SWARA KAMU – Di era modern ini segala bentuk informasi maupun tontonan sangat mudah diakses, siapa sih di jaman sekarang ini yang belum mengenal internet? Saya rasa hampir 70 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet baik untuk pendidikan, hiburan, maupun sarana pengembangan bakat dan eksplorasi diri.

 

Berdasarkan hasil study polling Indonesia yang bekerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,12 persen dengan survei melibatkan 5.900 sampel selama periode maret hingga pertengahan april 2019. Menurut Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Henri Kasyifi, dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa di Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa masyarakat Indonesia yang sudah terhubung ke internet.

 

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa internet sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, yang paling menarik dan sangat diminati saat ini adalah media sosial. Media sosial sangat banyak digunakan oleh kaum milenial bahkan menurut suvei sekitar 91 persen pengguna media sosial adalah kalangan remaja usia 14-19 tahun.

 

Lalu apakah sebagus dan sebaik itu sosial media bagi kehidupan terutama kondisi psikologi dan kesehatan mental penggunanya? Apakah tidak ada dampak buruk terhadap psikologi dan kesehatan mental dari penggunaan sosial media? Apakah se-positif itu media sosial bagi psikologi dan kesehatan mental manusia?

 

Mari kita bahas satu persatu mengenai “Pengaruh Media Sosial Terhadap Psikologi dan Kesehatan Mental Seseorang”.

 

Pengaruh atau Dampak Positif Media Sosial

  • Sebagai sarana pengungkapan diri

Menurut para ilmuwan dan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PNAS telah ditemukan fakta bahwa berbicara tentang diri sendiri bisa membuat perasaan merasa lebih baik karena melibatkan saraf dan mekanisme kognitif di otak. Selain itu banyak sekali orang dengan kepribadian yang tertutup dan tidak mudah berinteraksi dengan orang lain secara langsung, nah disini peran positif dari media sosial sangat membantu, orang dengan mudah mengekspresikan diri tanpa rasa malu, mengungkapkn jati dirinya, mampu membantu mengungkapkan apa yang selama ini tidak bisa dikatakan kepada orang-orang secara langsung, bahkan bisa juga untuk menunjukkan bakat dan karyanya.

 

  • Menularkan emosi positif

Bagi para pengguna media sosial pasti pernah merasakan perasaan, pikiran, maupun emosi positif setelah melihat atau membaca postingan di media sosial yang kontennya berisikan hal-hal positif, misalnya dengan melihat postingan kucing yang lucu, anjing, video bayi-bayi lucu, video humor, kata-kata bijak, dsb.

 

  • Menghilangkan stress

Menurut hasil penelitian yang dikutip dari woman’shealth.com sebanyak 21 persen wanita yang menggunakan media sosial cenderung memiliki tingkat stress yang lebih rendah dibanding dengan wanita yang tidak menggunakan media sosial. Hal itu disebabkan karena banyaknya konten kreatif, lucu dan menghibur yang dapat memperbaiki suasana hati seseorang bahkan tak jarang seseorang mendapatkan kesenangan tersendiri setelah bermain media sosial.

 

  • Mendapat banyak teman

Seperti yang sedikit saya jelaskan diawal, bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah berinteraksi dan mencari teman di dunia nyata, kebanyakn orang seperti itu akan lebih nyaman berteman di dunia maya, terlebih jaringan di sosial media tidaklah terbatas, orang akan dengan mudahnya mencari dan mendapatkan teman. Hal itu membawa pengaruh positif terhadap mental seseorang, karena ia akan merasa memiliki banyak teman dan tidak kesepian.

 

Pengaruh atau Dampak Negatif Sosial Media

  • Insecure atau tidak percaya diri

Setiap orang memiliki mental yang berbeda dalam menanggapi suatu hal, selain bisa membuat orang bebas mengeksplorasi diri, bisa juga justru bertolak belakang dengan hal itu, tak sedikit orang yang justru karena bermain media sosial membuat dirinya insecure atau tidak percaya diri karena banyak melihat foto maupun video orang sesama jenisnya yang jauh lebih menarik sehingga timbul rasa membangding-bandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa dirinya tidak menarik kemudian memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

 

  • Menimbulkan rasa iri

Menurut penelitian di Jerman, melihat keberhasilan seseorang yang diposting di media sosial bisa menimbulkan rasa iri hati, menderita, bahkan kesepian. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 600 sampel, dan terbukti bahwa satu dari tiga bagian orang merasa tidak baik setelah bermain sosial media. Hasil penelitian itu juga didukung dengan hasil penelitian University of British Columbia yang melaporkan hasil yang sama, penelitian dilakukan terhadap 1.100 sampel pengguna facebook dan menemukan fakta bahwa seluruh pengguna media sosial berpotensi memiliki rasa iri hati.

  • Menularkan emosi negatif

Seperti yang kita ketahui dengan luasnya jaringan dan banyaknya konten yang dimuat di media sosial tidak semua berisi konten yang positif, banyak juga konten-konten negatif didalamnya, konten-konten tersebut juga bisa menularkan emosi negatif kepada yang melihat postingan tersebut, sehingga membuat seseorang merasakan emosi dan mood yang buruk, hal tersebut dapat diatasi dengan langsung mengalihkan fokus kepada postingan-postingan yang berisikan konten positif.

 

  • Stress akibat cyber bullying

Penyalahgunaan media sosial seringkali terjadi, salah satunya yaitu cyberbullying dimana karena adanya kebebasan dalam menggunakan media sosial seseorang seringkali berbicara, menghujat, dan menghina orang lain tanpa berpikir panjang akibat dari perbuatannya, seringkali korban dari cyber bullying ini mengalami tekanan psikis karena segala informasi buruk tentang dirinya sangat cepat menyebar dan meninggalkan jejak baik berupa tulisan, foto, maupun video yang akan terus ada dan membuat korban merasa malu, stress, depresi, bahkan memicu tindakan bunuh diri.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis. 

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!