SWARA – Di zaman yang serba modern ini, tidak heran jika masyarakat sudah fasih dengan yang namanya kegiatan perbankan. Namun apakah Anda tahu kalau menurut Worldbank Financial Index di tahun 2017, Indonesia masih mencapai angka 51% untuk kategori negara yang unbankable?

 

Artinya, masih ada sekitar 51% rakyat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan, bahkan sebagian besar tidak memiliki akun rekening di bank mana pun. Meski perjalanan masih terdengar panjang, namun menurut saya, inklusi keuangan bisa tetap terwujud jika pihak perbankan kerap memberikan pelayanan yang inklusif dan disertai dengan literasi keuangan yang baik.

 

Inklusi dan literasi keuangan harus sejalan

Inklusi keuangan memang harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan. Ketika akses perbankan jadi lebih terbuka, tapi tidak disertai dengan edukasi keuangan yang tepat bagi masyarakat, maka akses keuangan ini bisa menciptakan masalah yang lebih kompleks. Maka itu literasi keuangan sendiri mendapat perhatian khusus dari Amar Bank sejak 2014.

 

Melalui Tunaiku, Amar Bank memberikan akses keuangan yang lebih inklusif pada masyarakat dan melalui platform media sosial, kami pun memberikan edukasi finansial yang mudah dicerna oleh masyarakat hanya dalam 3 menit saja. Misalnya dengan menyediakan konten-konten edukatif seputar keuangan dan lifestyle, yang relate dengan kehidupan pembaca swara.tunaiku.com.

 

Cara mengatur keuangan dengan sederhana

Masalah yang paling banyak dialami oleh masyarakat modern adalah kurangnya pengetahuan untuk mengatur keuangan. Padahal kalau kita lihat, para pekerja zaman sekarang mayoritas didominasi oleh anak muda yang memiliki pendapatan cukup. Namun, masih banyak dari mereka yang belum bisa mengatur keuangan hingga gaji mereka hanya lewat begitu saja, tanpa tabungan dan investasi.

 

Padahal ada cara mengatur keuangan dengan sederhana yang bisa diterapkan oleh siapa saja dan umur berapa pun.

 

1. Perkirakan pengeluaran tiap bulan

Ada baiknya kita mencatat apa saja pengeluaran kita di bulan berikutnya dan kita sesuaikan dengan pendapatan kita di bulan itu. Apakah pas atau berlebihan? Kalau berlebihan, kurangi apa yang tidak diperlukan.

 

2. Buat kategori pengeluaran

Setiap pengeluaran yang kita buat, harus kita kategorikan dan dibuat skala prioritasnya. Misalnya, dibagi jadi pengeluaran rutin seperti transportasi, makan, uang kos atau biaya kontrakan, dan sebagainya, lalu ada pengeluaran konsumtif dan tidak rutin, seperti biaya hangout atau belanja pakaian.

 

3. Harus punya goals

Selanjutnya, buatlah satu tujuan yang mau kita capai dengan mengatur keuangan ini. Misalnya, untuk biaya pendidikan selanjutnya, untuk dana darurat, atau untuk cicilan KPR. Intinya, buatlah satu tujuan dan disiplinlah dalam mengatur keuangan.

 

Untuk mendapatkan tips berguna lainnya, Anda bisa langsung menikmati swara.tunaiku.com ini dan dapatkan berbagai edukasi finansial yang dikemas dengan sederhana namun bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.