SWARA – Deposito seringkali disebut sebagai instrumen investasi yang aman bagi investor pemula. Sayangnya, banyak yang meragukan keuntungan dari deposito karena merasa suku bunga yang ditawarkan cukup kecil.

 

Sebenarnya, bila dibandingkan dengan imbal hasil dari instrumen investasi lainnya, bunga deposito mungkin memang lebih kecil. Namun, kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan dengan risiko yang rendah lewat deposito.

 

Cara Menghitung Bunga Deposito Menurut OJK

 

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan jika ingin menghitung bunga deposito. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan salah satu cara menghitung keuntungan dari deposito berdasarkan suku bunganya. Menurut OJK, berikut ini cara mengetahui imbal hasil yang kamu dapatkan dari deposito:

 

  • Keuntungan bunga deposito = (suku bunga deposito X nominal uang yang ditanamkan X jumlah hari menyimpan)/365

 

  • Pajak deposito = tarif pajak X bunga deposito

 

  • Pengembalian deposito = nominal investasi + (keuntungan bunga deposito – pajak deposito)

 

Keuntungan bunga deposito adalah imbal hasil yang kamu dapatkan. Nantinya, jumlah uang yang akan kamu peroleh setelah deposito jatuh tempo adalah pengembalian deposito.

 

Pengembalian deposito merupakan nominal investasi yang sudah ditambahkan dengan keuntungan bunga deposito dan dikurangi dengan pajak. Pajak untuk deposito di Indonesia adalah sebesar 20 persen untuk yang jumlahnya lebih dari Rp7,5 juta.

 

Sebagai contoh, Bapak A berinvestasi di deposito dengan nominal investasi sebesar Rp10 juta. Suku bunga dari investasinya adalah 4 persen dengan tenor 12 bulan. Berikut ini simulasi penghitungannya:

 

  • Keuntungan bunga deposito = (4% x Rp10.000.000 x 365)/365 = Rp400.000

 

  • Pajak deposito = 20% x Rp400.000 = Rp80.000

 

  • Pengembalian deposito = Rp10.000.000 + (Rp400.000 – Rp80.000) = Rp10.320.000

 

Jadi, dengan berinvestasi di deposito sebesar Rp10 juta, Bapak A berhasil mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp320 ribu. 

 

Suku Bunga Deposito Saat Ini

 

Setiap bank menetapkan besaran suku bunga deposito yang berbeda-beda. Suku bunga juga sering berubah-ubah, sesuai kebijakan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

 

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara. Dikutip dari Kontan, umumnya penurunan suku bunga acuan dilakukan agar performa ekonomi negara tidak menurun semakin drastis. 

 

Di tahun 2021 ini, suku bunga deposito di bank-bank yang ada di Indonesia berkisar antara 1,5 persen sampai dengan 4,5 persen. Sebelumnya, di tahun 2020, BI sudah menurunkan suku bunga acuan berkali-kali. 

 

Besaran bunga deposito tahun ini jauh berbeda dengan suku bunga di tahun-tahun sebelumnya. Beberapa tahun lalu, suku bunga deposito bisa mencapai 6-7 persen di angka tertinggi. 

 

Akan tetapi, meskipun bunganya kecil, bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan keuntungan yang memadai. Bunga deposito memang kecil, namun risikonya juga rendah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir apabila investasimu gagal atau mengalami kerugian besar. 

 

Cara Mendapat Keuntungan dari Investasi Deposito

 

Hingga saat ini, deposito masih dianggap sebagai instrumen investasi yang aman. Meskipun bunganya mengalami penurunan, tapi angkanya tetap stabil apabila terjadi inflasi. 

 

Supaya bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi deposito, berikut ini hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan:

 

  • Melakukan perbandingan bank

 

Deposito menjadi salah satu produk perbankan yang cukup umum disediakan di berbagai macam bank. Setiap bank memberikan suku bunga deposito yang berbeda-beda. Kamu bisa melakukan perbandingan sebelum memilih deposito.

 

Pilihlah bank dengan bunga deposito yang sesuai kebutuhanmu. Jangan lupa untuk pertimbangkan tenor atau jangka waktu penempatan deposito. 

 

  • Menentukan jangka waktu

 

Biasanya, bank memberikan pilihan jangka waktu penempatan deposito selama 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 24 bulan, atau 36 bulan. Masing-masing bank memiliki kebijakan yang berbeda mengenai hal ini.

 

Pilihlah jangka waktu sesuai dengan kebutuhanmu. Apabila deposito ingin disimpan untuk jangka panjang, maka kamu bisa memilih tenor lebih dari 12 bulan. Akan tetapi, jika ingin digunakan untuk keperluan mendesak, mungkin akan lebih baik untuk memilih jangka waktu 3 atau 6 bulan saja.

 

Akan tetapi, perlu diingat, semakin panjang jangka waktu yang dipilih, semakin besar juga suku bunga deposito. Karena itu, pertimbangkan dengan matang sebelum memilih deposito dan sesuaikan dengan kebutuhan saat ini. 

 

  • Memilih bank yang terpercaya

 

Ketika berinvestasi dengan deposito, kamu akan menanamkan modal yang cukup besar. Rata-rata nominal awal untuk deposito adalah di atas Rp10 juta. 

 

Nominal itu bukanlah nominal yang sedikit. Sebaiknya, kamu memilih bank yang terpercaya untuk mengelola dana investasi tersebut.

 

Salah satu ciri-ciri bank yang terpercaya adalah bank yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Di Indonesia, salah satu contohnya adalah Amar Bank. 

 

Di Amar Bank, kamu bisa berinvestasi dengan deposito mulai dari Rp1 juta saja. Kamu juga bisa memilih jangka waktu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai dengan 12 bulan. 

 

Bagi kamu yang masih pemula dalam hal investasi, jangan ragu untuk menyimpan berinvestasi dengan deposito. Meskipun suku bunga deposito cenderung rendah, kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan dengan stabil.