SWARA – Meski terdengar sepele, mengatur keuangan bukanlah hal mudah. Lihat saja keseharianmu, apakah kamu termasuk orang yang disiplin dengan keuangan? Lebih banyak mana persentasinya, dana tabunganmu atau dana hang out-bareng teman-mu?

 

Kalau kamu lebih banyak menghabiskan uang untuk bermain-main saja, maka bisa dikatakan bahwa kamu belum bisa mengatur keuangan. Apalagi kalau selama ini kamu jarang menabung. Wah, kamu harus mulai mengubah kebiasaan dan banyak belajar, nih, soal keuangan.

 

Artikel Terkait: Apa yang Penting saat Memperkenalkan Anak pada Uang? Baca di Sini!

  1. 5 Nasihat Keuangan Paling Penting Untuk Buah Hatimu si Generasi Millenial
  2. 6 Hal Penting Untuk Mengenalkan Konsep Uang Kepada Anak
  3. Yuk, Ajak Anak Merasakan Sensasi Mengelola dan Mencari Uang Sendiri Sejak Dini!

 

Biar bagaimanapun, kemampuan mengatur keuangan akan selalu dibutuhkan oleh setiap orang. Tentunya, kemampuan tersebut tidaklah didapatkan secara spontan.

 

Setiap orang bahkan harus membiasakan diri dalam mengatur keuangannya sejak dini.

 

Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang tua untuk bisa memperkenalkan dan membiasakan anak dalam mengatur keuangan. Jangan sampai saat dewasa nanti, mereka masih belum terbiasa dan jadi boros dalam pengeluaran.

 

Berikut ini, ada beberapa cara yang bisa kamu pelajari ketika memperkenalkan anak pada uang dan cara mengaturnya. Silakan disimak!

 

1. Mulailah percakapan tentang uang

Memulai percakapan mengenai uang penting dilakukan ketika usia anak sudah menginjak usia 5 tahun atau sekiranya ketika anak sudah belajar menghitung. Pembicaraan tentang uang tersebut, memungkinkan anak mengetahui bahwa uang adalah hal yang sangat penting. Buatlah beberapa percobaan dimana anak harus mengambil keputusan, apakah akan menggunakan atau menyimpan sebagian uang yang dimilikinya.

 

2. Menekankan keinginan dan kebutuhan

Ketika anak sudah mengerti apa itu fungsi uang, maka anak akan cenderung berpikir bahwa apa saja yang ia inginkan dapat dibeli dengan uang. Sebagai orang tua, peran penting yang harus dilakukan adalah menjelaskan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Contohnya, dengan menjelaskan kebutuhan (makanan, susu, buku pelajaran atau alat tulis) lebih diutamakan daripada keinginan (mainan, jajanan atau perhiasan). Hal ini dapat mengajari anak untuk bersabar agar mendapat sesuatu yang ia inginkan.

 

3. Melakukan diskusi dalam keluarga

Dalam suatu waktu, orang tua juga penting untuk membicarakan secara terbuka bagaimana penghasilan keluarga dan mengatur kebutuhan dalam berbelanja. Bicarakan juga bagaimana keluarga melakukan penghematan keuangan pada saat-saat tertentu.Tapi ingat, jangan terlalu lebay, atau berlebihan. Karena, bisa jadi anak-anak tumbuh dengan berbagai tekanan dan kecemasan.

 

4. Menjelaskan cara transaksi menggunakan uang

Pada kesempatan lain, orang tua juga perlu mengajak anak untuk belajar tentang cara bertransaksi menggunakan uang. Contohnya adalah mengajak anak berbelanja dan saat membayar berilah kesempatan sang anak untuk melakukannya. Dengan demikian, anak akan mengerti bahwa uang merupakan salah satu alat transaksi yang sah di negara ini.

 

5. Memberikan uang saku dan cara menabung

Ketika anak sudah mulai paham dengan uang, cobalah memberi uang saku agar anak dapat mempraktikkannya cara mengolah uang. Secara tidak langsung, hal ini mengajarkan anak untuk lebih bertanggungjawab atas uang yang dimilikinya.

 

Bila anak ingin membeli sesuatu yang lebih dari uang sakunya, ajari anak untuk menyisihkan sebagian dari uang sakunya dengan cara berhemat. Contohkan cara menabung menggunakan celengan adalah hal yang paling mudah dan menarik bagi anak. Ketika celengan sudah penuh, temani anak saat membukanya. Berilah penghargaan ketika anak sudah berhasil menabung sekadar dengan ucapan selamat, hingga menemani anak untuk membeli suatu barang yang ia inginkan.

 

6. Ajari anak untuk beramal

Mengolah uang tidak hanya untuk kepentingan sendiri. Beri tahu anak bila tidak semua orang seberuntung dirinya dan masih banyak orang yang kekurangan uang dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, berilah kesempatan anak untuk sekedar menyumbang pada kegiatan sosial, mengisi kotak amal, dan hal positif lainnya untuk berbagi kepada orang-orang yang berkekurangan.

 

7. Memberikan contoh yang baik

Seiring dengan nasihat yang diberikan, orang tua juga perlu memberikan contoh yang baik terkait menggunakan uang untuk kebutuhan. Tidak sedikit orang tua yang sekadar memberikan nasihat tetapi nggak memberikan contoh yang relevan. Berilah contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka menghemat pengeluaran.

 

Artikel Terkait: Cek Cara Lain Memperkenalkan Anak pada Uang, Yuk!

  1. Ajarkan Anak Cara Mengelola Uang dengan Baik Sejak Dini Lewat 5 Cara Ini!
  2. 12 Cara Seru Mengajarkan Anak Tentang Uang yang Bisa Kamu Coba
  3. Yuk, Mulai Ajari Anak Kita Mengatur Uang Melalui 5 Langkah Ini

 

Jadi, itulah 7 cara memperkenalkan uang dan cara mengaturnya pada anak. Semoga bermanfaat