Beranda > Gaya Hidup > Faktor Risiko dan Proses Pengobatan Anak yang Mengidap Leukemia yang Wajib Diketahui

Faktor Risiko dan Proses Pengobatan Anak yang Mengidap Leukemia yang Wajib Diketahui

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWinny Witra Maharani
Faktor Risiko dan Proses Pengobatan Anak yang Mengidap Leukemia yang Wajib Diketahuiwatermark

TUNAIKU.COM – Saya yakin, hampir semua orang pernah mendengar penyakit satu ini: Leukemia alias kanker sel darah putih. Jenis kanker yang terbentuk saat sel-sel darah putih abnormal terbentuk di sumsum tulang, menyebar melalui aliran darah dan mendesak sel-sel sehat, yang kemudian meningkatkan risiko tubuh terkena infeksi dan komplikasi lain yang mengancam jiwa si penderita.

 

Artikel terkait: Penyakit yang mengintai orang dewasa

  1. Kenali Computer Vision Syndrome, Penyakit Akibat Lama Menatap Komputer
  2. Milenial, Yuk Benahi Pola Hidupmu untuk Menghindari 5 Penyakit Ini!
  3. Mengenal Lebih Jauh tentang Penyakit Lupus

 

Leukemia, apabila dilihat dari persentase penderitanya, termasuk jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Meskipun begitu, tingkat keberhasilan pengobatan leukemia anak tergolong cukup tinggi.

 

Faktor Risiko

Leukemia bisa dibilang adalah penyakit yang cukup misterius. Pasalnya, hingga saat ini, alasan dan faktor-faktor terjadinya leukemia pada anak masih belum menemukan titik terang. Walaupun demikian, ada beberapa faktor risiko yang bisa diamati. Misalkan sebagai berikut:

 

  • Anak menderita kelainan bawaan seperti Li-Fraumeni syndrome, Down syndrome, atau Klinefelter syndrome, atau kelainan sistem imunitas seperti ataxia telangiectasia.
  • Anak memiliki saudara kandung yang mengidap leukemia, terutama saudara kembar.
  • Pernah terekspos dengan radiasi tingkat tinggi, kemoterapi, atau bahan kimia seperti bensin dan bahan bakar minyak lainnya yang digunakan di pabrik.
  • Rokok, alkohol, dan asupan-asupan bersifat karsinogen lainnya juga diketahui dapat meningkatkan risiko leukemia, terutama jenis acute myelogenous leukemia.

 

Apa saja proses pengobatan leukemia pada anak?

 

Butuh proses yang panjang mengobati leukemia pada anak. Untuk meringkasnya, Swara Tunaiku jabarkan sebagai berikut:

 

1. Diagnosa

Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan melakukan penelusuran histori medis dan pemeriksaan fisik. Kemudian, diperlukan rangkaian tes awal seperti tes darah, sumsum tulang belakang, dan spinal tap. Hasil tes ini akan mengungkapkan tipe leukemia yang diderita, sekaligus pendekatan pengobatan yang cocok dilakukan.

 

2. Pengobatan

Sebelum pengobatan penyakit leukemia itu sendiri, terkadang sang anak membutuhkan penanganan awal untuk mengobati komplikasi yang diderita. Misalkan, perubahan sel-sel darah yang menyebabkan infeksi, pendarahan berat, dan berdampak pada jumlah oksigen yang mencapai jaringan tubuh. Pengobatannya dapat berupa pemberian antibiotik, transfusi darah, atau langkah-langkah lain untuk melawan infeksi.

 

Dikutip dari Femina, menurut Dr. dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM dari Divisi Hematologi-Okologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ada tiga macam terapi dan pengobatan Leukemia, yakni:

 

  • Kemoterapi
  • Pengobatan dengan menggunakan obat antikanker yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker melalui injeksi ke dalam vena, injeksi ke cairan sumsum tulang, atau sekadar konsumsi kapsul/tablet. Saat ini, kemoterapi menjadi pengobatan utama untuk leukemia anak.

 

  • Terapi biologi
  • Terapi dengan penggunaan obat-obat khusus untuk meningkatkan kekebalan alami tubuh terhadap kanker. Pada leukemia kronis jenis CML, telah digunakan obat yang dikenal sebagai terapi target, yaitu bernama imatinib mesilat dan dasatinib.

 

  •  Terapi sel punca atau transplantasi sumsum tulang
  • Suatu tindakan menggantikan sumsum tulang penderita dengan sumsum tulang yang sehat. Sel punca sehat dapat berasal dari penderita itu sendiri setelah menjalani kemoterapi (disebut transplantasi sumsum tulang otologus) atau berasal dari orang lain (transplantasi sumsum tulang alogenik).

 

Terapi ini telah lama dilakukan pada penderita leukemia akut dengan kelainan genetik yang  mempunyai prognosis yang buruk.

 

Selain terapi, pengobatan leukemia juga meliputi radiasi, yaitu dengan menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan tumor. Radiasi digunakan untuk membantu mencegah penyebaran leukemia ke bagian tubuh lainnya.

 

Jika kedua cara di atas masih kurang efektif, alternatif berikutany adalah transplantasi sel induk setelah radiasi seluruh tubuh yang dikombinasikan dengan kemoterapi berdosis tinggi untuk menghancurkan sumsum tulang anak.

 

Artikel terkait: Penyakit yang dapat menyerang anak

  1. Ibu Perlu Waspada, Penyakit Ini Mudah Sekali Menyerang Anak-Anak
  2. Cara Terbaik untuk Lindungi Anak dari Penyakit Menular di Luar Rumah
  3. Hati-Hati, 7 Perabot Rumah Tangga Ini Bisa Jadi Sumber Penyakit

 

Efek samping selama masa pengobatan

Selama masa pengobatan, ada efek samping yang timbul sebagai reaksi tubuh. Ada yang hanya berlangsung selama masa pengobatan, ada juga yang bersifat permanen.

 

Sebagai contoh, efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan yang digunakan tidak memiliki kemampuan membedakan antara sel kanker yang berkembang pesat secara abnormal dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat.  Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut akan mengalami efek negatif akibat kemoterapi.

 

Efek samping yang dirasakan dapat berupa rambut rontok, mual dan muntah, sesak napas, pendarahan, dan tentunya gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Efek samping kemoterapi ini umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi selesai.

 

Sedangkan untuk pengobatan melalui radiasi, ada efek samping permanen yang terjadi karena radioterapi tidak hanya merusak DNA sel kanker namun juga pada sel normal. Misalkan, apabila yang diradioterapi adalah bagian perut, maka kandung kemih tidak lagi elastis dan membuat pasien buang air kecil lebih sering. Apabila di bagian dada atau leher, berisiko untuk mengalami penyempitan saluran nafas dan tenggorokan, sehingga susah untuk menelan.

 

Pengobatan leukemia pada anak memang sangat menguras energi, fisik dan mental. Nggak hanya untuk si kecil, tapi juga kamu sebagai orangtua. Satu hal yang perlu kamu tahu, angka survival untuk anak-anak penderita leukemia semakin meningkat dari tahun ke tahun berkat cara penanganan yang semakin spesifik. Selain itu, tubuh anak-anak pun cenderung memiliki memiliki respon yang lebih baik untuk pengobatan dibandingkan orang dewasa.

 

Semoga kamu nggak perlu mengalami hal ini ya!

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett