SWARA – Investor pemula biasanya lebih suka memiliki instrumen investasi berisiko rendah. Dari banyaknya instrumen investasi yang bisa dipilih, kamu bisa mencoba melakukan investasi dengan SBN Ritel.

 

SBN adalah Surat Berharga Negara, yaitu surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai anggaran negara. Investor bisa membeli SBN, dan nantinya akan mendapatkan imbal hasil berdasarkan persentase yang telah ditentukan. Setelah masa jatuh tempo SBN habis, modal yang kamu investasikan juga akan dikembalikan.

 

Nantinya, dana yang pemerintah Indonesia dapatkan dari menjual SBN akan digunakan untuk mendanai program-program pemerintahan. Contohnya seperti program dalam bidang pendidikan, pembangunan, dan kesehatan. 

 

Cara Kerja Investasi dengan SBN Ritel

 

Biasanya, kamu bisa mulai berinvestasi dengan SBN ritel setelah pemerintah menerbitkan SBN. Setiap SBN yang diterbitkan memiliki masa penawaran. Sebagai investor, kamu berkesempatan untuk membeli SBN selama masa penawaran tersebut.

 

Kemudian, satu minggu setelah masa penawaran selesai, Kementerian Keuangan akan mencatat surat berharga atas nama investor. Surat kepemilikan akan diterima oleh investor setidaknya tujuh hari setelah pencatatan.

 

Surat kepemilikan itu akan menjadi bukti portofolio investasimu. Lalu, setiap bulannya kamu akan mendapatkan imbal hasil yang telah dipotong oleh pajak. Imbal hasil itu akan dikirimkan langsung ke rekening pribadimu. 

 

Imbal hasil akan terus diberikan sampai masa jatuh tempo. Di tanggal jatuh tempo, jumlah kepemilikan yang kamu punya akan ditransfer secara otomatis ke rekeningmu. 

 

Masa jatuh tempo untuk setiap SBN berbeda-beda. Sebelum membeli, pastikan tanggal jatuh temponya sesuai dengan kebutuhanmu.

 

Tanggal jatuh tempo yang lebih lama akan meningkatkan risiko investasi. Karena, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada kondisi ekonomi dalam jangka waktu panjang tersebut. Akan tetapi, hal ini juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan imbal hasil bulanan dalam waktu yang lebih lama.

 

Sedangkan, tanggal jatuh tempo yang lebih pendek memang memiliki risiko yang lebih rendah. Hanya saja, pemberian imbal hasil juga lebih singkat, sehingga keuntungannya lebih sedikit. 

 

Mengapa Memilih Investasi dengan SBN Ritel?

 

Baik investor pemula maupun investor profesional bisa mendapatkan berbagai keuntungan dari investasi SBN ritel. Berikut ini beberapa keuntungannya:

 

  • Dijamin oleh negara

 

Investasi dengan SBN dijamin oleh negara. Dana yang sudah kamu investasikan pasti akan dikembalikan sesuai tanggal jatuh tempo, beserta dengan imbal hasilnya. Hal ini sudah diatur di dalam undang-undang. 

 

Jadi, tidak ada risiko kehilangan dana investasi yang besar seperti ketika kamu berinvestasi dengan saham. Ini membuat SBN menjadi instrumen investasi yang cenderung aman dan berisiko rendah. 

 

  • Nominal investasi yang tidak besar

 

Saat akan berinvestasi dengan saham, kamu mungkin perlu menyiapkan modal investasi yang tidak sedikit. Hal ini tentu akan menyulitkan investor yang masih pemula. 

 

Nilai minimal investasi SBN ritel cukup rendah, yaitu hanya Rp1 juta saja. Jadi, kamu tidak harus memiliki uang yang banyak terlebih dahulu untuk bisa mulai berinvestasi. 

 

  • Menjadi sumber penghasilan pasif

 

Penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapatkan dari luar penghasilan utama tanpa perlu melakukan pekerjaan sampingan. Imbal hasil yang kamu dapatkan setiap bulan dari SBN bisa menjadi sumber penghasilan pasifmu.

 

Selain itu, besaran imbal hasil ini juga cenderung tinggi apabila dibandingkan dengan imbal hasil dari instrumen investasi lainnya, seperti bunga deposito. Ini menjadikan investasi SBN lebih menguntungkan daripada investasi deposito. 

 

  • Transaksi secara online

 

Keuntungan lainnya dari investasi dengan SBN adalah kemudahan untuk melakukan transaksi secara online. Kamu bisa mendapatkan SBN dari berbagai macam platform keuangan yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menawarkan SBN. 

 

Platform keuangan itu rata-rata menyediakan layanan pembelian dan pencairan SBN secara online. Kamu tidak perlu repot-repot mengunjungi kantor pemerintahan secara langsung untuk membeli SBN. 

 

  • Berkontribusi bagi negara

 

Dengan berinvestasi di SBN ritel, secara tidak langsung kamu juga sudah memberikan kontribusi untuk negara. Karena, dana investasimu digunakan untuk membantu pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas.

 

Jadi, pemerintah tidak harus bergantung pada investor asing untuk mendapatkan dana dalam melaksanakan berbagai program. Ditambah lagi, pajak yang didapatkan dari imbal hasil investasi SBN juga menjadi sumber pemasukan tambahan bagi negara. 

 

SBN Ritel yang Diterbitkan di Tahun 2021

 

Di tahun 2021 ini, pemerintah sudah merencanakan akan menerbitkan 6 SBN ritel. Dilansir dari Kontan, keenam SBN tersebut adalah: 

 

  • Seri ORI019 dengan masa penawaran 26 Januari-18 Februari 2021 dan tanggal setelmen 24 Februari 2021. 

 

  • Seri SR014 dengan masa penawaran 26 Februari-17 Maret 2021 dan tanggal setelmen 24 Maret 2021.

 

  • Seri SBR010 dengan masa penawaran 21 Juni-15 Juli 2021 dan tanggal setelmen 22 Juli 2021.

 

  • Seri SR015 dengan masa penawaran 27 Agustus-15 September 2021 dan tanggal setelmen 22 September 2021.

 

  • Seri ORI020 dengan masa penawaran 27 September-20 Oktober 2021 dan tanggal setelmen 27 Oktober 2021.

 

  • Seri ST008 dengan masa penawaran 1-17 November 2021 dan tanggal setelmen 24 November 2021.

 

Nah, ketika sudah memasuki masa penawaran, kamu sudah bisa membeli SBN. Tapi, surat kepemilikan baru akan kamu dapatkan pada tanggal setelmen. 

 

Di tahun 2021 ini, minat investor terhadap SBN ritel diperkirakan akan tetap ramai. Berkaca pada tren di tahun 2020, SBN ritel yang diterbitkan pemerintah berhasil mencapai angka Rp76,81 triliun. 

 

Padahal, sebelumnya di tahun 2019, penerbitan SBN hanya mencapai Rp49,89 triliun saja. Jadi, dari tahun 2019 ke tahun 2020, realisasi penerbitan SBN mengalami peningkatan sampai dengan 53 persen.

 

Peningkatan minat dalam investasi SBN mungkin juga dilatarbelakangi oleh kesadaran untuk berinvestasi di masa pandemi, serta kebutuhan untuk berinvestasi di instrumen yang berisiko rendah. Tahun ini, pemerintah menargetkan untuk menerbitkan SBN sampai dengan Rp80 triliun. 

 

Cara Membeli SBN Ritel

 

Lalu, bagaimana cara untuk membeli SBN ritel? Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu memilih mitra distribusi SBN yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menawarkan SBN.

 

Mitra distribusi ini terdiri atas berbagai bank, baik bank konvensional maupun bank digital, serta fintech investasi dan P2P lending. Kamu bisa melihat daftar mitra distribusi di situs resmi Kementerian Keuangan

 

Kemudian, setelah memilih mitra distribusi, kamu bisa melakukan registrasi di aplikasi mitra distribusi. Saat registrasi, kamu perlu mencantumkan nomor Single Investor Identification (SID). SID ini menjadi bukti bahwa kamu resmi terdaftar sebagai investor. 

 

Registrasi bisa dilakukan sebelum masa penawaran dimulai. Memasuki masa penawaran, kamu bisa melakukan pemesanan SBN dan melakukan pembayaran sesuai ketentuan di mitra distribusi yang kamu gunakan. 

 

Setelah pembayaran berhasil, kamu akan mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). Kamu tinggal menunggu sampai tanggal setelmen untuk mendapatkan surat kepemilikan sebagai bukti portofoliomu.

 

Dari penjelasan di atas, kamu tentu bisa melihat bahwa cara membeli SBN ritel sangatlah mudah. Saat ini, pemerintah sudah menerbitkan SBN pertamanya dengan masa penawaran sampai dengan tanggal 18 Februari. Segera lakukan pemesanan untuk mulai berinvestasi dengan SBN ritel.