SWARA – Di saat berbagai usaha terpaksa mengalami kerugian besar akibat pandemi, SINAU justru mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan produknya. Hal ini didapat berkat kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan kebutuhan pasar saat ini.

 

Berawal dari tugas kuliah, begini kisah perjalanan SINAU sebagai UMKM yang #PastiLebihSiap di masa pandemi.

Bagaimana kisah awal membangun bisnis ini? 

 

SINAU dimulai di tahun 2015, tetapi baru diseriuskan sebagai suatu usaha di tahun 2017. Karena, di tahun 2015 SINAU lahir hanya sebatas tugas kampus di mata kuliah entrepreneur

 

Awal mulanya, bisnis ini dijalankan karena respon positif yang kami dapat ketika diadakan exhibition untuk SINAU di kampus, dimana kami mendapat kesempatan untuk mendemonstrasikan produk kami. Kami menjual kaus kaki karena kami berpikir bahwa kaus kaki merupakan produk aksesoris yang sifatnya kecil dan mudah dilupakan, tapi tanpa disadari sangat dibutuhkan orang.

 

UMKM #PastiLebihSiap: Upaya SINAU Hadirkan Produk Berbahan Dasar Lokal Sesuai Kebutuhan Pasar

 

Lebih lagi, kami memiliki ide. Selain untuk menyadarkan orang mengenai banyak manfaat dalam menggunakan kaus kaki, kami juga menggunakan motif etnik budaya Indonesia sebagai inspirasi desain awal. Kami berpikir, SINAU adalah brand lokal, bagaimana kalau kami sekalian unjuk gigi dengan sangat menjunjung budaya Indonesia juga. 

 

Ketika membangun SINAU, kami hanya terdiri atas dua orang. Kami berdua mengeluarkan modal keseluruhan kurang dari Rp3 juta hanya untuk memproduksi dua desain kaus kaki, dan per desain disiapkan hanya 10 lusin. Sekarang, kami sudah memiliki lebih dari 10.000 kaus kaki dengan lebih dari 50 motif yang tersedia.

Produk dan jasa apa saja yang ditawarkan oleh SINAU?

 

Produk utama yang ditawarkan SINAU adalah kaus kaki dengan berbagai motif yang terinspirasi dari budaya etnik Indonesia. Kami juga sering menawarkan produk kaus kaki dengan motif basic untuk memenuhi permintaan customer dengan berbagai macam selera.

 

UMKM #PastiLebihSiap: Upaya SINAU Hadirkan Produk Berbahan Dasar Lokal Sesuai Kebutuhan Pasar

 

Selain itu, kami juga memiliki produk masker kain yang diproduksi khusus untuk memenuhi permintaan terhadap masker di Indonesia sejak pandemi dimulai. Kami juga berkolaborasi dengan brand lain, seperti dengan Bumilangit Universe dalam membuat produk kaus kaki, t-shirt, dan tote bag dengan desain superhero Indonesia Gundala dan Sri Asih.

 

Keunggulan dari produk SINAU, kami menggunakan semua bahan dasar lokal yang premium. Jadi, dari segi aspek kualitas, kami menjamin produk bagus dan akan tahan lama. 

 

Tapi, sebenarnya keunggulan yang lebih ingin kami komunikasikan pada customer adalah nilai yang kami ambil dari setiap karya yang menjadi produk. Semua produk kami memiliki cerita di baliknya, yang jelas terinspirasi dari budaya Indonesia.

Bagaimana profil Mohamad Nouhad Nassief selaku pendiri SINAU?

 

Saya memiliki latar belakang pendidikan S1 jurusan Komunikasi Pemasaran di Bina Nusantara University. Saya pernah bekerja di Tokopedia sebagai Business Merchant Development di tahun 2016. Selain SINAU, saya juga punya pengalaman berbisnis di bidang travel yang bernama @travelwithjari.

 

Inspirasi pebisnis saya adalah Warren Buffet. Kalau dilihat dari sejarahnya, Warren Buffet yang paling memahami dan mengerti bahwa merintis bisnis dari nol itu sangat butuh kesabaran dan tekad yang kuat, bukan mindset yang ingin semuanya serba instan.

 

Saat memulai, saya menjalankan bisnis ini dengan passion. Ketika passion diutamakan, idealisme kita juga akan meningkat. Tetapi, seiring berjalannya waktu, kami menemukan keseimbangan antara idealisme dan memberikan apa yang orang perlukan sesuai dengan demand yang ada.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, bagaimana bisnis SINAU berjalan? 

 

Di awal pandemi, kendalanya hanyalah ketakutan karena kami belum bisa menebak bagaimana situasi ini akan mempengaruhi bisnis SINAU. Tetapi, kami menekankan mindset, in order to survive and even be able to grow, kita harus melihat kesempatan yang tercipta selama pandemi.

 

Kami beradaptasi sesuai kebutuhan. Itu juga awal mula kami bergerak dalam produksi masker kain sekarang. Setelah dijalani, dalam tiga bulan terakhir SINAU justru mengalami growth sales yang cukup signifikan. 

 

Mungkin karena orang-orang semakin sadar akan kebersihan, itu juga mempengaruhi meningkatkan permintaan untuk membeli kaus kaki. Itu juga merupakan salah satu manfaat dari kaus kaki.

Apa impian dan cita-cita untuk SINAU ke depannya?

 

Impian untuk SINAU sangat sederhana, tetapi kami sadar bahwa impian ini akan sangat sulit. Kami ingin SINAU menjadi pelopor produk gaya hidup orang Indonesia.

 

Kami ingin menyediakan semua produk gaya hidup sehari-hari orang Indonesia yang mencakup semua umur dan gender, yang semua produknya terinspirasi dari budaya Indonesia. Lebih tepatnya, semua budaya Indonesia, tidak hanya motif etnik dan batik.

 

Passion dan kemampuan untuk beradaptasi telah membawa SINAU melewati perjalanan sulit di masa pandemi. Pertimbangan terhadap aspek kebutuhan pasar juga menjadi salah satu faktor pendukung yang memungkinkan SINAU untuk terus bertahan.

 

Lewat kisah bisnis SINAU, kita bisa belajar untuk merintis bisnis yang baik sehingga #PastiLebihSiap dalam menghadapi situasi pandemi yang tak menentu. Kalau kamu tertarik untuk mengenal produk-produk SINAU lebih jauh, kunjungi Instagram mereka di @sinau.indonesia.