SWARA – Memasuki usia 30, banyak yang mulai memikirkan tentang rencana-rencana besar dalam hidup, termasuk financial goals. Setiap orang bisa saja memiliki financial goals yang berbeda-beda. Beberapa orang merencanakan target keuangan untuk bisa pensiun di usia 55 tahun. Ada juga yang membuat rencana untuk membeli rumah sebelum mencapai usia 40 tahun. 

 

Apa pun targetnya, kamu perlu membuat strategi yang tepat agar bisa mencapai financial goals di usia 30-an. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dicoba:

 

  • Membuat tabungan pensiun

 

Kalau salah satu tujuan keuanganmu adalah pensiun dini, kamu perlu mempersiapkan dana pensiun sejak muda. Nominal dana pensiun yang dibutuhkan oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung target yang ingin kamu capai ketika pensiun. Apakah kamu akan berhenti bekerja sepenuhnya setelah pensiun atau kamu justru ingin memulai usaha baru?

 

Salah satu langkah mudah untuk menghitung total dana yang diperlukan saat pensiun adalah menggunakan The 4% Rule. Dalam aturan ini, kamu bisa berasumsi bahwa imbalan yang sebaiknya kamu dapatkan dari investasi untuk dana pensiun per tahunnya sekitar 7%. 

 

Namun, ada inflasi tahunan rata-rata sebesar 3%, sehingga kamu hanya akan mendapat imbal hasil sebesar 4%. Lalu, bagilah 100% dengan 4%. Kamu akan mendapatkan hasil berupa angka 25. Kalikan angka tersebut dengan total pengeluaran bulananmu.

 

Umpamanya, pengeluaran bulananmu sekitar Rp10 juta, yang kalau dikalikan ke dalam satu tahun menjadi Rp120 juta. Maka, Rp120 juta tersebut akan dikali 25, hasilnya sebesar Rp3 miliar. Artinya, kamu perlu mempersiapkan dana pensiun melalui investasi dengan total dana sebesar Rp3 miliar. 

 

  • Melunasi seluruh utang

 

Jika kamu memiliki utang dari pinjaman yang dilakukan di masa muda, misalnya untuk keperluan pendidikan, sebaiknya segera lunasi utang-utang tersebut setelah memasuki usia 30 tahun. Akan lebih baik lagi kalau kamu sudah bisa terbebas dari seluruh utang dan mulai merencanakan financial goals saat sudah melewati usia tersebut.

 

Dilansir dari Forbes, salah satu strategi paling efektif untuk mengelola utang adalah dengan metode Snowball. Dalam strategi ini, kamu perlu membuat daftar utang secara berurutan, mulai dari utang terkecil hingga terbesar.

 

Berdasarkan daftar tersebut, cobalah untuk melunasi utang secara bertahap, mulai dari yang memiliki nominal terkecil. Untuk nominal terbesar, lakukan pembayaran minimal terlebih dahulu, tapi tetap fokus untuk melunasi utang mulai dari yang terkecil. Setelah utang terkecil dilunasi, kamu bisa berlanjut ke utang terkecil berikutnya, demikian seterusnya. 

 

  • Mempersiapkan dana darurat

 

Sebenarnya, mempersiapkan dana darurat perlu dilakukan oleh siapa saja yang sudah bekerja. Secara khusus, hal ini sangat penting dilakukan bagi yang sudah memasuki usia 30 untuk bisa mencapai financial goals.

 

Tabungan dana darurat berfungsi untuk mempersiapkan kamu dalam menghadapi situasi mendesak, misalnya saat kamu tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Dana darurat harus bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di saat kamu tidak memiliki penghasilan tetap. 

 

Idealnya, dana darurat yang disimpan setidaknya sebesar enam bulan nominal pengeluaranmu. Dengan begitu, kamu tetap bisa menghidupi diri di masa darurat selama kurang lebih enam bulan.

 

Misalnya, setiap bulan kamu memiliki pengeluaran sebesar Rp12 juta. Artinya, nilai minimal dana darurat yang perlu kamu simpan adalah Rp12 juta dikali 6 bulan, yaitu Rp72 juta. Kalau kamu bisa menyimpan dana darurat lebih dari nominal tersebut, akan lebih baik. 

 

Setiap bulannya, setelah mendapatkan penghasilan, selalu sisihkan setidaknya 10% dari pendapatan untuk dimasukkan ke dalam dana darurat. Perlu diingat, dana darurat berbeda dengan tabungan. 

 

Artikel terkait: Jangan Disamakan, Pahami Beda Tabungan dan Dana Darurat

 

 

  • Berinvestasi dengan rumah

 

Membeli rumah di usia 30 bisa menjadi salah satu bentuk investasi yang baik. Setidaknya, kalau kamu belum bisa membayar seluruh biaya pembelian rumah, lunasi dulu down payment (DP) cicilan rumah sebesar 20%. 

 

Saat masih berusia 20-an, kamu mungkin sulit membeli rumah karena keterbatasan dana. Namun, memasuki usia 30, seharusnya kamu sudah lebih stabil dalam hal keuangan dan mulai memiliki dana untuk mencicil rumah.

 

Kalau kamu ingin bisa membeli rumah pada usia 30-an, mulailah untuk mengumpulkan dana sejak awal usia 20 tahun. Pengumpulan dana dengan hanya menabung mungkin sulit untuk dilakukan. Karena itu, kamu bisa mulai mencoba berinvestasi. Selain itu, kamu juga bisa mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan untuk mengumpulkan dana. 

 

Dengan membeli rumah, kamu tidak hanya mempersiapkan tempat tinggal untuk kehidupan di masa depan, tetapi juga berinvestasi. 

 

  • Menikmati hiburan

 

Percaya atau tidak, menikmati hiburan dengan uang yang kamu miliki juga menjadi salah satu cara untuk mencapai financial goals di usia 30. Usia 30 masih tergolong muda, dan kamu masih memiliki banyak waktu untuk menghibur diri sendiri, khususnya jika kamu belum berkeluarga.

 

Di usia 20-30 tahun, kamu memiliki kebebasan dan waktu. Manfaatkanlah kedua hal itu dengan bijak. Gunakan uang yang kamu miliki saat ini untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri melalui hiburan. 

 

Menabung memang penting, tetapi jangan sampai upaya untuk menabung dan berinvestasi membuatmu menjadi orang yang pelit, sampai-sampai rela tidak mengeluarkan uang untuk menghibur diri sendiri. Terlalu berfokus pada menabung tanpa adanya hiburan bisa membuat kamu menyesal di masa tua nantinya. Karena itu, tetap nikmati masa mudamu namun tidak melupakan pentingnya mempersiapkan tabungan untuk masa depan. 

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kamu akan bisa mencapai financial goals di usia 30-an. Fokuslah dalam menentukan target keuanganmu dan buatlah strategi untuk bisa mencapai target tersebut.