SWARA – Keluarga muda masih rentan diterpa masalah pernikahan, khususnya masalah keuangan. Selama proses adaptasi, seringkali ada persoalan keuangan di tengah-tengahnya.

 

Belum lagi, kalau kamu dan pasangan sudah terlilit utang di awal pernikahan. Hubungan pernikahanmu bisa makin runyam dan nggak harmonis.

 

Hal ini dikuatkan dengan sebuah penelitian dari Utah State University. Disebutkan bahwa pasangan yang punya utang, hidupnya kurang bahagia dan bakal sering bertengkar. Nah, kamu pasti nggak mau dong mengalami hal serupa?

 

Coba lakukan beberapa cara berikut ini agar bisa terhindar dari masalah keuangan.

 

 

1. Menghindari awal bencana keuangan

Istilah ‘mencegah lebih baik daripada mengobati’ bisa kamu terapkan untuk menghindari masalah keuangan. Nggak perlu menunda-nunda, kamu bisa memulai langkah pencegahan ini sejak pesta pernikahan.

 

Artikel terkait: Hindari Masalah dalam Pernikahan Ini!

  1. Waspadai 7 Penyakit yang Disebabkan Pernikahan Bermasalah
  2. Sebelum Menikah, Pastikan Mendiskusikan Masalah Keuangan Ini dengan Pasangan
  3. Agar Pernikahanmu Nggak Kacau, Hindari 10 Hal Pemicu Pertengkaran!

 

Seandainya nggak ada duit buat pesta mewah, adakan pesta kecil-kecilan hemat bujet. Intinya adalah kamu harus terbebas dari utang sejak awal pernikahan.

 

Selain itu, kamu juga dituntut untuk belanja dengan bijak sesuai dengan kebutuhan. Buat tabel yang berisi daftar kebutuhan dan beri tanda ceklis untuk yang benar-benar perlu saja. Abaikan keinginan dan utamakan  kebutuhan. Dengan cara ini, uang foya-foya bisa dialihkan untuk ditabung.

 

2. Cari tahu makna uang bagi pasangan

Setiap orang punya pandangan yang berbeda-beda soal uang. Nggak terkecuali, kamu dan pasanganmu.Bisa saja, lho, kamu punya pandangan yang bertolak belakang dengan pasangan.

 

Jika berbeda, maka harus diskusi bersama untuk menyamakan visi dan misi.  Perlu juga untuk tahu karakter dari pasangan. Sebagai contoh, pasanganmu ternyata boros dan suka belanja untuk hal yang nggak penting.

 

Ajak pasangan untuk mengobrol terkait masalah ini. Ingat, nggak perlu sewot dan bicarakan dengan baik-baik. Jangan sampai ada keputusan sepihak yang bisa memancing pertengkaran.

 

3. Membuat anggaran keluarga

Bersama dengan pasangan, usahakan untuk selalu membuat anggaran keluarga secara berkala. Bisa dibuat bulanan atau tahunan sesuai dengan kebutuhan.

 

Susun rencana keuangan yang realistis sehingga bisa menjadi gambaran kondisi keuangan keluargamu. Dengan melihat rencana keuangan ini, pasti akan terlihat apakah keuangan dalam batas positif. Jika mendekati batas bahaya, segera pangkas kebutuhan yang nggak penting.

 

4. Tentukan aturan main

Saat mengelola uang bersama, harus punya aturan main yang disepakati berdua. Sebagai contoh, saat membeli mainan dan pakaian anak, harus diskusi terlebih dahulu.

 

Nanti, kamu dan pasangan bisa menetapkan berapa banyak bujet yang bisa dipakai untuk belanja. Perhatikan, apakah bujet tersebut masih berada pada batas wajar?

 

5. Terbuka pada pasangan

Rahasia hubungan pernikahan langgeng sampai tua adalah selalu terbuka dengan pasangan, khususnya masalah keuangan. Dulu, kamu sendiri yang mengelola keuanganmu. Sekarang, kamu dituntut harus bisa mengelola keuangan keluarga. Sehingga, dibutuhkan keterbukaan agar nggak muncul polemik di masa depan.

 

Beritahu pasangan soal utang yang kamu miliki, investasi yang dijalani dan penghasilan bulanan. Dengan terbuka, pikiran makin enteng dan nggak akan ada kecurigaan dengan pasangan. Toh nanti bisa diskusi bareng kan buat mencari solusi terkait masalah keuangan yang ada?

 

 

6. Bersama-sama membuat kesepakatan

Dalam sebuah keluarga, sudah sewajarnya menerapkan sebuah peraturan yang harus disepakati bersama, seperti persoalan keuangan. Sepakati jumlah dana untuk tiap-tiap pos keuangan, seperti biaya tagihan, dana darurat, investasi, dan lain-lain.

 

Buat komitmen untuk meraih segala tujuan jangka pendek dan jangka pajang. Dengan adanya komitmen, nggak ada lagi deh rebut-ribut masalah duit. Hehe.

 

Sebagai gambaran, nih, suami ingin liburan ke luar negeri. Namun, karena atap rumah ada yang bocor, maka dana liburan harus dialihkan untuk perbaikan. Bicarakan baik-baik untuk menentukan manakah yang harus diprioritaskan.

 

7. Hindari main rahasia-rahasiaan dengan pasangan

Pernahkah kamu buka rekening pribadi tanpa bilang ke suami? Eits, hindari kebiasaan main rahasia-rahasiaan ya sama pasangan. Kalau masih dilanjutkan, kebiasaan ini bisa menjadi bom waktu dalam pernikahanmu, lho.

 

Pasangan bisa hilang rasa percaya karena kamu nggak jujur soal duit. Nggak menutup kemungkinan, muncul masalah yang lebih besar lagi . Seperti kasus perceraian yang dipicu oleh pemakaian kartu kredit secara sembunyi-sembunyi sampai over limit.

 

8. Beri ruang bebas

Menghemat itu perlu, tapi nggak perlu sampai ekstrim juga, sih. Takutnya, pasangan merasa tertekan dan nggak bisa menikmati hidup. Selalu beri pos keuangan secara terpisah untuk kebutuhan pribadi pasangan. Jadi, pasangan bisa beli barang atau menjalankan hobi yang mereka suka tanpa perlu lapor denganmu.

 

9. Prinsip The Golden Rule

Kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh pasangan? Maka, kamu harus melakukan hal yang sama kepada pasangan. Pernikahan adalah hubungan timbal-balik. Jadi nggak bisa hanya satu pihak saja yang memberi, sementara pihak yang lain hanya pasif menerima.

 

Artikel terkait: Tips Menekan Biaya Pernikahan

  1. Lakukan 9 Cara untuk Menekan Biaya Pernikahan
  2. 4 Tips Menghemat Biaya Katering untuk Pernikahan yang Lebih Murah
  3. 5 Rekomendasi Gedung Pernikahan di Bandung, Bikin Ngirit Biayamu!

 

Kadang, pasangan sering terlupa pada prinsip dasar kehidupan ini. Perlu ada sikap toleransi agar nggak muncul masalah keuangan.  Contoh klasik dari masalah ini adalah istri suka ngambek pada suami karena nafkah yang sedikit. Atau si suami merasa kalau si istri nggak pintar mengatur uang dan boros. Intinya adalah saling toleransi saja.

 

10. Meminta bantuan pihak ketiga

Cara ini bisa kamu tempuh saat pertengkaran soal uang mengancam keutuhan rumah tanggamu.  Cari bantuan dari pihak ketiga untuk mencari solusi.  Pihak ketiga bisa seorang perencana keuangan maupun  pemuka agama. Konsultasikan masalah keuangan yang ada dan minta saran penyelesaian.

Setelah memahami pencegahan berbagai cara di atas, semoga kamu dan pasangan nggak lagi ribut-ribut soal duit, ya. Utamakan perencanaan sejak dini agar punya keuangan yang terjamin. Dan jangan lupa, perhatikan kebutuhan dan kenyamanan keluarga.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu di sini sekarang!

 


 

Artikel ini ditulis oleh:

investor sukses