Beranda > Finansial > Asuransi Pendidikan, Sebenarnya Perlu atau Tidak?

Asuransi Pendidikan, Sebenarnya Perlu atau Tidak?

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWinny Witra Maharani
Asuransi Pendidikan, Sebenarnya Perlu atau Tidak?watermark

TUNAIKU.COM – Wahai kamu para orang tua muda, sudah sebaik apa perencanaan keuangan keluarga kalian sekarang?

 

Wah, pertanyaan ini agak menohok, ya? Sebagai orang tua muda, memang harus kuat mental kalau sudah berkaitan dengan keuangan. Pasalnya, kalian akan punya banyak sekali pos keuangan untuk dipenuhi!

 

Pemasukan kalian tiap bulan itu, harus cukup untuk memenuhi mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari, sampai dana di masa depan.

 

Saat sudah punya anak, makin bertambah pula pos pengeluarannya. Salah satu pos pengeluaran khusus anak itu adalah PENDIDIKAN. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan mengalami kenaikan hingga 10% setiap tahunnya. Bahkan, untuk biaya masuk perguruan tinggi tercatat naik hingga 500-1000% selama 5 tahun terakhir.

 

Jadi, terbayangkan betapa mahalnya pos pendidikan itu?

 

Untuk memenuhi kebutuhan pos ini, ada banyak caranya. Bisa dengan menabung uang, investasi emas, atau bisa juga dengan asuransi pendidikan.  Nah, bagi saya sih, karena pasangan bukan Nick Young di Crazy Rich Asian, kami akan butuh lebih dari sekadar menabung manual atau investasi emas untuk sekolah si kecil kelak. Itulah kenapa kami akan membutuhkan asuransi pendidikan.

 

Artikel Terkait:  Asuransi Apa Saja yang Kamu Butuhkan?

  1. Milenial, Pilih Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa?Mana yang Terbaik?
  2. 10 Jenis Produk Asuransi yang Perlu Diketahui, Mana yang Wajib Dimiliki?
  3. 7 Tips Memilih Asuransi Jiwa untuk Karyawan dan Keluarga Agar Tetap Terlindungi, Meski Sudah Resign

 

Apa itu asuransi pendidikan?

Ngomong-ngomong tentang asuransi pendidikan, kamu sudah paham belum kegunaan produk satu ini?

 

Asuransi pendidikan adalah produk asuransi berupa investasi jangka panjang yang dikhususkan untuk menjamin biaya pendidikan anak sejak dini hingga nanti ia menyelesaikan pendidikannya.

 

Seperti yang kamu tahu, setiap jenjang pendidikan itu butuh biaya awal yang besar. Untuk sekolah taman kanak-kanak saja, uang pangkalnya bisa mencapai jutaan Rupiah. Belum ditambah dengan uang bulanan, keperluan perlengkapan sekolah, dan lain-lain.

 

Memasuki perguruan tinggi, akan berkali lipat juga biayanya. Apalagi, kalau jurusan kuliah anakmu kelak mewajibkannya membeli berbagai perlengkapan penunjang pendidikan seperti alat-alat praktikum, buku-buku, dan lain-lain.

 

Itulah kenapa kamu akan butuh asuransi pendidikan untuk menjamin semua keperluan itu.

 

Bagaimana cara kerjanya?

Prinsipnya sama dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.

Asuransi pendidikan si kecil, akan didaftarkan atas nama ayah atau ibu, yang menjadi pencari nafkah utama. Setiap bulan, kamu harus membayar iuran/premi yang besarannya sudah ditentukan sebelumnya. Namun, jangan khawatir, jumlah premi biasanya sudah disesuaikan dengan kebutuhanmu.

 

Langkah pertama, menghitung jangka waktu

Seperti dana pensiun, semakin dini memulainya, preminya akan semakin ringan. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memperhitungkan kapan harus mulai.

 

Jika saat ini anakmu baru berusia 1 tahun, dan kamu ingin asuransi pendidikan untuk persiapan kuliahnya. Maka, kamu punya waktu sekitar 15-16 tahun untuk ‘menabung’.

 

Artikel Terkait: Rencanakan Pendidikan Anak Sebaik-baiknya

  1. 3 Tipe Orang Tua dalam Mempersiapkan Pendidikan Anak, Kamu yang Mana?
  2. Rencanakan Pendidikan Anak dengan Investasi Unit Link, Simak 4 Keunggulannya!
  3. Ini Dia 5 Jenis Investasi yang Tepat Untuk Biaya Pendidikan Anak

 

Langkah kedua, menghitung biaya yang diperlukan

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, biaya pendidikan mengalami inflasi sekitar 10 – 15% setiap tahunnya. Jadi, untuk memperkirakan biaya pendidikan anak pada 15 hingga 16 tahun ke depan kamu harus memperhitungkan juga inflasinya.

Misalnya begini:

 

Biaya uang pangkal pada tahun 2018 adalah sebesar Rp10 juta. Maka, 15 tahun yang akan datang biaya uang pangkalnya akan mencapai Rp _____ (dengan inflasi rata-rata 10%).

 

Inilah target uang yang harus dimiliki kelak.

 

Uang sebanyak itu tentunya akan sulit jika harus disiapkan dalam waktu sebulan atau bahkan setahun sebelum anak lulus SMA. Makanya, harus dicicil sedini mungkin. Jangan sampai kamu sebagai orang tua keteteran, dan anak khawatir nggak bisa bersekolah karena ketidaksiapan finansial orang tuanya.

 

Nah, setelah membaca penjelasan di atas. Apakah kamu masih ragu membuka asuransi pendidikan anak? Semoga nggak, ya. Yuk, belajar menjadi orang tua yang bertanggung jawab secara finansial!

 

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga! Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.

 

1

Mobile Site CTA

 

Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett