Berumah tangga tentu sudah menjadi impian bagi hampir semua masyarakat di Indonesia. Siapa yang tidak mau menghabiskan hidup bersama kekasih yang kita sayangi?

 

Tetapi, tahukah kalian jika rumah tangga dapat menjadi neraka jika keuangan rumah tangga tidak diatur dengan baik?

 

Ada banyak sekali pernikahan yang berujung dengan perceraian hanya karena masalah keuangan rumah tangga.

 

Yuk, mari kita belajar cara mengatur keuangan rumah tangga agar konflik-konflik keuangan dalam rumah tangga dapat dihindari.

 

Demi menciptakan keluarga muda yang aman, yuk, mulai rencanakan liburan bersama keluarga. Jika masih bingung dan terkendala masalah biaya, bisa coba Kalkulator Finansial dari Swara Tunaiku. Kamu dapat menghitung berapa saja persiapan yang harus kamu butuhkan untuk liburan. Cek di sini.

 

Dalam rumah tangga, pasangan harus sepakat!

 

Keuangan adalah salah penyebab perceraian terbanyak di dunia. Lucunya, keuangan ini juga jarang dibahas oleh pasangan-pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan.



Alasannya banyak sih, di negara seperti Indonesia, membicarakan keuangan itu termasuk hal yang tabu. Pasangan biasanya menghindari topik mengenai keuangan.

 

Nah, justru usahakan selama masa pengenalan, pastikan kalian juga harus mengenali keuangan pasangan kalian. Ketahuilah mindset pasangan kalian dalam hal keuangan. Bagaimana cara pasangan kalian melakukan spending, apakah pasangan sudah membangun aset investasi atau belum dan sebagainya.

 

Kalian tidak mungkin menikah dengan seseorang yang mindset keuangannya masih belum beres! Pernikahan akan berakhir sebagai bencana!



Sebagai pasangan suami istri, kalian harus sepakat mengenai keuangan! Seberapa besar penghasilan yang akan dibagi, siapa yang akan mencari nafkah, berapa banyak porsi penghasilan yang akan diinvestasikan, seberapa banyak yang akan diberikan ke orang tua, siapa yang akan mengatur keuangan rumah tangga, dan sebagainya.

 

Tidak mengenal mindset keuangan pasangan akan membawa kita pada ekspektasi yang salah. Ada orang-orang yang berekspektasi jika pasangannya dapat memenuhi semua keinginannya, tetapi semua ekspektasi itu buyar setelah menikah. Kecewalah orang tersebut terhadap pasangannya.

 

Ingat, pernikahan adalah kerja sama, bukan yang satu bekerja yang satu menikmati!

 

Artikel lain: 6 Langkah Antisipasi Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tetap Tenang

 

Hal-hal yang harus dihindari dalam mengatur keuangan rumah tangga

 

Berikut hal-hal yang harus dihindari ketika merencanakan keuangan agar kamu bebas konflik keluarga.

 

1. Tidak transparan terhadap pasangan

 

Sebagai seorang pasangan, tentu kalian harus transparan mengenai keuangan terhadap pasangan kalian.



Pasangan harus tahu penghasilan masing-masing, kebiasaan-kebiasaan keuangannya, serta kebiasaan pengeluarannya.



Jangan sampai ada hal-hal yang ditutup-tutupi. Semua hal yang ditutup-tutupi malah akan menimbulkan konflik.

 

2. Sembarangan dalam berinvestasi

 

Di zaman sekarang, ada banyak investasi-investasi bodong yang siap menerkam keuangan dengan target para keluarga muda.

 

Hati-hati dalam menempatkan dana dalam berinvestasi. Ada banyak pasangan yang serakah, menempatkan semua hartanya dalam investasi yang agresif atau bahkan investasi bodong.

 

Jika sudah meledak, maka yang rugi adalah pasangan itu sendiri. Harta kekayaan yang sudah dibangun sejak lama habis dalam waktu 1 hari tanpa sempat dinikmati.

 

Kasus seperti ini sudah banyak terjadi di banyak rumah tangga di Indonesia.

 

Artikel lain: Keuangan Pasca Lebaran Jadi Berantakan? Lakukan Langkah Antisipasi Ini

 

3. Berfokus dalam hal jangka pendek ketimbang jangka panjang

 

Belakangan ini banyak pasangan muda hanya berfokus pada kebutuhan jangka pendek dalam mengatur keuangan keluarga.



Beli kendaraan, elektronik, perabotan rumah, jalan-jalan dan lain-lain. Semua itu perlu, tetapi kebutuhan masa depan harus dipikirkan juga.



Masa tua atau masa pensiun adalah masa di mana kita harus hidup tanpa penghasilan! Bayangkan jika kita tidak memiliki dana yang cukup untuk hidup di masa tua kita.

 

Sisihkan penghasilan rumah tangga untuk kebutuhan masa tua. 

 

Berinvestasilah dengan baik dan benar, dijamin, di masa tua kalian, kalian tidak akan meminta-minta pada anak cucu.

 

4. Mengejar gengsi dan termakan omongan tetangga dan kerabat

 

Dalam mengatur keuangan keluarga muda, jangan sampai kita termakan omongan kerabat-kerabat kita!

 

Kadang, ada banyak pasangan yang selalu termakan gengsi, ingin terlihat lebih sukses dan mentereng daripada tetangganya, teman-temannya, atau saudara-saudaranya. 

 

Mengejar gengsi adalah hal yang sangat tidak diperlukan dalam keuangan rumah tangga!

 

Tidak perlu iri dan gengsi! Setiap rumah tangga punya prioritas dan rencananya sendiri. Jangan menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu, hanya untuk dipamerkan pada orang yang mungkin tidak kita sukai.

 

Sebenarnya teori mengenai mengatur keuangan dalam rumah tangga itu cukup mudah. Hitung-hitungannya juga tidak rumit dan dapat dipelajari dari berbagai sumber.

 

Yang sulit sebenarnya adalah komitmen untuk terus merencanakan keuangan rumah tangga untuk masa depan yang lebih baik.



Komunikasi dengan pasangan adalah hal yang utama! Yuk, mari kita belajar untuk menjalin komunikasi keuangan yang baik dengan pasangan kita, agar tercipta rencana keuangan yang tepat bagi masa depan rumah tangga kita.