Dalam dunia bisnis, tentu peran teknologi sudah sangat berpengaruh saat ini. Perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba mengoptimalkan kinerja perusahaan dengan implementasi teknologi. Lalu, bagaimana dengan UMKM dan teknologi? 

 

Selain perusahaan besar, UMKM juga bisa diuntungkan dengan teknologi. Sayangnya, di Indonesia, pemanfaatan teknologi di kalangan UMKM cenderung masih minim.

 

Implementasi Teknologi untuk UMKM

 

Mungkin, belum semua pelaku UMKM memahami bagaimana caranya mengimplementasikan teknologi dalam berbisnis. Padahal, UMKM dan teknologi bisa saling melengkapi. 

 

Berikut ini beberapa cara menerapkan penggunaan teknologi bagi para pelaku UMKM: 

 

1. Pengelolaan keuangan

 

Penerapan ini bisa dilakukan dengan menggunakan software akuntansi. Ini bisa membantu bisnis untuk mengelola keuangan dengan lebih mudah.

 

Sudah ada banyak software akuntansi yang ditawarkan di Indonesia. Harganya juga sangat terjangkau. Contohnya seperti software Jurnal.id, SAP, Accurate, dan lain-lain.

 

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi online banking atau m-banking untuk memudahkan transaksi secara digital. Bisa juga memanfaatkan pinjaman online untuk mendapatkan modal usaha.

 

2. Marketing

 

Banyak perusahaan, dari kecil sampai besar, bersaing ketat memenangkan pasar lewat digital marketing. Ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial untuk beriklan.

 

Karena, media sosial saat ini sudah dilengkapi dengan fitur iklan seperti Facebook Ads, Instagram Ads, dan lain-lain.

 

Pinjaman Uang Online Bisnis Hingga 20 Juta

 

Selain itu, bisa juga dengan memanfaatkan e-commerce. Kamu tentu tahu kalau UMKM yang bergabung di platform e-commerce memiliki peluang mendapatkan peningkatan penjualan. 

 

Cara menggunakannya pun gampang. Selama kamu punya produk, kamu tinggal unggah produk di marketplace online, dan bisa langsung menawarkannya ke pembeli. 

 

3. Operasional 

 

Operasional UMKM sehari-hari cukup melelahkan, mulai dari pencatatan stok, pengiriman, hingga transportasi. Teknologi bisa menjadi solusinya, misalnya dengan memanfaatkan sistem Point of Sales (POS). 

 

POS digunakan untuk menyelesaikan transaksi jual beli. Kamu bisa lebih mudah dan cepat membuat struk pelanggan dan mencatat pesanan dengan software POS. 

 

Tidak hanya itu, kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi untuk pengiriman barang. Saat ini sudah banyak jasa pengiriman yang menggunakan aplikasi untuk memudahkan sistem pengiriman, mulai dari order sampai tracking

 

4. Sumber daya manusia

 

Tahukah kamu kalau pendidikan dan keterampilan bisa dikembangkan lewat platform digital? Kamu bisa mengikutsertakan karyawan dalam kursus digital untuk mengembangkan kemampuan mereka.

 

Kalau kinerja karyawan meningkat, otomatis akan berdampak positif terhadap bisnismu. Inilah contoh lain dari hubungan baik antara UMKM dan teknologi. 

 

Kemudian, kalau kamu merasa butuh tenaga kerja baru, kamu bisa memanfaatkan platform online untuk merekrut tenaga kerja. Misalnya lewat platform seperti Jobstreet, Sampingan, LinkedIn, dan lain sebagainya.

 

Artikel Terkait: Pentingkah Facebook Ads Bagi Pemilik UMKM? 

 

Mengapa Tidak Semua UMKM Memanfaatkan Teknologi?

 

UMKM kebanyakan masih menjalankan bisnis secara tradisional. Misalnya dalam mencatat pembukuan. Ini akan berdampak pada sulitnya pemilik UMKM untuk mengoptimalkan bisnis.

 

Padahal, penggunaan teknologi dalam UMKM dapat membuat bisnis meningkat. Untuk dapat meningkat, inovasi tentu harus dilakukan. Inovasi inilah yang bisa dikembangkan dengan teknologi.

 

Jika UMKM dan teknologi sangat cocok, mengapa tidak banyak dari UMKM yang menggunakan teknologi? Menurut saya kendalanya ada beberapa, yaitu: 

 

1. SDM belum terdidik

 

Untuk bisa menggunakan teknologi, seseorang harus mempelajarinya lebih dulu. Kalau pemilik UMKM saja tidak melek teknologi, otomatis karyawannya pun tidak bisa memanfaatkan teknologi.

 

Setiap pelaku bisnis, meskipun hanya UMKM, perlu memiliki ilmu terhadap teknologi. Paling tidak, harus bisa menggunakan software untuk menerjemahkan data-data keuangan.

 

2. Investasi yang mahal

 

Teknologi memang datang dengan biaya. Ini menjadi alasan klasik mengapa banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi. 

 

Misalnya saat mau mengiklan di e-commerce, diperlukan modal yang lebih besar. Hal yang sama juga ketika kamu ingin berlangganan software keuangan. 

 

Artikel Terkait: Pelaku UMKM, Dapatkan Modal Usaha dari Pinjaman Online

 

3. Merasa belum butuh

 

Salah satu klien saya, penjual ketoprak tradisional, menolak memanfaatkan sistem POS gratis yang pernah saya tawarkan. Alasannya karena ribet dan penjualan sudah oke tanpa sistem tersebut.

 

Mungkin saat ini memang dirasa belum butuh. Tapi, lama-kelamaan operasional akan semakin rumit, dan tidak semua hal bisa ditangani dengan mudah tanpa teknologi. 

 

Kalau berani memanfaatkan teknologi untuk UMKM, kamu bisa mengembangkan bisnis yang lebih maksimal untuk membuat pembeli menjadi nyaman. 

 

Jadi kesimpulannya, UMKM dan teknologi tidak bisa dipisahkan. Banyak teknologi bisnis saat in yang sudah dibuat lebih sederhana. Bagi para pelaku UMKM, kuncinya adalah belajar. 

 

Kalau tidak mampu memanfaatkan teknologi, bisnismu bisa tertinggal. Jadi, sudah siapkah kamu untuk terus belajar mengembangkan bisnis UMKM dan teknologi?