Mendekati hari raya Idul Adha, terdapat beberapa kegiatan yang menjadi tradisi yang dirayakan setiap tahunnya bagi umat muslim.

 

Idul Adha sendiri adalah hari raya yang identik dengan pelaksanaan ibadah haji sehingga banyak orang yang menyebutnya dengan hari raya Haji.

 

Pada hari Idul Adha ini pun, umat muslim merayakannya dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, domba dan sapi.

 

Berkurban termasuk ibadah simbolik yang berarti ungkapan sukacita dan terima kasih kepada Allah yang sudah memberikan limpahan rezeki.

 

Hewan kurban yang disembelih ini nantinya akan dibagikan kepada orang yang tidak mampu untuk diolah menjadi santapan yang lezat.

 

Nah, bagi beberapa orang, tidak mudah untuk mendapatkan dana instan untuk perayaan Idul Adha. Dengan begitu, perlu adanya tabungan yang khusus dialokasikan untuk dana persiapan Idul Adha.

 

Tips Menyiapkan Tabungan Idul Adha

Harga hewan kurban yang tidak murah membuat banyak umat muslim tidak rutin menjalankan ibadah ini setiap tahunnya.

 

Terkadang, hanya orang yang berpenghasilan lebih yang bisa merasakan nikmatnya berbagi lewat ritual ini.

 

Berdasarkan berbagai sumber, harga hewan kurban dari situs online resmi sangat bervariasi mulai dari Rp1,8 juta untuk kambing dengan bobot 20 kilogram hingga Rp13 juta untuk sapi dengan berat 250 kilogram.

 

Namun, kabar baiknya kamu masih bisa menabung untuk bisa mewujudkan impian berkurban di hari raya Idul Adha. Beberapa tips menyiapkan tabungan Idul Adha di antaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Menyisihkan uang tiap bulan

idul adha

Cara mudah untuk mengumpulkan tabungan untuk perayaan Idul Adha adalah dengan menyisihkan uang tiap bulannya.

 

Misalnya, jika kamu ingin membeli hewan kurban seharga Rp1,8 juta setidaknya kamu menabung sekitar Rp150ribu setiap bulannya selama satu tahun atau Rp300 ribu selama enam bulan.

 

Supaya tabungan Idul Adha terpisah dengan tabungan pos lain, maka ada baiknya kamu memiliki rekening tabungan atau investasi sendiri seperti produk perbankan misalnya tabungan biasa, tabungan berjangka, dan reksa dana pasar uang.

 

Baca juga: Cara Atur Gaji Kecil dengan Mudah dan Bijak, Lengkap dengan Simulasi

 

2. Mengikuti arisan kurban

Strategi lain dari menabung sendiri adalah mengikuti arisan kurban. Jika kamu tidak familiar dengan istilah ini, maka sebenarnya arisan kurban sama seperti sistem arisan lainnya.

 

Yakni, mencicil dalam bentuk arisan yang memiliki beberapa anggota hingga akhirnya hasil cicilan tersebut akan menghasilkan uang dalam jumlah tertentu yang akan dibelikan hewan kurban.

 

Sebenarnya arisan kurban pun caranya sama dengan menyisihkan uang dalam bentuk tabungan. Hanya saja, karena didukung oleh tujuan yang sama maka masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan didorong dengan semangat yang sama untuk beramal.

 

Pada praktiknya, biasa beberapa anggota misalnya 7 orang sepakat untuk membeli seekor sapi dengan bobot 220 kilogram seharga Rp17,5 juta pada hari raya Idul Adha.

 

Selanjutnya, 7 orang tersebut setuju untuk menyisihkan uang sekitar Rp500 ribu selama 5 bulan sebelum hari raya Idul Adha. Nah, ketika hari raya tiba maka 7 orang tersebut akan tercatat sebagai Mudhahhy atau orang yang berkurban.

 

Baca juga: 6 Cara Mendapatkan Uang Tambahan Selain Gaji

 

3. Patungan kurban

Berbeda dengan arisan kurban atau menabung kurban, patungan kurban tidak mengharuskan orang untuk menyisihkan uangnya dalam periode waktu tertentu.

 

Orang yang ingin berkurban bisa mengumpulkan beberapa orang lainnya dengan tujuan yang sama untuk menyepakati jenis, bobot dan harga kurban yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha.

 

Misalnya, 5 orang sepakat untuk berkurban satu ekor domba palestina dengan berat 40 kilogram dengan harga Rp5 juta.

 

Maka, sebelum hari lebaran, kelimanya harus mengumpulkan uang sekitar Rp1 juta per orang. Kelimanya pun akan tercatat sebagai orang yang berkurban dalam perayaan Idul Adha nantinya.

 

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Passive Income dengan Mudah

 

4. Mengalokasikan bonus dan THR ke tabungan kurban

Cara lain untuk mengumpulkan dana berkurban di hari raya Idul Adha adalah mengalokasikan bonus dan tunjangan hari raya yang kamu terima ke tabungan kurban.

 

Strategi ini sangat cocok untuk karyawan yang menerima bonus dan atau THR tahunan karena tidak menuntut orang yang ingin berkurban untuk selalu menyisihkan uang tabungannya per bulan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Tetapi hanya menyisakan uangnya yang berlebih ke tabungan kurban.

 

Sesaat sebelum perayaan hari raya Idul Adha, tabungan dari uang lebih ini bisa digunakan untuk berkurban untuk membeli hewan kurban yang sesuai dengan kemampuan.

 

Menabung dengan Tabungan Aster

idul adha

Salah satu produk perbankan yang bisa kamu pertimbangkan untuk memfasilitasi tabungan lebaran kamu adalah dengan dengan membuka tabungan Aster.

 

Tabungan besutan Amar Bank ini memiliki berbagai macam keunggulan. Seperti, setoran awal dan biaya administrasi yang ringan serta imbal hasil dari suku bunga yang tak kalah menarik. 

 

Setoran awal untuk produk Tabungan Aster hanya sebesar Rp50.000 dengan biaya administrasi hanya sebesar Rp2.500 per bulannya. 

 

Syarat pendaftaran untuk memiliki produk ini juga cukup mudah. Hanya dengan mengisi formulir pembukaan rekening dan menyertakan bukti identitas seperti KTP atau paspor dan NPWP. 

 

Pastikan juga kamu sudah tahu jenis, bobot dan harga hewan kurban yang akan dibeli untuk bisa menentukan besaran uang yang akan kamu sisihkan ke produk Tabungan Aster. 

 

Pada akhirnya, ibadah berkurban tidak diukur dari jumlah dan bobot hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha. Tetapi dari niat dan keikhlasan orang yang berkurban itu sendiri. Berbagi adalah cara bersyukur yang niscaya akan memberikan kebaikan juga pada diri sendiri.