. Bisa saja sebelum buah hati lahir, kamu dan pasangan sudah mengumpulkan sedikit demi sedikit. 

 

3. Menyisihkan gaji bulanan

Seringkali di awal gajian kita tidak sadar untuk menghabiskan uang bulanan, sehingga lupa untuk menyisihkannya. Sisihkan gaji bulanan sebesar 10% ataupun 20%, tergantung kondisi keuanganmu. Hal ini dapat membantumu mempersiapkan dana pendidikan anak sedikit demi sedikit.

 

4. Mengajari anak untuk menabung

Tidak hanya orangtua yang menabung, dengan mengajari anak menabung sedini mungkin juga bisa menjadi bekal untuk anak kelak. Ajari anak untuk menabung sedikit demi sedikit. Dengan memberinya arahan untuk menabung dan memotivasinya dapat membuatnya semangat dalam mengumpulkan uang. Tabungan tersebut bisa disimpan sebagai bekal buat biaya pendidikannya.

 

5. Membuka rekening khusus untuk pendidikan 

Kamu dapat membuat rekening khusus yang dipersiapkan untuk membiayai pendidikan anak. Seperti BNI Tabungan Perencanaan Masa Depan atau BNI Tapenas bisa menjadi pilihan tabungan. Tabungan ini bisa menggunakan mata uang rupiah ataupun dolar. Tabungan ini juga termasuk tabungan berjangka, jangka waktunya menabungnya mulai dari 2 tahun hingga 18 tahun. Tidak harus banyak yang ditabung, tapi sedikit demi sedikit dengan rutin akan menambah jumlah angka dalam tabungan.

 

6. Diskusikan dengan pasangan

Mengutip dari Republika, Financial Planner Head dari OneShildt Financial Planning, Agustina Fitria Aryani mengatakan bahwa kedua orangtua memang perlu berdiskusi dan sepakat untuk menentukan arah pendidikan setiap anak. Misalnya, jalur sekolah formal atau “homeschooling”, jenis kurikulum yang dipilih, negeri atau swasta, swasta umum atau berdasarkan agama, hingga dalam negeri atau luar negeri. 

 

Agustina juga mengatakan setelah melakukan riset terhadap beberapa sekolah yang sesuai dengan arah pendidikan, maka selanjutnya orangtua perlu berhitung dengan kemampuan untuk membayar biayanya. Dengan adanya diskusi dengan pasangan akan membuat kamu tidak merasa terbebani seorang diri. Kamu juga bisa bertukar pikiran dengan pasangan untuk menentukan arah yang baik demi tabungan pendidikan anak.

 

7. Berinvestasi 

Dengan berinvestasi memungkinkanmu mendapat keuntungan lebih besar daripada menabung. Oleh karena itu, kamu harus menentukan investasi yang kamu pilih apakah jangka panjang maupun jangka pendek. Biasanya untuk kebutuhan pendidikan anak kamu bisa memilih investasi jangka panjang seperti Reksadana. Reksadana juga investasi dengan risiko rendah yang dapat kamu pakai sebagai instrumen investasi untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak.

 

8. Menyiapkan asuransi pendidikan 

Orangtua juga dapat mengikuti asuransi pendidikan. Selain bisa menabung untuk mempersiapkan dana pendidikan, produk asuransi juga menyediakan proteksi berupa asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Jadi, jika ada risiko meninggal dunia atau harus menjalani rawat inap, perusahaan penyelenggara asuransi akan menanggung biayanya.

 

Dengan membuat asuransi menjadikan kamu lebih berjaga-jaga ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat orangtua tidak bisa membiayai kebutuhan anak. Sehingga dapat menjamin dana pendidikan anak, pihak asuransi akan bertanggung jawab untuk membiayai sampai perguruan tinggi. 

 

Itulah beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mengumpulkan tabungan pendidikan anak. Semakin tinggi jenjang pendidikan seorang anak tentunya semakin banyak juga dana yang dikeluarkan. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan tabungan pendidikan anak sejak dini.