SWARA – Pencari nafkah yang juga tulang punggung keluarga atau yang biasa dikenal dengan briedwinner memang harus punya jiwa yang tangguh dan semangat yang tinggi. Tantangan nyata ada di depan. Beban yang nggak ringan ada di pundak sehingga nggak ada waktu untuk mengeluh. Prisip utama adalah penuhi kebutuhan keluarga. Kata dalam sekeharian adalah kerja, kerja, dan kerja.

Kalau saya bilang sih, jadi tulang punggung keluarga itu nggak boleh mementingkan keinginan diri sendiri. Hasil kerja kerasmu harus dengan ikhlas kamu berikan untuk keluarga. Kebutuhan keluarga harus terpenuhi terlebih dahulu, baru gilaranmu untuk bersenang-senang.

Tapi sayangnya, kebutuhan keluarga ya banyak sekali dan kayaknya setiap hari tu ada-ada saja tambahan kebutuhan. Belum lagi memikirkan tabungan dan investasi. Kalau penghasilannya pas-pasan, pasti pusing ya, hehe.

 

Artikel terkait: Sebelum menikah, pastikan sudah paham ini

  1. Tes Kesehatan Sebelum Pernikahan, wajib tahu!
  2. Persiapan Mengatur Keuangan Keluarga di Awal Tahun 2017
  3. Kapan Saatnya Menabung atau Berinvestasi? Ini Jawabannya!

 

Mau banyak ataupun sedikit, jadi tulang punggung keluarga harus pandai dalam mengatur keuangan. Berikut ada cara tepat dalam mengatur keuangan yang bisa dipraktikkan tulang punggung keluarga.

 

1. Buat daftar hutang dan kewajiban

Sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain, pastikan beban tanggung jawab seperti hutang sudah aman tagihannya. Jika saat ini kamu sedang menyicil rumah dan mobil, ya sebisa mungkin lakukan pembayaran setelah gajian. Ini untuk menghindari yang namanya telat bayar. Pasalnya, di beberapa bank dan leasing memberikan denda jika terjadi keterlambatan. Selain itu, namamu di bi-chicking juga jadi merah.

 

2. Susun prioritas

Nggak semua keinginan adalah kebutuhan. Bisa jadi kamu ingin memiliki mobil, tapi ternyata belum menjadi kebutuhanmu. Bisa karena belum cukup uangnya dan belum penting-penting amat. Oleh karena itu, lebih baik dananya dialokasikan untuk melunasi hutang, menambah makanan bergizi, atau membelikan buku pengetahuan untuk anak. Kamu harus pintar-pintar mengedepankan tagihan cicilan dan kebutuhan mendasar, ya. Adapun kebutuhan dasar meliputi makan, listrik, spp sekolah, air, dll.

CTABARU2

 

Mobile Site CTA

 

3. Pos kebutuhan

Besaran pos untuk pengeluaranmu memang didasarkan pada pendapatan dan kebutuhan. Tapi seenggaknya, komposisi yang bisa dicoba adalah untuk pos tagihan 25%, pos kebutuhan hidup (dasar) 40%, nabung 20%, pos kebutuhan pribadi (5%), lain-lain 10%. Pada pos dana lain-lain meliputi dana darurat, sedekah, dan lain sebagainya.

 

4. Sumber pendapatan baru

Menurut saya, jika menjadi tulang punggung keluarga nggak boleh hanya mengandalkan sumber pendapatan dari pekerjaan utama saja. Kita nggak akan pernah bisa menduga apa yang akan terjadi dengan perusahaan. Untuk itu sangat penting kiranya untuk memiliki sumber pendapatan lain.

Pekerjaan yang bisa kamu geluti adalah berwirausaha, hal-hal seputar dunia freelance seperti fotografer, content writer, dan lain sebagainya. Nantinya, penghasilan dari pendapatan tambahan ini bisa kamu alokasikan untuk berinvestasi atau justru untuk meningkatkan taraf hidup dengan memasukkannya pada pos kebutuhan dasar.

 

Artikel terkait: Pekerjaan freelance yang bisa kamu geluti

  1. 5 Pekerjaan Freelance yang Bisa Kamu Lakoni Sambil Nunggu Panggilan Kerja
  2. Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Secara Online? Coba 5 Cara Ini
  3. 7 Media Massa untuk Publikasikan Tulisanmu

 

5. Terbuka masalah keuangan

Jadi tulang punggung keluarga memang berat. Pasalnya, persaingan kerja saat ini memang keras. Jadi rupiah yang didapat pun sayang jika harus dihambur-hamburkan. Sebaiknya, terbukalah pekerjaan dan kondisi keuangan pada keluarga bahkan anakmu. Jadi kalian bisa sepakat untuk mengurangi uang jajan anak dan lebih mendidiknya untuk menabung.

Itu dia cara mengatur keuangan buat kamu yang jadi tulang punggung keluarga. Saya paham dunia kerja itu keras. Jadi tulang punggung keluarga pun berat. Tapi apapun jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya percaya hasilnya akan lebih baik.

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga!

Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI