Saat ini, investasi kian menjadi suatu tren. Tapi, meskipun banyak yang mencoba mulai berinvestasi, tidak semua orang memahami pengertian investasi yang sebenarnya. 

 

Ada satu fenomena keuangan yang selalu terjadi di dunia, khususnya di Indonesia. Fenomena tersebut adalah inflasi. Inflasi inilah alasan mengapa kamu tidak cukup hanya bekerja mengumpulkan uang saja. 

 

Karena jika hanya mengumpulkan uang, uang yang terkumpul akan berpotensi tergerus inflasi. Itulah mengapa kamu perlu berinvestasi. Lalu apa sih sebenarnya investasi itu dan hubunganya dengan inflasi?

 

Pengertian Investasi yang Sebenarnya

 

Pengertian investasi itu sebenarnya sederhana. Anggap saja kamu sedang beternak uang. Kamu mencoba mengembangkan uang yang dimiliki, membuat uangmu jadi beranak-pinak dan bertumbuh, tidak hanya berdiam di celengan saja.

 

Berinvestasilah secara konsisten, maka kekayaan kalian akan meningkat secara signifikan. Inilah aturan yang paling sederhana dari berinvestasi.

 

Jika memang semudah itu, mengapa banyak yang gagal atau malas berinvestasi? Nah, disinilah kamu harus paham. 

 

Investasi itu memerlukan ilmu. Kamu harus mempelajari aset investasi yang kamu pilih. Tidak cukup jika kamu berinvestasi hanya dengan mendengar saran dari orang lain tanpa benar-benar mengenali aset investasinya.

 

Ada sebagian masyarakat yang salah mengenai pengertian investasi. Mereka menganggap bahwa investasi adalah judi, terutama untuk investasi yang agresif seperti saham, emas, dan lain-lain. Benarkah investasi itu judi?

 

Apakah Investasi Sama dengan Berjudi?

 

Sebaiknya, pahami dulu makna dari pengertian investasi dan judi itu sendiri. Ketika berinvestasi, kamu punya peluang untuk berhasil ataupun gagal. Ini sama dengan hal-hal lain yang kamu lakukan, semuanya memiliki potensi untung dan rugi.

 

Contohnya saat kamu membuka bisnis. Kamu juga punya peluang untuk sukses dalam berbisnis. Tapi, bisa juga bisnis malah sepi, padahal kamu sudah mengeluarkan banyak modal untuk bisnis tersebut.

 

Jadi, segala hal memang memiliki potensi untung dan rugi, seperti judi. Dalam investasi pun ada peluang untuk mendapatkan imbal hasil, tapi ada juga peluang untuk kehilangan banyak modal investasi. 

 

Mungkin inilah yang membuat banyak orang beranggapan bahwa investasi itu adalah judi. Padahal, investasi sebenarnya lebih dari sekedar berjudi.

 

Judi adalah ketika risiko kita untuk gagal lebih besar dari risiko untuk sukses. Ketika berjudi, kamu tidak perlu belajar lebih dulu untuk menambah ilmu. Ini berbeda dengan pengertian investasi yang memerlukan ilmu untuk menjalankannya.

 

Jenis-jenis Investasi Berdasarkan Tingkat Kesulitannya

 

Saya harap, sampai ini pengertian investasi kalian sudah benar. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana sih ilmu berinvestasi? 

 

Masih banyak dari masyarakat yang bingung mempelajari ilmu investasi. Di sini, saya akan bagi informasi mengenai investasi berdasarkan tingkat kesulitan analisanya, mulai dari yang paling mudah hingga paling sulit.

 

1. Investasi dengan tingkat kesulitan analisa mudah

 

Dalam kategori ini, ada beberapa instrumen yang menjadi instrumen investasi paling sederhana. Berikut ini instrumen-instrumen tersebut:

 

  • Deposito

 

Deposito adalah ketika kamu menaruh sejumlah uang di bank, dan uang tersebut tidak dapat ditarik hingga jangka waktu tertentu. Sebagai gantinya, kamu akan mendapatkan pendapatan berupa bunga deposito.

 

Di deposito, kamu sudah tahu akan mendapat bunga berapa. Tinggal setor uangnya ke bank, lalu di akhir periode akan diberikan bunga sesuai yang dijanjikan.

 

Deposito kamu akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Jadi, kalau bank mengalami kebangkrutan, kamu tetap akan mendapat uang kembali.

 

  • Reksa dana pasar uang

 

Reksa dana pasar uang juga merupakan instrumen yang sederhana. Reksa dana pasar uang adalah manajer investasi yang akan menghimpun dana dari sejumlah investor. 

 

Nantinya, dana itu akan dimasukan ke deposito di banyak bank, atau bisa juga dipakai untuk membeli surat utang jangka pendek. 

 

Risiko di Reksa dana pasar uang sangat kecil. Kamu tidak perlu melakukan banyak analisa, paling hanya tinggal melihat performa historis dari reksa dana pasar uang tersebut. 

 

Bedanya dengan deposito, di reksa dana pasar uang kamu tidak bisa tahu dengan pasti imbal hasil yang akan diterima nantinya. Tidak seperti deposito yang penghitungan bunganya sudah jelas. 

 

2. Investasi dengan tingkat kesulitan analisa medium

 

Masuk ke tingkat kesulitan berikutnya. Ada instrumen investasi bernama obligasi dan reksa dana pendapatan tetap. Instrumen-instrumen ini butuh analisa lebih. 

 

  • Obligasi

 

Obligasi adalah surat utang. Obligasi memiliki risiko gagal bayar, selayaknya utang pada umumnya. Di sini, kamu akan berinvestasi dengan membeli surat utang. 

 

Instrumen ini perlu dianalisis karena ada risiko yang menyertai investasi tersebut. Selain itu, karena obligasi ini dijual di market, mengakibatkan ada risiko penurunan harga atau capital loss

 

Pinjaman Uang Online Bisnis Hingga 20 Juta

 

Jika keadaan ekonomi sedang lesu, biasa harga obligasi malah akan meningkat karena Bank Indonesia akan menurunkan suku bunganya. Instrumen obligasi sangat tergantung dengan keadaan ekonomi dan kebijakan moneter di Indonesia.

 

  • Reksa dana pendapatan tetap

 

Sedangkan, reksa dana pendapatan tetap adalah manajer investasi yang menghimpun dana investor untuk dibelikan berbagai instrumen obligasi. 

 

Skema dari reksa dana adalah anda mempercayakan sejumlah uang kepada manajer investasi untuk kemudian dibantu dikelola oleh manajer investasi tersebut. Jika reksa dananya adalah reksa dana pendapatan tetap maka pengelolaan dananya hanya akan menggunakan instrumen obligasi saja. 

 

Ketika berinvestasi di kedua instrumen di atas, kamu perlu menganalisa dua hal utama, yaitu credit rating dan risiko ekonomi makro. Credit rating ini adalah penilaian terhadap seberapa besar kemampuan pihak peminjam untuk mengembalikan uangnya. 

 

Semakin tinggi credit rating, semakin aman. Pemerintah Indonesia memiliki credit rating yang paling tinggi secara nasional, karena pemerintah akan menjamin untuk selalu membayar utang-utang obligasinya. 

 

Selain itu, keadaan ekonomi makro juga mempengaruhi naik turunnya harga obligasi di market. Jika inflasi tinggi, tentu harga obligasi akan turun, begitu juga sebaliknya. 

 

Artikel Terkait: Hindari 7 Kesalahan Investasi Reksa Dana yang Sering Dilakukan Para Investor Pemula

 

3. Investasi dengan tingkat kesulitan analisa rumit

 

Terakhir, instrumen investasi dengan tingkat analisa yang paling sulit adalah investasi yang bersifat ekuitas atau komoditas. Saya akan berikan pengertian investasi untuk instrumen ini.

 

Instrumen investasi yang saya sebutkan sebelum-sebelumnya adalah instrumen investasi yang bersifat utang piutang. Baik itu deposito, obligasi, reksa dana pasar uang, dan reksa dana pendapatan tetap. 

 

Instrumen yang bersifat utang relatif lebih aman dan lebih mudah dianalisa. Sebaliknya, instrumen yang bersifat ekuitas dan komoditas lebih sulit dianalisa. 

 

  • Ekuitas

 

Ekuitas adalah kepemilikan akan suatu perusahaan alias saham. Saham memiliki beberapa hal yang harus dianalisa, terutama performa perusahaan. Performa perusahaan dinilai untuk mengetahui apakah suatu perusahaan baik atau buruk.

 

Analisa ini dikenal dengan nama analisa Fundamental. Artikel ini mungkin tidak cukup untuk menjelaskan analisa fundamental secara mendalam untuk bisa membuat kamu paham pengertian investasi saham. 

 

  • Komoditas

 

Komoditas adalah benda yang memiliki potensi mengalami kenaikan harga. Komoditas ini ada banyak, seperti emas, perak, minyak, batu bara, hingga cryptocurrency termasuk dalam komoditas. 

 

Tipe komoditas ini lebih sulit lagi untuk dianalisa. Komoditas Itu adalah benda, tidak ada yang bisa dianalisa dari internal benda itu sendiri. 

 

Permintaan terhadap komoditas didapat dari kondisi ekonomi dan tren ekonomi dunia. Kamu harus mampu melihat tren ekonomi dunia ini menuju ke arah mana untuk berinvestasi di komoditas.

 

Artikel Terkait: 4 Cara Mudah Investasi Saham Online untuk Para Investor Pemula

 

Apa yang Dilakukan Jika Investasi Sudah Untung?

 

Kita sudah belajar berbagai investasi, mulai dari yang analisanya simpel hingga yang rumit. Pertanyaan selanjutnya, jika kita sudah untung, apa yang harus kita lakukan? Jawabnya hanya satu, jangan ambil semua keuntungannya.

 

Kamu harus tahu yang namanya compounding effect. Keuntungan yang didapat, jika diinvestasikan kembali, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi. 

 

Contoh, kamu menabung di bank sebesar Rp1.000.000. Lalu kamu menghasilkan bunga 5 persen dalam 1 tahun. 

 

Dalam 2 tahun, jika kamu selalu mengambil profit investasinya maka total profit yang anda dapatkan hanya Rp100.000,00 (Rp 50.000 x 2 tahun) dalam 2 tahun.

 

Lain cerita jika kamu menginvestasikan kembali profit yang dihasilkan. Perhitungannya akan menjadi seperti berikut:

 

Tahun 1: Rp1.000.000 x 5% = Rp50.000,00 

 

Tahun 2: Rp1.050.000 x 5%= Rp1.102.500,00

 

Total profit yang anda dapatkan adalah Rp 102.500,00. Lebih besar dari jika kamu tidak menginvestasikan kembali profit tersebut. 

 

Inilah yang dinamakan bunga berbunga atau compounding interest. Inilah yang disebut Warren Buffett sebagai keajaiban finansial.

 

Jika diaplikasikan dengan tepat, maka pertumbuhan kekayaan yang eksponensial akan kamu dapatkan. Jangan lupa untuk terus belajar. Inilah hal yang terpenting. 

 

Tanpa ilmu yang cukup, kamu akan terombang-ambing dan berpotensi mengalami kerugian yang besar dalam berinvestasi. Memahami jenis investasi yang kita ingin kita masuki adalah pengertian investasi yang benar dan bukan berjudi.