SWARA – Setelah menutup diri selama berbulan-bulan, akhirnya wisata Bali kembali dibuka. Mulai 31 Juli lalu, pemerintah Bali memutuskan untuk menerima wisatawan dalam negeri di era new normal.

 

Tentunya, aktivitas wisata di Bali tetap dijalankan dengan memberlakukan protokol kesehatan. Sebagai pengunjung pun, kita tidak bisa lengah dalam menjaga diri dari penyebaran virus corona saat berwisata. Saatnya Bali bangkit, ini semua hal yang harus kamu tahu soal wisata Bali di era new normal.

 

Persiapan Bali Menyambut Era New Normal

Sebelum wisata Bali kembali dibuka, pemerintah Bali mengalami kerugian di bidang pariwisata mencapai Rp48,5 triliun. Padahal, industri pariwisata merupakan penggerak roda ekonomi utama di Bali. Demi membangkitkan ekonomi Bali, aktivitas wisata pun kembali dibuka. 

 

Di era new normal, kegiatan wisata akan terasa berbeda dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Pemerintah Bali menyadari perlunya penyesuaian baru untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung saat berlibur. Salah satunya adalah pemberian sertifikasi khusus untuk protokol new normal. 

 

Sertifikasi pada tempat wisata menjadi penanda bahwa tempat wisata tersebut memprioritaskan kesehatan pengunjung. Tanpa sertifikasi, tempat wisata tidak diizinkan untuk kembali berkegiatan. 

 

Selain tempat wisata, kamu mungkin juga mengkhawatirkan keamanan di tempat penginapan. Sama seperti tempat wisata, hotel-hotel Bali wajib mengikuti protokol kesehatan khusus yang diberlakukan pemerintah. Pihak hotel diharuskan untuk menyediakan masker cadangan, tempat cuci tangan, ruang isolasi, serta pengecekan suhu tubuh secara berkala.

 

Sejauh ini, wisata di Bali masih dibatasi untuk turis domestik. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah Bali dalam mencegah penyebaran virus yang semakin luas. Nantinya, sektor pariwisata baru akan kembali dibuka sepenuhnya pada September 2020 mendatang. 

 

Transisi Aktivitas Wisata Bali dengan Metode QRIS

Pernahkah kamu mendengar tentang Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS)? QRIS merupakan standarisasi pembayaran dari Bank Indonesia dengan menggunakan QR Code. Di era new normal, sektor pariwisata Bali mulai menerapkan metode ini. 

 

Penerapan QRIS secara tidak langsung juga mendukung protokol kesehatan. Kamu tidak perlu melakukan kontak fisik ketika akan melakukan pembayaran. Seluruh transaksi bisa difokuskan dengan metode cashless.

 

Tidak hanya minim kontak fisik, QRIS juga mempercepat proses transaksi keuangan saat berlibur di Bali. Selama kamu memiliki koneksi internet yang baik, kamu bisa menikmati liburan dengan mudah, aman, dan cepat. 

 

Cara Menikmati Liburan di Bali pada Era New Normal

Di era new normal, tidak sembarang orang diberi izin untuk menikmati liburan di Bali. Kamu harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah diberlakukan oleh pemerintah setempat. Syarat-syarat tersebut antara lain: 

 

  • Menunjukkan hasil rapid test

 

Setiap wisatawan diharuskan untuk melakukan rapid test sebelum berkunjung ke Bali. Hasil rapid test akan diperlihatkan kepada petugas saat kamu akan masuk ke Bali, baik melalui pesawat, bus, kapal, ataupun kendaraan pribadi. Apabila rapid test menunjukkan hasil reaktif, kamu diberi kesempatan untuk melakukan pengujian tambahan berupa swab test di Bali. 

 

  • Menggunakan aplikasi PeduliLindungi

 

Aplikasi PeduliLindungi digunakan sebagai pelacak untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan fitur bluetooth dan akan memberikan notifikasi apabila kamu tengah berada di zona merah. Untuk bisa menggunakannya, silahkan unduh dan aktifkan aplikasi PeduliLindungi di ponselmu.

 

  • Mengaktifkan GPS

 

Tidak hanya melalui aplikasi PeduliLindungi, pelacakan juga bisa dilakukan melalui GPS di ponselmu. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya menjaga pengunjung dari penyebaran virus corona. Jika kamu enggan mengunduh aplikasi PeduliLindungi, kamu bisa tetap menunjukkan posisi diri dengan mengaktifkan GPS. 

 

  • Mengikuti protokol kesehatan dengan tertib

 

Selama berlibur, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sesuai ketentuan dari pemerintah Bali. Salah satu protokol dasarnya adalah kewajiban penggunaan masker, menjaga jarak, dan membawa hand sanitizer. Tidak hanya menjaga kesehatan diri, kamu juga bisa mengurangi kemungkinan penyebaran virus dengan menjalani protokol kesehatan secara tertib.

 

  • Mengisi form lapor diri

 

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali diwajibkan untuk mengisi form lapor diri secara online. Form tersebut bisa diakses melalui https://cekdiri.baliprov.go.id. Nantinya, hasil pengisian perlu ditunjukkan kepada petugas beserta dengan identitas diri saat akan masuk ke Bali. 

 

Di era new normal, wisata ke Bali mungkin tidak akan sebebas biasanya. Ketahui kebijakan new normal di Bali agar bisa menikmati liburan yang nyaman dan aman.