Para orangtua tentu saja menginginkan sang anak tumbuh menjadi sosok yang cerdas secara intelektual. Maka dari itu, banyak orangtua yang mencari cara bagaimana membentuk kebiasaan belajar untuk anak, dan salah satunya adalah kamu.

 

Ya, membentuk kebiasaan belajar anak memang terbilang sulit. Apalagi, di zaman yang serba teknologi, memunculkan banyak distraksi yang membuat sang anak menjadi malas untuk belajar.

 

Lantas, bagaimana cara membentuk kebiasaan belajar untuk anak yang efektif? Pada artikel ini kami akan memberikan penjelasan bagaimana tahap yang bisa kamu lakukan agar sang buah hati tetap semangat. Berikut caranya:

 

Salah satu cara agar anak tetap betah buat belajar adalah dengan melakukan renovasi rumah khusus untuk ruang belajar. Gunakan Kalkulator Finansial dari Swara untuk bantu kamu hitung budget yang dibutuhkan. Cek di sini.

 

1. Mulai dari yang mereka sukai

 

Membentuk kebiasaan belajar untuk anak akan lebih mudah jika dimulai dari apa yang mereka sukai. Biarkan sang anak untuk memilih apa yang mereka mau pelajari. Hal ini penting untuk proses membentuk kebiasaannya sebab jangan sampai ada rasa keterpaksaan bagi anak untuk belajar.

 

Jika anak belajar dalam keadaan terpaksa, hal ini akan menjadi label untuk mindset mereka bahwa belajar adalah hal yang menyulitkan. Untuk proses membentuk kebiasaan, biarkan dulu mereka yang memilih.

 

2. Terapkan waktu khusus

 

Salah satu filosofi Jepang yang terkenal sebagai prinsip membentuk kebiasaan yaitu KAIZEN. Mengutip penjelasan SatuPersen, KAIZEN adalah metode untuk membentuk kebiasaan melalui rutinitas tertentu di waktu khusus.

 

Prinsip Kaizen juga dikenal sebagai prinsip 1 menit, yang intinya melatih seseorang untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap hari di waktu yang sama. Kemudian, seiring berjalannya waktu akan membentuk periode waktu yang semakin lama sehingga membentuk sebuah kebiasaan.

 

Hal ini bisa diterapkan kepada sang anak. Berikanlah waktu khusus untuk mereka harus betul-betul belajar. Misalnya, jam 7 malam. Nah, usahakan agar waktu khusus ini menjadi sebuah habit atau kebiasaan untuk sang anak. Dengan ini, manajemen waktu anak pun ikut terlatih.

 

3. Berikan suasana yang menyenangkan

 

Seringkali sang anak akan bosan jika proses belajarnya cenderung monoton. Oleh sebab itu, orangtua harus aktif menangkap sinyal kebosanan sang anak. Orangtua harus berupaya menjadikan suasana belajar menjadi menyenangkan.

 

Misalnya, dalam proses belajar, orangtua memberikan permainan analogi-analogi yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran. Biasanya, sang anak akan cenderung bersemangat jika proses belajarnya lebih bervariatif.

 

Baca juga:

3 Langkah Mudah Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Jarang Diketahui Orang Tua, Ini Kebiasaan Toxic dalam Mengasuh Anak

 

4. Berikan reward

 

Tips berikutnya yang bisa membuat sang buah hati bersemangat adalah pemberian reward atau hadiah. Salah seorang komedian Raditya Dika mengatakan bahwa tips produktifnya terbangun dari kebiasaan waktu kecilnya.

 

Raditya Dika bercerita bahwa ia terbiasa menyelesaikan tugas besar terlebih dahulu kemudian memberikan reward kepada dirinya, karena itu kebiasaan yang diberikan orangtuanya dahulu.

 

Memberikan reward kepada anak seusai belajar akan membuat anak lebih fokus dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan saat ini. Selain itu, anak juga akan terlatih untuk tidak terdistraksi dengan hal lain sebelum mengerjakan tugas atau belajar.

 

5. Ajarkan teknik belajar efektif

 

Banyak penelitian membuktikan bahwa waktu fokus otak itu cuma singkat. Belajar yang terlalu lama menurunkan efektivitas sang anak. Oleh karena itu, pahami dulu bagaimana tingkat konsentrasi anak.

 

Lihatlah sejauh mana sang anak fokus belajar. Caranya, berikanlah tugas kepada anak lalu lihatlah sejauh mana reponsnya terkait tugas tersebut. Seberapa lama sang anak fokus dengan tugas tersebut lalu mengalihkan perhatian.

 

Di sinilah orangtua bisa tau lama konsentrasi anak. Bisa jadi 10 menit, 15 menit, atau mungkin 30 menit. Jika sudah tahu, buatlah semacam selingan antara itu. Kenalkah kamu dengan teknik Pomodoro? Teknik ini juga bisa kamu terapkan kepada anak. Yaitu, 25 menit belajar 5 menit istirahat selama 4 kali, lalu dilanjut dengan istirahat panjang sebanyak 30 menit.

 

Ada banyak teknik belajar efektif yang bisa kamu cari di google, silakan eksplor, ya!

 

6. Dampingi proses belajar anak

 

Demi kelancaran dalam membentuk kebiasaan belajar untuk anak, orangtua tentu harus selalu hadir mendampingi anak. Jangan sampai sang anak merasa tidak diperhatikan saat proses belajarnya.

Dengan melakukan pendampingan, orangtua akan lebih mengerti bagaimana cara belajar anak yang efektif. Dengan begitu, proses membentuk kebiasaan ini akan berjalan lebih mudah.

 

Baca juga:

Atur Kebutuhan Keluarga dan Biaya Pendidikan Anak Agar Tak Keteteran

Hati-hati! Inilah Kebiasaan yang Bisa Merusak Kesehatan Anak

 

7. Penuhi kebutuhan belajar anak

 

Tentu saja tugas orangtua selain untuk mendampingi juga harus memenuhi kebutuhan belajar anak. Misalnya, memenuhi kebutuhan perlengkapan seperti buku, pensil, penghapus, dan lain sebagainya.

 

Semakin terpenuhinya kebutuhan sang anak, maka secara otomatis sang anak akan semakin giat untuk belajar. Namun, seringkali orangtua terhambat dalam hal biaya. Nah, atas permasalahan tersebut Tunaiku hadir dengan taglinenya #SemuaBisaLebih untuk bantu kamu para orangtua untuk lebih memperhatikan pendidikan sang anak.

 

Kamu bisa mengajukan pinjaman dengan maksimal Rp20 juta untuk memenuhi kebutuhan belajar anak di Tunaiku. Karena di Tunaiku #SemuaBisaLebih.