SWARA – Kata orang, langkah awal untuk memiliki bisnis adalah dengan merintis usaha kecil. Bila bisnis yang kamu miliki memiliki kekayaan di bawah Rp50 juta hingga Rp10 M, merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha yang kamu miliki termasuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. 

 

Walaupun bisnis yang kamu miliki masih termasuk UMKM, kamu tetap harus melakukan inovasi yang sama (bahkan lebih besar) untuk dapat bertahan selama work from home. Kamu dapat mengoptimalkan beberapa hal ini supaya dapat memperoleh hasil yang maksimal:

 

1. Perbaiki cara berkomunikasi

Terdengar klise, namun komunikasi yang lancar sehingga maksud dari masing-masing orang dapat tersampaikan dengan baik adalah kunci dari keberhasilan menjaga bisnis selama masa ini. Pastinya, selama masa pandemi ini, kamu harus mengoptimalkan komunikasi tanpa bertatap muka akibat kebijakan social distancing. Untuk itu kamu, kamu harus memperhatikan hal-hal ini:

 

Jadwalkan kegiatan. Walaupun kamu harus bekerja dari rumah, bukan berarti kamu harus bekerja selama 24 jam. Untuk itu, kamu harus menerapkan batasan yang jelas serta penyesuaian terkait kegiatan yang dilakukan sehari-harinya. Kamu bisa membuat group chat khusus untuk membicarakan pekerjaan yang hanya aktif pada saat jam kerja.

 

Jelaskan gol dari suatu rencana dari awal. Daripada meraba-raba, penting bagimu untuk menjelaskan apa ekspektasimu terhadap suatu langkah yang diambil. Berkomunikasi secara tidak langsung cukup menguras energi, untuk itu penting bagi kamu dan tim untuk bekerja secara efektif dan efisien.

 

Percakapan langsung. Bila kamu merasa bahwa dengan berkomunikasi via teks rawan menimbulkan miskomunikasi, kamu bisa berkomunikasi via telepon ataupun videocall. Salah satu aspek dalam komunikasi adalah bahasa non-verbal yang mencakup gestur dan nada bicara, sehingga kemungkinan kamu salah tangkap arti dari suatu permasalahan akan lebih kecil.

 

2. Tetap terhubung via chat messenger dan aplikasi task management

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, chat messenger dapat digunakan sebagai sarana komunikasi. Saat ini sudah banyak chat messenger yang tersedia, mulai dari WhatsApp, LINE, Slack, hingga Telegram. Semuanya bisa kamu gunakan sesuai dengan preferensi dan kebutuhanmu. 

 

Aplikasi task management juga dapat memudahkan dalam mengontrol progres pekerjaan rekan kerjamu. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Trello, Asana, dan Basecamp. Saat ini sudah banyak sekali tersedia berbagai perangkat lunak yang dapat menunjang produktivitas usahamu walau kamu berbisnis dari rumah. Manfaatkan sesuai dengan kebutuhanmu!

 

 

3. Happy hour!

Seperti pada umumnya manusia, walaupun bekerja di rumah, pekerjamu tetap butuh waktu untuk rehat. Biasanya, ketika mereka bekerja di kantor, mereka akan memperoleh fasilitas entertainment ataupun hiburan receh seperti bercanda saat jam break bekerja. Walaupun usahamu merupakan UMKM, namun kamu tetap harus memperhatikan kondisi pekerjamu agar tidak stress. Bagaimana bila kamu adalah pengusaha yang belum memiliki pegawai? Tidak apa-apa, kamu tetap butuh happy hour!

 

Ada beberapa opsi kegiatan yang bisa kamu lakukan. Mulai dari mengadakan meeting bersama dengan pegawaimu secara online untuk membicarakan hal lain di luar pekerjaan, streaming film bersama menggunakan fitur share screen, dan juga memberikan kelonggaran untuk pegawai supaya bisa bersenang-senang sembari bekerja di rumah!

 

Harus inovatif

Kita sudah membicarakan tentang cara supaya tetap produktif, baik secara kinerja ataupun secara komunikasi. Mari masuk ke pembahasan “Bagaimana supaya UMKM dapat terus berjalan selama WFH? Saya kan juga butuh untuk menggaji pegawai..” Ada beberapa hal yang bisa kamu upayakan, mulai dari tetap melakukan produksi dan memaksimalkan promosi secara online, kembali menghubungi pelanggan lamamu supaya melakukan pembayaran, hingga memanfaatkan platform yang memiliki campaign dukung usaha kecil! Yuk intip berbagai opsi yang ada!

 

1. Promosi secara online

Untuk melakukan promosi secara online, kamu harus memiliki chat messenger ataupun media sosial. Kamu bisa mulai promosikan bisnismu baik melalui chat personal, status di chat messenger seperti WhatsApp, ataupun membuat media sosial seperti Instagram ataupun Facebook untuk promosi! Bila kamu ada budget lebih, kamu juga bisa gunakan fitur Instagram ataupun Facebook Ads untuk menggaet pasar yang lebih luas sehingga produk yang kamu jual dapat lebih dikenal.

 

2. Promo untuk pelanggan lama

Kamu bisa memberikan “promo” kepada pelanggan lama dengan syarat tertentu. Bagaimana maksudnya? Kamu bisa kembali menghubungi mereka untuk melakukan transaksi pada bisnis yang kamu kelola dengan harga spesial. Namun harga spesial ini bisa diperoleh bila mereka melakukan hal tertentu, misalnya dengan memberikan testimoni terhadap produk yang kamu jual untuk dipost di Instagram story, ataupun memberikan mereka template khusus untuk dipost di Instagram story mereka. Menarik kan? Hitung-hitung promosi “gratis”, orang akan lebih percaya dengan testimoni orang yang mereka kenal!

 

3. Promosikan bisnis melalui platform yang suportif terhadap bisnis kecil

Jika kamu sering bermain Twitter, belakangan ini sedang banyak sekali selebtweet alias pengguna Twitter dengan followers ribuan yang membuka slot promosi gratis untuk mendukung bisnis lokal. Dengan kekuatan netizen Twitter, mereka akan memberikan Retweet ataupun Like kepada usahamu. Kamu harus mulai mencari-cari, kira-kira siapa saja yang membuka thread mengenai usaha kecil dan menengah, ataupun berbagai tweet yang viral dan lapaknya bisa kamu mention untuk membantu Retweet usahamu!

 

Bisnis UMKM tetap bisa berjalan di masa WFH dengan melakukan sejumlah penyesuaian, mulai dari segi produktivitas ataupun inovasi, semuanya harus dioptimalkan demi kinerja yang terbaik. Selamat mencoba, dan semoga sukses!