Swara – Beberapa waktu belakangan, geger berita soal hacker Bjorka yang membongkar soal kebocoran data pribadi. Dilansir dari Detik.com, ternyata Indonesia masuk 10 negara dengan kasus kebocoran data terbanyak. Agar enggak merugikan diri, yuk simak langkah penting untuk menjaga keamanan data pribadimu.

 

Kalkulator Finansial Swara

 

Kebocoran data dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi

 

Dilansir dari Tempo.co, ternyata telah terjadi tujuh kali kasus kebocoran data di Indonesia sepanjang tahun 2022 ini. Hal tersebut membuktikan bahwa rentan terjadi kebocoran data pribadi. 

 

Misalnya kasus kebocoran data yang dialami oleh PLN. Terdapat 17 juta data pelanggan PLN yang diperjualbelikan di situs breached.to. PLN menyebutkan bahwa data yang bocor merupakan data umum, bukan data spesifik pelanggan.

 

Kasus kebocoran data lainnya yang enggak kalah menghebohkan terjadi di Agustus 2022 lalu. Sama halnya dengan kasus PLN, sebanyak 26,7 juta data pengguna IndiHome bocor dan berada di situs breached.to.

 

Terbaru, di 7 September 2022 ini, sebanyak 180 data Badan Intelijen Negara, mulai dari laporan, strategi, bisnis, hingga data nama agen diduga mengalami kebocoran.

 

Sebenarnya, kenapa sih keamanan data ini penting untuk diperhatikan? Dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id, setidaknya ada tiga penyebab terjadinya kebocoran data tersebut.

 

1. Human Error

 

Pernah enggak tergoda untuk mengeklik sebuah situs atau menggunakan aplikasi secara gratis yang bisa ditemukan di internet? Mungkin kamu pernah memakai software bajakan? Contoh lain, mengisi formulir di internet yang mengharuskanmu memasukkan data pribadi?

 

Hal tersebut bisa jadi salah satu cara untuk meretas data pribadi kita, lho. Tanpa disadari, kita memberikan data pribadi ke pihak ketiga yang keamanannya tidak terjamin.

 

2. Serangan malware

 

Harus berhati-hati dalam mengklik link, karena bisa saja link tersebut menjadi tempat masuknya malware. Malware merupakan program yang sengaja dibuat untuk masuk ke dalam komputermu.

 

Nah, malware bisa dipakai untuk mengumpulkan data yang tersimpan di komputermu. Bahkan kamu sendiri enggak sadar sudah memberikan data ke pihak ketiga. Jadi, penting untuk enggak asal klik link.

 

3. Social enginering

 

Sederhananya, hal ini mengumpulkan data pribadi yang sensitif melalui media elektronik yang ‘menyamar’ menjadi seseorang yang kita kenal. Salah satu contoh paling umum adalah phising. Baik berupa email atau telepon, phising akan mengelabui korbannya sehingga tanpa sadar memberikan data pribadi.

 

Contohnya, kamu menerima email atau pesan singkat yang memberitahu kamu menang undian dari Shopee. Bisa saja yang mengirim bukan Shopee, melainkan pihak lain yang ingin mencuri datamu.

 

Baca juga: Social Engineering: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengatasinya

 

Keamanan data itu penting, jangan sampai bocor!

 

Ada dua jenis data yang dikenal, yaitu data pribadi umum dan data pribadi khusus. Data pribadi umum meliputi nama, tanggal lahir, alamat rumah, email, dan nomor telepon. Sedangkan data pribadi khusus mencakup data kesehatan, biometrik, informasi keuangan, preferensi seksual, pandangan politik, dan data kriminalitas.

 

Kedua jenis data tersebut harus dijaga keamanannya. Berikut beberapa hal buruk yang akan terjadi kalau data pribadimu sampai bocor. Berikut beberapa kerugian yang akan menimpa kalau data pribadimu sampai bocor.

 

1. Risiko keuangan

 

Risiko terbesar yang bisa dialami terkait dengan keuangan. Data pribadi yang bocor bisa digunakan untuk membobol rekeningmu. Bisa juga dijadikan senjata untuk melakukan tindak penipuan.

 

Lebih jauh lagi, pembobolan ini juga bisa terjadi pada e-wallet kamu seperti GoPay atau Ovo. Kalau peretas memiliki nomor teleponmu, mereka bisa melakukan penipuan yang memanfaatkan nomor OTP yang dikirim ke nomor telepon bersangkutan.

 

2. Risiko penipuan

 

Salah satu risiko yang marak terjadi adalah penipuan pinjaman online ilegal. Seseorang akan meminjam uang dengan mengatasnamakan kamu menggunakan datamu yang telah dicuri.

 

Sebagai pemilik data, kamu sama sekali enggak tahu tentang pinjaman tersebut. Namun, kamu yang akan diteror untuk melakukan pembayaran.

 

Enggak hanya berisiko rugi finansial, kasus ini akan menimbulkan ketakutan psikologis yang membuat hidup enggak tenang. Kamu juga harus meluangkan waktu, karena kasus ini seringkali berakhir di jalur hukum.

 

3. Risiko pemerasan

 

Data spesifik bisa digunakan untuk pemerasan oleh pelaku. Misalnya pelaku mengakses foto pribadimu atau kondisi kesehatan dan digunakan untuk memeras dengan ancaman penyebarluasan data tersebut.

 

Pemerasan ini juga bisa bersifat seksual. Biasanya pelaku mendapatkan data pribadi khusus, foto atau video pribadimu dengan membobol akun pribadi.

 

Cara menjaga keamanan data pribadi

 

 

Mengingat keamanan data pribadi ini penting banget, yuk cari tahu cara menjaganya agar tidak bocor.

 

1. Ganti kata sandi secara berkala

 

Penting untuk mengganti kata sandi secara berkala agar enggak mudah diretas. Hal ini berlaku untuk semua akun yang membutuhkan kata sandi.

 

Selain itu, gunakan kata sandi yang tidak mudah ditebak. Hindari memakai kata sandi yang memuat nama, tanggal lahir, dan hal umum. Sebab, kata sandi tersebut mudah ditebak.

 

Kamu bisa membuat kata sandi dengan pengamanan kuat. Cara mudahnya adalah dengan menggunakan perpaduan huruf, angka, serta simbol. Penggunaan huruf kapital dan huruf kecil juga bisa dilakukan.

 

Hindari juga menggunakan kata sandi yang sama untuk semua akun, sebab hal ini akan memudahkan seseorang dalam meretas semua akunmu. Hal yang sama juga berlaku pada nomor pin terkait akun keuangan.

 

2. Hati-hati dalam berinternet

 

Data pribadi khusus dan hal-hal yang sangat personal sebaiknya tidak ditampilkan di internet dan media sosial. Hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab untuk berbuat kejahatan.

 

Baca juga: 5 Cara Jaga Keamanan dan Kerahasiaan Data Pribadi

 

3. Jangan asal klik

 

Berhati-hatilah jika menerima email, link, atau pesan yang mengharuskanmu mengisi formulir atau meninggalkan data. Harus lebih berhati-hati, karena terkadang pesan tersebut mencatut lembaga yang terlihat kredibel.

 

Misalnya link yang menyebut kamu menang undian di Shopee atau telepon dari seseorang yang mengatasnamakan dirinya berasal dari bank tertentu. Selalu cek ulang sebelum kamu meninggalkan data pribadi.

 

4. Perhatikan izin akses

 

Perhatikan izin akses setiap kali menggunakan aplikasi tertentu. Jangan sampai kamu terkena serangan malware. Umumnya, setiap aplikasi akan meminta kesediaanmu sebagai pemilik untuk mengakses perangkat. Kamu bisa memberikan akses terbatas, yaitu pada saat penggunaan saja.

 

5. Berhati-hati di ruang publik

 

Saat berada di ruang publik dan menggunakan jaringan internet publik, hindari membuka situs atau melakukan kegiatan yang mengharuskanmu mengakses data pribadi. Misalnya melakukan transaksi pembayaran lewat aplikasi mobile banking.

 

Batasi penggunaan perangkat di jaringan publik, sebab ini salah satu celah yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk meretas data.

 

Keamanan data pribadi penting untuk dijaga. Yuk, jadi lebih berhati-hati dalam berinternet agar keamanan data pribadimu tetap terjaga.