Dalam dunia perusahaan, istilah aset bisnis sudah tidak asing lagi. Setiap perusahaan pastilah memiliki aset yang beragam.

 

Aset menjadi komponen utama dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam ilmu akuntansi, aset bisnis ini dapat diistilahkan sebagai aktiva. Lalu, apa saja jenis-jenis yang terdapat pada aset bisnis?

 

Pengertian dan Jenis Aset Bisnis

 

Aset dalam dunia bisnis dapat diartikan sebagai sesuatu sumber ekonomi yang bisa memberikan manfaat usaha atau keuntungan saat ini dan di masa depan.

 

Dapat diartikan juga bahwa aset bisnis merupakan semua hal yang membantu dalam proses pengembangan usaha. Terdapat tiga jenis aset yang paling utama ketika menjalankan usaha:

 

1. Aset lancar

 

Jenis aset yang pertama adalah aset lancar. Dalam ilmu akuntansi, aset lancar merupakan harta milik perusahaan yang bisa dicairkan dalam waktu singkat. 

 

Masa pencairan pun kurang dari satu tahun. Ada beberapa contoh aset lancar:

 

  • Dana tunai

 

Dana tunai atau uang tunai ini biasanya disimpan dalam kas perusahaan yang digunakan untuk operasional perusahaan sehari-hari. Sehingga perputaran dana tunai ini sangatlah cepat tidak boleh mengendap lama.

 

Dana ini bisa dipakai untuk membeli bahan baku, membayar karyawan, memenuhi kebutuhan operasional harian, dan lain sebagainya. 

 

  • Investasi jangka pendek

 

Investasi jangka pendek biasanya diambil dari uang tunai yang tersisa atau tidak terpakai untuk biaya produksi dan lain-lain. 

 

Dengan kata lain, uang tunai tersebut diputar kembali untuk menghasilkan laba yang setidaknya bisa dinikmati hasilnya setelah satu tahun berselang.

 

  • Piutang wesel

 

Piutang wesel adalah surat tagihan yang bertujuan untuk menagih utang perusahaan lain.

 

Piutang ini juga biasa disebut sebagai perjanjian di atas materai yang kekuatannya juga telah tertulis di dalam undang-undang. 

 

  • Piutang dagang

 

Hampir mirip dengan piutang wesel, piutang dagang adalah surat tagihan yang diberikan kepada perusahaan lain. 

 

Tujuannya untuk menagih utang yang telah dilakukan sebelumnya namun dalam bentuk kredit.

 

  • Surat berharga

 

Surat saham atau obligasi jangka pendek yang bisa dijual sewaktu-waktu apabila membutuhkan uang ketika sangat terdesak. 

 

Ketika dijual, orang yang membeli obligasi akan dianggap menjadi pemilik dari sebagian kepemilikan bisnismu.

 

2. Aset Tetap

 

Aset tetap berbanding terbalik dengan aset lancar. Sebab, ini merupakan harta yang tidak dapat dicairkan dalam waktu satu tahun. 

 

Bisa dibilang, aset tetap sifatnya permanen atau tidak dijual karena dibutuhkan untuk memperlancar proses operasional dalam sebuah bisnis. Contohnya seperti:

 

  • Tanah

 

Tanah dimanfaatkan sebagai tempat untuk mendirikan bangunan dan memulai proses produksi. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki tanah, maka mereka harus menyewa di tempat lain secara berkala.

 

Dengan kata lain, akan ada pengeluaran tambahan yang selalu dikeluarkan ketika tempat sewanya habis.

 

  • Bangunan

 

Memiliki tanah tidaklah cukup jika tidak ada bangunannya. Ini merupakan tempat dimana proses operasional dilakukan. 

 

Tanpa ada bangunan, proses produksi tidak ada berjalan dan bisnis tidak bisa dimulai.

 

  • Alat operasional

 

Selanjutnya, alat operasional juga termasuk ke dalam aset tetap yang harus dimiliki seorang pemilik bisnis. Tanpa adanya alat operasional, tidak akan ada barang yang bisa diproduksi untuk dijual. 

 

Namun, setiap alat produksi memiliki masa depresiasi atau penyusutan masing-masing sehingga tidak bisa digunakan selamanya.

 

Pinjaman Uang Online Bisnis Hingga 20 Juta

 

3. Aset tetap tidak berwujud

 

Aset tetap tidak berwujud merupakan harta perusahaan yang tidak terlihat namun bisa dirasakan manfaatnya di masa depan. 

 

Di sisi lain, ini adalah bentuk harta yang paling aman dari tindakan pencurian karena tidak mempunyai wujud. Contohnya adalah:

 

  • Hak Cipta

 

Jika kamu menciptakan sebuah brand, kamu berhak untuk mengajukan pembuatan Hak Cipta kepada HAKKI. Dengan begitu, brand yang kamu buat akan aman dari tindakan penjiplakan. 

 

Namun apabila penjiplakan terjadi, kamu bisa meminta ganti rugi karena telah menggunakan Hak Cipta tanpa izin.

 

  • Hak Sewa

 

Hak Sewa (lease hold) merupakan aset perusahaan yang periodenya terbatas. Namun, kamu bisa memanfaatkannya sebab hal tersebut bisa menghasilkan keuntungan yang besar di masa depan.

 

  • Franchise

 

Franchise atau waralaba yang artinya adalah pemberian hak cipta kepada pihak lain dengan syarat-syarat tertentu. 

 

Sebagai pemilik usaha, kamu bisa menentukan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pihak lain apabila ingin menggunakan jasa usaha kamu di tempat lain.

 

Cara Membangun Aset Bisnis

 

Dari ulasan di atas mengenai jenis-jenis aset bisnis, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membangun itu semua dari nol.

 

1. Bangun visi dan misi bisnis

 

Hal utama dalam membangun aset bisnis adalah dengan membangun visi dan misi terlebih dahulu. Sehingga kamu dapat melihat jangka pendek dan jangka panjang pada bisnismu.

 

Kemudian kamu bisa menuliskan daftar aset bisnis apa saja yang harus dibangun terlebih dahulu. Apakah kamu ingin fokus di aset tetap atau aset lancar? 

 

Dengan begitu kamu bisa fokus dalam mencari keuntungan dan mulai membangun aset sesuai kebutuhan.

 

Artikel Terkait: Bijak Mengelola Bisnis

  1. Macam-macam Masalah Bisnis dan Cara Mengatasinya
  2. Perhatian Saat Memulai Bisnis di Tengah Pandemi

 

2. Jangan berutang terlalu berlebihan

 

Memiliki utang dalam bisnis sebenarnya sah-sah saja, tetapi kamu harus perhatikan jangan sampai jumlahnya lebih besar dari aset bisnis yang kamu miliki. Utang yang besar akan menyulitkanmu untuk membangun aset lainnya.

 

Salah satu caranya kamu bisa mencari investor dengan suntikan modal yang besar pada bisnismu untuk berfokus membangun aset.

 

 

3. Mengubah passion menjadi bisnis

 

Salah satu cara agar tetap bisa fokus dan bersemangat dalam membangun aset bisnis adalah dengan mengubah passion menjadi bisnis.

 

Kamu juga bisa membangun bisnis dimulai dari apa yang kamu sukai terlebih dahul. Sehingga, dalam perjalanan membangun aset bisnis, kamu tidak merasa berat.

 

Semua bisnis memiliki peluang untuk untung dan bertahan lama. Hal yang terpenting adalah kamu harus tetap fokus dan menekuni bisnis secara konsisten.

 

Jenis-jenis aset bisnis diatas dapat menjadi referensi dan pengetahuanmu agar semakin sukses dalam menjalankan operasional perusahaan. Selamat mencoba!