Beranda > Gaya Hidup > Bagaimana Cara Melunasi Utang Sebelum Menikah? Coba Terapkan Cara Ini

Bagaimana Cara Melunasi Utang Sebelum Menikah? Coba Terapkan Cara Ini

Artikel ini ditulis oleh:
Bagaimana Cara Melunasi Utang Sebelum Menikah? Coba Terapkan Cara Iniwatermark

TUNAIKU.COM –  Karena saya paling nggak jago yang namanya mengatur keuangan, sekarang masih ada utang cicilan kartu kredit yang harus dibayar tiap bulan. Kadang, kalau melihat teman yang sudah menikah, jadi suka mikir sendiri. Apakah saya bisa memulai kehidupan rumah tangga kalau masih ada utang?

 

Bukankah akan lebih enak kalau punya keuangan yang sehat saat mulai membina rumah tangga bareng pasangan? Jadi nggak akan mikir utang melulu sepanjang hari.

 

Umumnya, saat masih muda yaitu berusia 25 hingga 30 tahun, kamu lebih mudah berutang untuk kebutuhan ini dan itu. Karenanya, mulai dari sekarang perlu banget untuk mencari cara melunasi utang. Saya pun berpikiran demikian. Biar nggak pusing belakangan, kalau mau nikah semua utang harus sudah lunas, deh.

 

Ini, lho, cara melunasi utang sebelum menikah yang bisa kamu terapkan. Cocok buat kamu yang tengah menyiapkan pernikahan tapi masih punya utang segudang.

 

Artikel terkait: Informasi Pendidikan

  1. Tengok Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia
  2. Prediksi Biaya Kuliah di Tahun 2025 dan Cara Menyiasatinya
  3. Rusia Bisa Jadi Solusi Kuliah di Luar Negeri yang Terjangkau. Kamu Tertarik?  

 

1. Membuat daftar utang

Langkah awal yang bisa kamu lakukan yaitu menyusun perencanaan keuangan agar terbebas dari utang. Coba buat daftar seluruh utangmu agar benar-benar terjabarkan secara jelas. Misalnya, kamu memiliki utang KTA, kartu kredit, dan KPR. Masing-masing utang ini pastinya punya jumlah cicilan, bunga, sisa pokok utang dan waktu pelunasan yang berbeda.

Jika tidak membuat daftar utang, hal ini pasti akan membuatmu bingung. Jadi, buat dulu debt list atau daftar utang agar lebih rapi dan jelas. Caranya sederhana dan nggak bikin repot. Kamu bisa membuat daftar utang di Ms.Excel. Lihat contoh berikut ini, ya.

Utang Sisa Pokok (Rp) Bunga % per Tahun
KPR 712.000.000 10,00%
Kartu Kredit A 15.000.000 30,60%
Kartu Kredit  22.000.000 30,60%
KTA 30.000.000 17,52%

 

2. Berhenti menambah utang baru

Setelah selesai membuat daftar utang, saatnya bergerak pada langkah yang kedua nih. Kamu harus segera berhenti menggunakan sistem ‘gali lubang tutup lubang’. Alias nggak boleh menambah utang baru, nih!

Biasanya, karena sudah nggak ada duit, kamu membayar dari hasil utang juga. Sayangnya, bunga dari utang baru ini nggak lebih kecil dari utang yang sebelumnya.

 

Lihat contoh berikut ini, ya.

  • Utang lamamu: Kartu Kredit A, Rp10.000.000 bunga 30% per tahun.
  • Mengambil utang baru Kartu Kredit B untuk melunasi utang Kartu Kredit A.
  • Utang baru: Kartu Kredit B, Rp10.000.000 bunga 30% per tahun.
  • Mengambil utang baru Kartu Kredit C untuk melunasi utang Kartu Kredit B.
  • Utang baru: Kartu Kredit C, Rp10.000.000 bunga 30% per tahun.
  • Mengambil utang baru Kartu Kredit A untuk melunasi utang Kartu Kredit C.

Jika kamu punya sistem melunasi utang seperti ini, sampai kapan pun juga nggak bakal lunas. Sebagai pertimbangan, kamu bisa melakukan atau konsolidasi utang agar bisa diringankan bunga dan cicilannya. Kalau menurut Investopedia, makna Debt Consolidation yaitu:

“Debt consolidation means taking out a new loan to pay-off a number of liabilities and consumer debts, generally unsecured ones.”

“ In effect, multiple debts are combined into a single, larger piece of debt, usually with more favorable pay-off terms: a lower interest rate, lower monthly payment or both”.

Lebih mudahnya, ini adalah sebuah cara untuk melunasi beberapa utang (terutama utang konsumtif) dengan mengambil utang yang baru. 

 

Berikut ini adalah ilustrasi berdasarkan contoh utang yang disebutkan di atas. Misalnya kamu memiliki banyak utang, total terdapat empat utang yang harus dibayar.

  • Utang KTA (Kredit Tanpa Agunan), sisa pokok Rp30.000.000 dan bunga 17,52% per tahun.
  • Utang KPR, sisa pokok Rp712.000.000 dan bunga 10,00% per tahun.
  • Utang Kartu Kredit B, sisa pokok Rp22.000.000 dan bunga 30,60% per tahun.
  • Utang Kartu Kredit A, sisa pokok Rp15.000.000 dan bunga 30,60% per tahun.

Lalu, kamu melakukan konsolidasi keuangan dengan pihak bank. Solusinya, kamu bisa mengajukan Kredit Multi Guna yang memakai aset BPKP mobil untuk jaminan. Kamu pun dapat pinjaman sebesar Rp68 juta. Dengan cara ini, utangmu yang awalnya berjumlah empat akan menjadi dua saja.

Utang Sisa Pokok (Rp) Bunga % per Tahun
KPR 712.000.000 10,00%
Kredit Multi Guna 68.000.000 12,00%


Jika diteliti lagi, apa saja, ya, keuntungan dari melakukan konsolidasi utang?

Keuntungannya adalah sistem pembayaran utang nggak lagi ribet. Misalnya,  dari empat utang menjadi dua. Kedua, bunganya tentu akan lebih rendah dan nilai cicilan yang ikutan turun.

Kalau kamu tertarik, bisa dilakukan dengan berkonsultasi pada pihak bank, khususnya bagian perencana keuangan. Konsultasikan kira-kira seberapa besar, sih, keuntungan yang bisa kamu dapat dari konsolidasi utang ini. Ada kalanya, melunasi utang yang dipercepat akan dikenai biaya tambahan. Sehingga kesimpulan langkah kedua adalah berhenti berutang baru; atau mempertimbangkan konsolidasi utang.

 

3. Usahakan untuk menambah sumber penghasilan

Ada beberapa kasus, kamu kesulitan menbayar utang karena gaji yang sedikit. Hanya ada satu solusi yang bisa kamu ambil yaitu menambah sumber penghasilan nih!

Kamu bisa lho nyobain jadi freelance di beberapa situs seperti Projects.co.id, Sribulancer.com atau memulai bisnis online. Kalau ada ide kreatif lainnya, bisa banget untuk dicoba.

Meski sudah kepepet, jangan sampai tergiur dengan investasi yang nggak jelas, ya. Contohnya adalah investasi titip uang  yang menawarkan kalau kamu akan dapat keuntungan berupa bunga. Ini merupakan salah satu bentuk penipuan. Oknum nakal memang suka menyasar orang yang ada masalah keuangan dengan penawaran investasi bodong. Misalnya nih, kamu ikutan bisnis A dan bisa memperoleh penghasilan 2% tiap bulannya.

 

4. Melunasi utang satu persatu

Jika sudah melakukan langkah ketiga, yuk, segera melunasi utang yang ada satu per satu. Pilihannya adalah snowball debt ataupun debt avalanche (debt stacking). Tentunya perlu mempertimbangkan konsekuensi yang ada untuk tiap-tiap pilihan ini.

 

Penjelasan Snow Ball Debt

Kalau yang ini, kamu perlu fokus untuk membayar semua utang dengan sisa pokok utang yang terkecil.

Utang Sisa Pokok (Rp) Bunga % per Tahun
Kartu Kredit A 15.000.000 30,60%
Kartu Kredit B 22.000.000 30,60%
KTA 30.000.000 17,52%
KPR 712.000.000 10,00%


Penjelasan
Debt Avalanche

Jika memilih Debt Avalanche, kamu bisa fokus dengan melunasi  utang yang punya bunga paling besar.

Ilustrasi kasus utangmu:

Utang Sisa Pokok (Rp) Bunga % per Tahun
Kartu Kredit B 22.000.000 30,60%
Kartu Kredit A 15.000.000 30,60%
KTA 30.000.000 17,52%
KPR 712.000.000 10,00%


Sudah memutuskan akan memilih cara yang mana? Kalau bimbang, bisa kamu diskusikan dengan perencana keuangan. 

 

5. Barulah melunasi utang lainnya

Setelah selesai melunasi satu utang, saatnya fokus pada utang yang lainnya. Bolehkah kamu membayar cicilan minimum? Usahakan untuk membayar di atas batas minimum, Karena kamu bisa, lho dikenai denda dari adanya sisa tagihan.  

Contoh tagihan kartu kredit A kamu adalah Rp15.000.000 dan pembayaran minimum Rp2.000.000.

Jika kamu hanya membayar minimum (hanya  Rp2.000.000), maka sisa utangmu  (Rp13.000.000) ini akan dikenakan bunga.

Bayangkan saja, kalau kamu membayar cicilan pada angka minimum, maka bisa dibilang kamu hanya bayar bunganya saja, dong?

 

6. Buat perencanaan keuangan

Sebelum melangkah ke tahap terakhir, pastikan melakukan langkah keempat dan kelima secara konsisten, ya. Sehingga utangmu benar-benar lunas. Jika sudah benar-benar selesai, saatnya merencanakan masa depan keuanganmu.

 

Artikel terkait: Tips Keuangan dan Informasi Asuransi

  1. Jangan Sampai Salah, Ini Sepuluh Cara Memilih Asuransi Syariah yang Tepat!
  2. 10 Istilah Asuransi yang Paling Umum Dipakai Agar Kamu Nggak Bingung  
  3. Asuransi Kesehatan, Investasi yang Tepat untuk Pekerja Lepas

 

Misalnya, dengan merealisasikan tujuan keuangan dan membangun aset. Caranya adalah dengan melakukan perencanaan keuangan. Bisa dikatakan perencanaan keuangan ini sama halnya peta atau GPS yang bakal membantumu dalam bergerak.

Bergerak dari kondisi keuangan terkini  ke arah perwujudan tujuan keuangan. Skema gamblangnya, kamu yang memiliki banyak utang beranjak ke arah bebas utang. Dengan destinasi terakhir yaitu mampu mewujudkan rencana keuangan.

Dengan cara-cara yang telah disebutkan, kamu yang masih single bisa segera melunasi utangmu. Nggak perlu terjebak terlalu lama pada dilema masalah keuangan. Lupakan masa lalumu saat belum teredukasi masalah keuangan dengan baik sehingga suka belanja dan hedonis.

 

Kini, setelah sudah terbebas dari belenggu utang, saatnya beraksi untuk ‘mengoleksi’ aset. Segera buat perencanaan keuangan yang sesuai dengan saran yang telah disebutkan. Selamat mencoba!

 

PINJAMAN TUNAIKU

 

 

 

 


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett