SWARA – Di era digital seperti sekarang ini, banyak generasi muda mulai menaruh minat pada berbagai profesi baru. Kini, profesi sebagai YouTuber menjadi salah satu cita-cita yang diimpikan oleh anak-anak.

 

Dilansir dari Liputan 6, penelitian dari Harris Polls dan Lego menyatakan bahwa sepertiga dari 1.000 anak yang mengikuti survei bercita-cita menjadi YouTuber. Selain itu, 18% di antaranya juga memiliki keinginan untuk berkarier sebagai vlogger

 

Tingginya minat terhadap profesi vlogger dan YouTuber menunjukkan bahwa tren pekerjaan saat ini sudah mulai berubah. Jika dulu anak-anak umumnya ingin menjadi dokter atau guru, sekarang kebanyakan anak justru memiliki cita-cita menjadi YouTuber.

 

Alasan Tingginya Minat Anak Terhadap Profesi Youtuber 

 

Profesor Katherine Chen dari City College of New York menyatakan bahwa zaman sekarang, anak-anak mendapatkan paparan yang lebih banyak dari influencer atau YouTube. Hal ini membuat anak-anak sering melihat pekerjaan YouTuber dan jadi tertarik untuk ikut menekuninya.

 

Dilansir dari CNBC, konten video vlog menjadi salah satu sarana dalam membangun hubungan dan komunikasi. Generasi muda yang terpapar konten ini merasa lebih bisa membangun hubungan dengan para YouTuber yang memberikan pengaruh pada mereka. 

 

Karena itu, pekerjaan YouTuber pun menjadi cukup diminati. Bahkan, pengaruh dari YouTuber bisa dikatakan lebih besar dibanding selebriti tradisional. Anak-anak merasa bahwa mereka lebih banyak berinteraksi dengan YouTuber melalui video, dibandingkan dengan guru yang mengajar di kelas setiap harinya.

 

Dikutip dari Vice, salah satu alasan banyak anak yang memiliki cita-cita menjadi YouTuber adalah keinginan untuk bermain game seharian. Pandangan ini didapatkan karena 5 dari 10 YouTuber dengan penghasilan tertinggi di tahun 2018 adalah Youtuber dengan konten video bermain game.

 

Hal yang Perlu Dilakukan Saat Anak Bercita-Cita Jadi Youtuber

 

Bagi sebagian orang, cita-cita menjadi YouTuber terkesan kurang tepat. Hal ini wajar, mengingat saat ini belum banyak orang yang benar-benar memahami prospek karir sebagai YouTuber.

 

Jika anak menyampaikan bahwa mereka ingin menjalani profesi sebagai YouTuber, jangan langsung menghakimi keinginan tersebut. Cobalah melakukan hal-hal ini untuk mendukung cita-cita tersebut: 

 

  • Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian

 

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menimbang keuntungan dan kerugian dari profesi sebagai YouTuber. Pekerjaan YouTuber bisa mendatangkan sejumlah manfaat positif, seperti mengasah kreativitas, membangun portofolio, mengajarkan keterampilan dalam produksi konten, dan lain sebagainya.

 

Tapi, pekerjaan ini juga bisa memberi dampak negatif, seperti kurangnya privasi, berisiko menjadi korban cyberbullying, terobsesi dengan popularitas di dunia maya, dan lain sebagainya. 

 

  • Mendidik anak mengenai popularitas

 

Di usia yang masih sangat muda, anak tidak selalu memahami seperti apa risiko berkarier di dunia maya. Beberapa anak cenderung mengidam-idamkan ketenaran hanya karena melihat image para YouTuber di internet.

 

Padahal, popularitas yang didapatkan di internet tidak selalu bisa memberikan kepuasan. Karena itu, cobalah untuk mendidik anak mengenai makna teman dan hubungan yang sebenarnya. Beri mereka pengertian bahwa followers, subscribers, dan likes tidak sama dengan hubungan pertemanan yang sebenarnya. 

 

  • Membuat aturan privasi

 

Salah satu kerugian berkarier sebagai YouTuber adalah tidak adanya privasi. Banyak YouTuber membuka kehidupan pribadi mereka pada publik untuk memberikan konten yang disenangi banyak orang. Ketika anakmu ingin menjadi YouTuber, mereka mungkin tidak memahami dampak dari pembukaan privasi yang seperti ini.

 

Karena itu, sejak awal, buatlah aturan pada anak mengenai privasi. Apa saja isu-isu pribadi yang boleh diangkat ke publik, dan apa saja yang tidak. Dengan begitu, kemungkinkan privasi anak dan keluarga terbuka secara besar-besaran pun akan lebih kecil. 

 

Secara tidak langsung, membuat aturan privasi mengajarkan pada anak untuk menghargai privasi sendiri dan juga privasi orang lain. 

 

  • Melatih produksi konten

 

Sekilas, profesi YouTuber terkesan mudah dan menyenangkan. Padahal, di balik konten yang dipublikasikan di media sosial, ada banyak usaha keras yang perlu dilakukan, mulai dari brainstorming ide, proses produksi, editing, promosi, dan lain sebagainya. 

 

Karena itu, supaya anak benar-benar bisa mendalami profesi YouTuber dengan baik, ajarkan pada mereka mengenai teknis pengambilan video. Kalau perlu, daftarkan anak pada sebuah kursus yang khusus mengajarkan cara mengedit video dengan benar. 

 

Pemahaman produksi video yang dilatih sejak dini bisa menjadi bekal bagi anak di kemudian hari untuk menjalani cita-cita menjadi YouTuber. 

 

  • Membuat perencanaan

 

Saat anak mengatakan ingin menjadi YouTuber, cobalah untuk memperhatikan keseriusan anak. Jika kamu menilai bahwa mereka benar-benar serius ingin menekuni bidang tersebut, bantulah ia dalam membuat jadwal perencanaan waktu publikasi dan produksi yang terstruktur.

 

Tentukan waktu publikasi konten yang ingin dilakukan setiap minggunya. Misalnya, jika kamu dan anak memiliki kesibukan lain dan tidak bisa membuat konten terlalu sering, tetapkanlah waktu publikasi setidaknya satu kali dalam seminggu. 

 

Kamu juga bisa menentukan tanggal dan jam unggah video YouTube anak. Jadwal ini berguna untuk membantu anak agar tetap disiplin dan konsisten dalam menjalani minatnya membuat vlog

 

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anak memiliki cita-cita menjadi YouTuber. Sebagai orangtua, kamu bisa tetap mendukung cita-cita tersebut dengan memberikan bimbingan serta arahan yang tepat.