SWARA –  Belakangan media nasional banyak membahas soal penyakit autoimun, usai penyanyi Ashanty berbagi  kisah perjuangannya melawan penyakit tersebut. Nggak cuma artis dalam negeri, pesohor dunia musik Amerika Serikat Selena Gomez pun turut bercerita menderita gangguan kesehatan yang sama. Gomez mengungkap kondisi medisnya itu pada 2017 lalu.

 

 

Gangguan autoimun sendiri merupakan sebuah kondisi medis ketika sistem kekebalan menyerang tubuh manusia secara keliru. Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh manusia dari ancaman virus dan bakteri dengan menyerangnya. Namun, pada tubuh penderita autoimun, sistem kekebalan itu justru menyerang sel-sel sehat. Ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh nggak bisa membedakan sel asing dengan sel tubuh manusia itu sendiri.

 

Lalu apa penyebab autoimun?

Hingga saat ini ahli medis belum mengetahui pasti penyebab autoimun. Namun, biasanya beberapa jenis penyakit autoimun hanya berdampak pada satu organ tubuh. Pada kasus tertentu, penyakit ini dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh manusia, seperti dialami penderita systemic lupus erythematosus (SLE).

 

Ada dugaan, kondisi autoimun dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang buruk. Infeksi dan paparan bahan kimiawi, misalnya, diduga menyumbang pada peningkatan jumlah penderita autoimun. “Diet Barat” yang mengandung kadar lemak, gula, dan olahan yang tinggi juga diduga menyebabkan autoimun. Namun, dugaan ini belum ada bukti ilmiahnya. Studi lain juga mengungkap bahwa bila manusia mengalami defisiensi paparan matahari, bisa bikin sistem kekebalan tubuh lebih rentan bereaksi terhadap zat-zat berbahaya.

 

Perempuan lebih rentan?

Penyakit autoimun lebih sering menyerang kelompok perempuan. Berdasarkan studi pada 2014, perempuan beresiko mengalami autoimun dengan perbandingan 2:1, dalam rentang usia 15 hingga 44 tahun. Usia tersebut menunjukkan autoimun sering terjadi pada perempuan yang sudah masuk masa subur. Pengaruh estrogen pada tubuh perempuan diduga jadi alasan. Sementara itu laki-laki juga berpotensi kena, tapi resikonya lebih kecil.

 

Untuk jenis penyakit autoimun tertentu, sifatnya hereditaris. Artinya, jika orang tua atau anggota keluarga lain memiliki riwayat penyakit autoimun, anak dan atau anggota keluarga lainnya dapat mewarisi kerentanan yang sama.

 

Gejala

Penyakit autoimun sangat beragam, tergantung dari syaraf yang terganggu. Gejalanya awal biasanya ditandai dengan kelelahan fisik, otot pegal, bengkak dan kemerahan, sulit berkonsentrasi, dan demam ringan. Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki, ruam kulit, dan rambut rontok juga jadi salah satu gejala awal.

 

Untuk penyakit tertentu, gejalanya bisa lebih khusus. Diabetes tipe 1, misalnya, menyebabkan penderitanya haus secara berlebihan, lelah terus-menerus, dan mengalami penurunan berat badan. Contoh lainnya adalah penyakit inflamasi khusus dengan gejala kembung, diare, atau sakit perut.

 

Bagaimana cara mengobatinya?

Penyakit autoimun nggak dapat disembuhkan, akan tetapi dapat diminimalkan dengan perawatan. Perawatan ini nantinya yang akan mengontrol respons kekebalan tubuh yang terlalu aktif menyerang sel-sel sehat. Perawatan yang baik juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan pada penderita, ataupun menurunkan peradangan itu sendiri.

 

Obat yang digunakan dalam perawatan kondisi autoimun beragam, mulai dari obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), naproxen untuk menekan kekebalan tubuh, dan ibuprofen (Advil, Motrin). Jenis perawatan untuk mengurangi gejala seperti bengkak, ruam kulit, lelah, dan rasa sakit juga ada.

 

Apakah autoimun dapat dicegah?

Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan agar terhindar dari autoimun. Diet dengan nutrisi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari stres berlebihan adalah hal-hal penting yang bisa kamu lakukan sendiri untuk meminimalkan risiko.

 

Walau gejalanya terdengar remeh, tetapi penyakit autoimun dapat berakibat fatal karena memengaruhi organ-organ vital dalam tubuh kamu. Karena itu lakukan hal untuk mencegahnya serta temui ahli medis jika mencurigai adanya gejala-gejala autoimun. Stay healthy!