SWARA – Kondisi ekonomi dunia saat ini masih tak menentu. Hal ini juga mempengaruhi Indonesia karena situasi pandemi yang masih belum usai. Tapi, di tahun 2021 ini, Indonesia diprediksi bisa mengalami pemulihan ekonomi. 

 

Menurut Economist Millennials PT Bank Amar Indonesia Tbk. Rachel Elizabeth Hosanna, ada lima faktor yang akan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia tahun ini, yaitu:

 

  • Vaksin Covid-19

 

Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan distribusi vaksin yang lebih cepat. Hal ini menjadi faktor utama yang menentukan pola pemulihan ekonomi. 

 

Rencananya, pemberian vaksin akan dilakukan kepada 181,5 juta penduduk Indonesia dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Harapannya, pemberian vaksin ini akan memungkinkan tercapainya herd immunity.

 

Karena adanya distribusi vaksin ini, optimisme terhadap pemulihan ekonomi pun semakin tinggi. 

 

  • Perkembangan protokol kesehatan 

 

Pemerintah belum lama ini baru saja memberlakukan protokol kesehatan baru berupa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Aturan ini disesuaikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Jadi, tidak seperti PSBB saat pandemi pertama kali masuk ke Indonesia dulu, PKM tidak membatasi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi di tengah pandemi. Para pelaku usaha juga mulai beradaptasi dengan pola kerja yang baru. 

 

Hal ini menjadi kesempatan positif bagi kondisi ekonomi negara untuk bisa kembali pulih. 

 

  • UU Cipta Kerja dan PSN

 

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sebelumnya sempat menuai banyak kontroversi. Tapi, aturan dalam UU baru tersebut memberikan kesempatan besar bagi investor untuk melakukan investasi. 

 

Selain itu, Program Strategis Nasional (PSN) juga akan kembali berlanjut. Pemerintah memprioritaskan pembangunan di bidang infrastruktur serta sejumlah bidang lainnya, salah satunya kesehatan. 

 

Karena kelanjutan dari UU Cipta Kerja dan PSN, ekonomi Indonesia memiliki kesempatan untuk mengalami pemulihan di tahun 2021 ini. 

 

  • Pertumbuhan UMKM

 

Di masa pandemi ini, pemerintah telah mengalokasikan dana bantuan untuk UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari total Rp600 triliun dana PEN, 60 persen di antaranya diberikan untuk sektor UMKM.

 

Pemerintah menargetkan 64 juta unit UMKM untuk mengalami kenaikan konsumsi rumah tangga. Jadi, UMKM yang ada di Indonesia bisa semakin bertumbuh di tengah situasi pandemi. 

 

Dengan adanya bantuan dari pemerintah, UMKM memiliki kesempatan untuk mengalami pertumbuhan, serta berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. 

 

  • Transformasi digital jasa keuangan

 

Karena kegiatan masyarakat kini berbasis digital, jasa keuangan juga mulai bertransformasi secara digital. Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang erat dengan pemakaian teknologi.

 

Ditambah lagi, pemakaian internet di kalangan masyarakat Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Jasa keuangan yang berlandaskan dengan teknologi digital bisa memberikan daya tarik tambahan bagi masyarakat. 

 

Transformasi digital ini juga dilakukan oleh Amar Bank. Amar Bank memberikan layanan perbankan dengan memaksimalkan fungsi big data serta Artificial Intelligence (AI) melalui Senyumku

 

Dengan adanya lima hal di atas, kondisi ekonomi Indonesia memiliki peluang untuk mengalami pemulihan di tahun 2021. Karena itu, kamu tak perlu mengkhawatirkan situasi ekonomi yang tak menentu di tengah pandemi ini. 

 

Simak juga informasi selengkapnya tentang faktor pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2021 di sini: