Beranda > Finansial > 7 Jenis Investasi Reksadana, Kenali dan Pertimbangkan Sebelum Memulai

7 Jenis Investasi Reksadana, Kenali dan Pertimbangkan Sebelum Memulai

KENNY CAROLINEKenny Caroline
7 Jenis Investasi Reksadana, Kenali dan Pertimbangkan Sebelum Memulaiwatermark

TUNAIKU.COM – Investasi reksadana barangkali sudah nggak asing lagi di telinga kamu. Saat ini banyak platform dan informasi terkait reksadana. Saat ini banyak orang Indonesia yang turut berinvestasi dengan memilih instrumen ini.

Reksadana itu memang salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko relatif rendah dan bisa memberikan imbal hasil yang lumayan.Hitung-hitung sebagai tabungan, dengan keuntungan lebih besar dari bunga bank. Berikut adalah tujuh jenis reksadana yang perlu kamu ketahui.

1. Reksadana saham

Jenis reksadana ini memiliki resiko paling tinggi dibandingkan dengan reksadana lainnya. Akan tetapi, walau beresiko tinggi, reksadana saham juga menghasilkan keuntungan paling tinggi. Motto-nya: high risk, high return.

Resiko tinggi tersebut disebabkan oleh kondisi pasar saham yang fluktuaktif. Jenis reksadana ini cocok bagi kamu yang suka dengan tantangan dan berteman dengan resiko. Keuntungan investasi akan mulai terlihat dalam waktu tiga hingga lima tahun.

 

Artikel Terkait: Penasaran dengan Investasi bitcoin yang lagi naik daun, simak tips ini!

  1. Sedang Tren, Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Memulai Investasi di Bitcoin
  2. 5 Mitos Menyesatkan tentang Investasi Bitcoin Ini Nggak Perlu Dipercaya
  3. 5 Tips Investasi Bitcoin yang Menguntungkan Bagi Pemula

2. Reksadana pasar uang

Reksadana memiliki resiko kerugian yang relatif rendah. Sebab, kebijakan investasinya murni ditempatkan pada instrumen pasar uang. Contohnya, giro dan deposito. Kategori reksadana ini memiliki jangka waktu yang cukup pendek, yakni kurang satu tahun. Cocok buat kamu yang ingin belajar investasi jangka pendek.

 

3. Reksadana pendapatan tetap

Bila kamu ingin mendapatkan keuntungan yang lumayan namun nggak suka dengan reksadana beresiko tinggi seperti saham, maka reksadana pendapatan tetap adalah jawabannya. Imbal baliknya terdiri dari komposisi obligasi sekitar 80 persen dari total portofolio, dengan resiko berjangka menengah. Reksadana pendapatan tetap berlangsung 1-3 tahun, dengan dana investasi pada obligasi dan atau produk keuangan yang minim resiko.

 

4. Reksadana campuran

Sesuai dengan namanya, jenis reksadana ini terdiri dari gabungan beberapa instrumen investasi. Komposisinya 1-79 persen saham, obligasi, dan pasar uang. Di Indonesia, reksadana campuran sebagian besar terdiri dari saham. Jadi, jangan heran kalau resikonya pun relatif tinggi, walau masih di bawah reksadana saham. Lama investasi 3-5 tahun.

cta2

Mobile Site CTA

5. Reksadana syariah

Jenis reksadana ini mencampurkan portofolio efek syariah dalam satu produk. Dana dikelola oleh manajemen investasi dalam portofolio syariah dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah. Biasanya, telah ada perusahaan-perusahaan yang sudah ditentukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perusahaan ini tercatat dalam Jakarta Islamic Index (JII) dan atau Daftar Efek Syariah (DES).

 

Dalam pelaksanaannya, manajer investasi wajib menghindari ghahar (risiko nggak wajar) dan maysir (tindakan spekulasi atau yang bersifat judi). Rasio utang terhadap modal nggak boleh lebih dari 82%. Oh ya, reksadana syariah juga nggak memasukkan saham perbankan dalam portofolio efek mereka.

 

6. Reksadana index (index funds)

Dalam reksadana indeks, manajer investasi nggak aktif dalam menjual atau membeli saham. Hal yang sebaliknya berlaku pada reksadana konvensional. Karena itu pula orang menyebut reksadana ini cenderung pasif. Seluruh perhitungan dilakukan langsung oleh komputer, dan prosesnya berlangsung di lantai bursa (bukan sekuritas atau agen penjual). Biayanya cenderung murah karena nggak membutuhkan keputusan investasi yang rumit.

 

7. Reksadana terproteksi

Reksadana ini memberikan perlindungan terhadap investasi awal investor yang dilakukan melalui pengelolaan portofolio. Caranya adalah dengan meletakkan sebagian dana di dalam efek yang bersifat utang (kategori layak investasi). Tujuannya, nilai efek paling nggak bisa menutup jumlah nilai yang diproteksi saat jatuh tempo. Nggak usah bingung, nanti hal ini bakal diurus sama manajer investasi tempat kamu mendaftar.

 

Artikel Terkait: Kiat sukses investasi bitcoin buat pemula.

  1. 5 Tips Investasi Bitcoin yang Menguntungkan Bagi Pemula
  2. 5 Jenis Investasi yang Sebaiknya Dihindari Investor Baru
  3. 4 Tips Bagi Milenial yang Ingin Berinvestasi Saham

 

Reksadana memang banyak jenisnya. Jangka waktu dan resikonya pun berbeda-beda. Kamu bisa memilihnya sesuai dengan profil kamu. Jangan lupa konsultasi dan pelajari terlebih dahulu sebelum menjatuhkan pilihan ya!

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga!

Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett