Saya mau membagian sedikit cerita mengenai tentang berkarier dengan latar belakang pendidikan akuntansi. Hal-hal yang akan saya bagikan ini didasarkan pada pengalaman-pengalaman yang saya alami dan juga pengetahuan-pengetahuan yang telah saya dapatkan selama saya berkarier dari semenjak saya masih seorang mahasiswa yang baru lulus hingga kini.

 

Di zaman ini, mungkin banyak orang berpikir bahwa pekerjaan yang paling dicari saat ini oleh banyak perusahaan adalah pekerjaan-pekerjaan yang dapat ditempuh oleh orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan Information Technology (IT). Hal ini memang dapat dibilang cukup relevan untuk kondisi saat ini.

 

Tetapi bagi kita yang memang memiliki minat di bidang akuntansi, bukan berarti pekerjaan-pekerjaan di bidang akuntansi sudah “tidak laku” lagi atau keinggalan zaman. Dengan latar belakang pendidikan akuntansi, ada banyak jalur karier, atau malah jalur bisnis yang masih relevan untuk dapat ditempuh.

 

Jadi, kali ini saya akan mencoba membahas beberapa jalur karier yang saya sering temui dan menggolongkannya menjadi 4 jenis karier.

 

Auditor Eksternal atau Konsultan

 

Opsi ini, terutama jalur karier sebagai auditor eksternal di suatu Kantor Akuntan Publik (KAP), adalah salah satu pilihan karier yang cukup populer bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki latar pendidikan di bidang akuntansi. Yang dimaksud dengan konsultan dalam poin ini adalah konsultan yang memiliki hubungan dengan akuntansi, keuangan, atau bisnis, misalnya konsultan pajak atau konsultan manajemen.

 

Salah satu hal yang menyebabkan pilihan karier ini populer, terlebih lagi pilihan karier sebagai auditor di KAP Big Four atau konsultan di consulting firm terkenal, adalah anggapan banyak orang bahwa jalur karier ini merupakan fast track untuk mencapai karier yang lebih tinggi.

 

Hal ini dapat saya katakan cukup benar. Bekerja sebagai auditor atau konsultan menuntut seseorang untuk dengan cepat mempelajari bisnis suatu perusahaan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, seorang auditor eksternal atau konsultan dapat memiliki pengetahuan yang cukup luas dalam berbagai kasus dan skenario akuntansi suatu bisnis.

 

Apalagi untuk mereka yang memang memiliki minat tinggi di bidang akuntansi, bekerja sebagai auditor dapat membantu meningkatkan ilmu akuntansi dengan signifikan.

 

Terlebih lagi, seringkali seorang auditor atau konsultan ditugaskan untuk mengerjakan lebih dari satu klien. Hal ini membuat seorang auditor atau konsultan terpapar dengan eksposur yang cukup luas. Pilihan karier ini merupakan pilihan karier yang cocok bagi orang-orang yang memang memiliki ambisi karier yang cukup tinggi atau memiliki ketertarikan yang besar di bidang ini.

 

Di samping itu, selain dituntut untuk mengasah pengetahuan bisnis dengan tajam, seorang auditor atau konsultan juga perlu untuk memiliki ilmu komunikasi dan teamwork yang baik, karena seorang auditor atau konsultan perlu untuk terus-menerus berkoordinasi dengan anggota tim maupun dengan klien-kliennya.

 

Hal ini membuat seorang auditor atau konsultan memiliki kapasitas dan kemampuan yang cukup fleksibel yang nantinya dapat berguna untuk berbagai jenis pilihan karier lainnya.

 

Namun, pilihan karier ini juga memiliki konskuensi yang cukup signifikan. Konsekuensi yang paling sering dijumpai adalah jam kerja yang teramat panjang dan melelahkan. Bekerja lembur hingga tengah malam atau pagi, masuk ke kantor di hari libur, adalah hal-hal yang cukup umum dijumpai di KAP.

 

Meskipun beberapa KAP atau consulting firms menerapkan sistem upah lembur yang seringkali dianggap cukup signifikan bagi banyak orang, beban kerja yang sangat berat ini berhasil membuat turnover karyawan di KAP atau consulting firms menjadi sangat tinggi. Banyak auditor atau konsultan yang hanya bekerja selama beberapa tahun sebagai batu loncatan, lalu setelah itu pindah ke perusahaan lain karena tidak tahan dengan jam kerja yang terlampau berat.

 

Walaupun opsi ini memang terbilang baik untuk perjalanan karier, opsi ini bukanlah pilihan yang baik untuk mereka yang memang tidak dapat atau tidak siap dengan jam kerja yang panjang, misalnya mereka yang memerlukan waktu untuk mengurus anggota keluarganya, atau mereka yang tidak memiliki kondisi fisik yang memadai untuk bekerja seperti seorang auditor atau konsultan.

 

Departemen Akuntansi/Keuangan di Perusahaan

 

Jalur karier ini dapat ditempuh dari semenjak titik kelulusan, ataupun di lain waktu, misalnya setelah bekerja beberapa lama di KAP atau consulting firm. Bekerja di departemen Akuntansi/Keuangan di perusahaan pada umumnya memiliki jam kerja yang cukup seimbang dengan kehidupan pribadi, walaupun mungkin ada beberapa kasus di mana terdapat orang-orang yang bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang.

 

Sebagian orang ada yang mengincar perusahaan multinasional karena dianggap memiliki kelebihan dalam beberapa hal, seperti misalnya dalam hal jenjang karier, kompensasi, atau budaya perusahaan. Namun secara umum, tipe pekerjaan ini bisa dikatakan cukup berbeda dengan opsi pertama pada poin sebelumnya, di mana tipe pekerjaan ini biasanya terbilang cukup stabil.

 

Jenis pekerjaan ini cukup cocok dengan orang-orang yang mengincar keseimbangan antara kehidupan karier dan kehidupan pribadi dikarenakan oleh workload yang lebih rendah dibandingkan dengan jalur karier pada poin sebelumnya.

 

Namun, berdasarkan sudut pandang dari sebagian orang-orang yang memiliki ambisi karier yang tinggi, jenis pekerjaan ini kadang dianggap membosankan, tidak memberikan reward yang lebih, atau tidak memiliki tingkat kemajuan karier yang cepat.

 

Selain itu, wawasan akuntansi yang didapat dengan tipe pekerjaan seperti ini secara umum tidak lebih banyak dibandingkan dengan apa yang didapat dengan bekerja di KAP. Hal ini mengakibatkan orang-orang yang ambisius, atau yang sangat ingin mendalami ilmu akuntansi, kadang tidak menjadikan opsi ini sebagai pilihan karier mereka yang pertama.

 

Jalur Management Trainee (MT)

 

Walaupun opsi ini terkadang tidak sepenuhnya berkaitan dengan akuntansi atau keuangan, jalur karier ini juga diminati oleh banyak orang, terutama jalur MT di perusahaan-perusahaan besar. Dengan menempuh jalur ini, seorang kandidat akan dilatih selama beberapa waktu lamanya untuk dijadikan kader-kader kompeten di perusahaan tersebut. Jalur ini dapat membuka banyak peluang dan variasi jenis karier.

 

Orang-orang dengan latar pendidikan akuntansi yang mencoba untuk memilih jalur ini, terkadang memang tidak sepenuhnya memiliki minat spesifik yang tinggi di bidang akuntansi. Dengan jalur ini, seorang kandidat dapat memiliki karier di bidang yang cukup berlainan, seperti misalnya marketing, sales, atau human resource.

 

Ada banyak orang yang mendapatkan reward yang tinggi dan berhasil memiliki perjalanan karier yang tergolong baik melalui jalur ini.

 

Namun, yang perlu diperhatikan dari opsi ini adalah komitmen pada program ini, karena seringkali program MT mengharuskan kandidat untuk bekerja selama sekian waktu lamanya pada perusahaan. Selain itu, ada risiko, setelah melalui berbagai macam proses dan tahapan, bahwa seorang kandidat dapat berakhir di bidang yang tidak disukainya.

 

Karier di Perusahaan Startup atau Perusahaan Berbudaya Startup

 

Saat ini dapat kita temukan banyaknya perusahaan startup atau perusahaan berbudaya startup di Indonesia. Budaya startup yang dikenal masyarakat biasanya identik dengan perusahaan yang meluncurkan produk berbasis teknologi, didominasi karyawan-karyawan yang berumur cukup muda, memiliki jam kerja yang fleksibel, tidak mengharuskan pakaian formal, dan organisasi yang lebih horizontal dibandingkan perusahaan pada umumnya.

 

Hal-hal ini memang nyatanya sering dijumpai pada perusahaan startup ataupun perusahaan berbudaya startup. Salah satu kelebihan utama yang bisa didapat dengan berkarier di perusahaan dengan tipe seperti ini adalah budaya perusahaannya yang umumnya serba cepat. Hal ini berpotensi memberikan dampak positif berupa eksposur ilmu yang banyak, laju karier yang cepat, dan pengalaman di berbagai bidang dalam perusahaan tersebut.

 

Bagi orang-orang yang memiliki antusiasme yang tinggi dalam pekerjaannya, opsi ini merupakan pilihan yang baik, terlebih lagi, beberapa tipe perusahaan ini memberikan reward yang tergolong tinggi bagi karyawan-karyawannya.

 

Namun, ada kalanya tipe pekerjaan ini mengharuskan jam kerja yang cukup panjang, kemampuan adaptasi yang tinggi, dan kesediaan seseorang untuk mau mengerjakan hal-hal yang di luar bidangnya.

 

Selain itu, terutama dengan bekerja di perusahaan yang benar-benar memang perusahaan startup, seorang karyawan juga menghadapi risiko stabilitas dari pekerjaannya, karena bisa saja perusahaan tersebut tidak punya cukup sumber daya untuk memberikan kompensasi yang baik bagi karyawan-karyawannya.

 

Bukan sebuah mitos belaka kalau bisa juga sewaktu-waktu perusahaan tersebut gulung tikar, karena memang belum jelasnya track record keberlangsungan perusahaan tersebut dikarenakan perusahaan tersebut baru saja memulai bisnisnya. Hal ini membuat opsi ini menjadi kurang cocok bagi orang-orang yang mengincar stabilitas dalam kehidupan kariernya.

 

Di luar dari kelebihan dan kelemahan masing-masing, kita harus selalu belajar mengetahui apa yang menjadi prioritas kita dalam menempuh karier. Ada sebagian orang yang memang ingin menempuh karier yang sangat tinggi dengan jam kerja yang padat, ada sebagian orang yang memiliki kewajiban-kewajiban di luar kehidupan kariernya yang tidak dapat dihindari, atau ada juga sebagian orang yang memiliki tujuan dan  prioritas yang lain.

 

Sebelum kita mulai memilih suatu karier baru, alangkah baiknya bila kita benar-benar mempelajari prioritas kita dan mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai karier tersebut agar kita tidak salah membuat pilihan.