SWARA – Cicilan perumahan subsidi saat ini sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp1 juta – Rp2 juta per bulan dengan bunga flat hingga akhir pelunasan. Jumlah cicilan bergantung pada harga rumah, bunga, tenor cicilan, dan juga uang muka.Â
Umumnya, bunga cicilan rumah subsidi sekitar 5% per tahun dan tenor hingga 20 tahun. Nah, Supaya lebih detail, yuk simak cara menghitung cicilan rumah subsidi dengan simulasinya di artikel berikut. Simak juga persyaratannya agar kamu bisa persiapkan mengajukan KPR rumah subsidi dari sekarang.Â
Mengenal Apa Itu KPR Rumah SubsidiÂ
KPR rumah subsidi adalah program pembiayaan kepemilikan rumah yang disediakan oleh pemerintah bekerja sama dengan bank untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah dengan harga terjangkau.
Melalui KPR subsidi, pembeli rumah mendapatkan berbagai kemudahan seperti suku bunga rendah dan tetap, uang muka ringan, serta tenor cicilan yang panjang, sehingga proses memiliki rumah menjadi lebih mudah dibandingkan KPR rumah komersial.Â
Program ini biasanya memiliki batasan penghasilan, harga rumah, dan kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh calon pembeli.
Cara Menghitung Cicilan Perumahan Subsidi
Menghitung cicilan rumah subsidi sebenarnya jauh lebih sederhana dibanding rumah komersial karena bunganya yang bersifat flat atau tetap hingga masa tenor berakhir.Â
Umumnya, pemerintah mematok bunga rendah sekitar 5% per tahun, sehingga kamu tidak perlu pusing memikirkan fluktuasi bunga bank di tengah jalan.Â
Untuk mendapatkan angka cicilan per bulan, kamu cukup menggunakan rumus sederhana berikut ini:
Cicilan = ((P x i x t) + P )/ nÂ
Keterangan:
- P: Plafon pinjaman (Harga rumah dikurangi uang muka).
- i: Suku bunga per tahun (misal 0,05 untuk 5%).
- t: Jangka waktu kredit dalam tahun.
- n: Total periode bulan pelunasan.
Baca juga: 10 Cara Sukses Menabung untuk Membeli Rumah
Simulasi Perhitungan Cicilan KPR Rumah Subsidi
Misalnya kamu akan membeli rumah subsidi seharga Rp185.000.000 dengan uang muka (DP) sebesar Rp5.000.000 dan rencana tenor selama 20 tahun. berikut adalah simulasi perhitungannya:
- Plafon Pinjaman (P) : Rp180.000.000 (Harga rumah – DP)
- Suku Bunga (i): 5% per tahun (0,05)
- Tenor (t): 20 Tahun
- Total Bulan (n): 240 Bulan
Jika kita masukkan ke rumus, maka:
Cicilan per bulan: ((180.000.000 x 0,05 x 20) + 180.000.000) : 240Â
360.000.000: 240 =1.500.000
Jadi, kamu cukup menyisihkan Rp1.500.000 per bulan sampai lunas. Angkanya tetap dan tidak akan berubah meski suku bunga pasar naik turun, jadi pengeluaranmu lebih terukur.
Syarat untuk Melakukan Cicilan Perumahan Subsidi
Karena perumahan subsidi ini menggunakan dana negara, pemerintah memang cukup selektif supaya bantuannya tepat sasaran ke nasabah yang benar-benar membutuhkan rumah pertama.
Secara umum, syarat KPR rumah subsidi terbagi jadi dua: Syarat Umum (siapa kamu) dan Syarat Dokumen (bukti legalitas). Yuk, cek satu-persatu:
1. Syarat Umum (Kriteria Kamu)
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Usia: Minimal 21 tahun atau sudah menikah. Saat cicilan lunas nanti, usia kamu maksimal 65 tahun.
- Belum Pernah Punya Rumah: Ini merupakan syarat mutlak! Kamu dan pasangan (kalau sudah nikah) belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah sebelumnya.
- Batasan Penghasilan: Gaji pokok kamu tidak boleh melebihi Rp8.000.000 per bulan (untuk rumah tapak). Kalau kamu lajang atau sudah menikah, hitungannya tetap penghasilan per orang/rumah tangga.
- Masa Kerja/Usaha: Minimal sudah bekerja atau punya usaha selama 1 tahun.
2. Syarat DokumenÂ
Berikut ini syarat dokumen untuk mengajukan cicilan perumahan subsidi.Â
- Identitas Diri: KTP (kamu & pasangan), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Nikah/Cerai.
- NPWP & SPT Tahunan: Sebagai bukti kamu taat pajak.
- Bukti Penghasilan: Slip gaji 3 bulan terakhir (untuk karyawan) atau laporan keuangan sederhana (untuk wiraswasta).
- Surat Keterangan Kerja: Asli dari perusahaan tempatmu bekerja.
- Surat Pernyataan Tidak Memiliki Rumah: Biasanya ada formulir khusus yang harus ditandatangani di atas materai.
Baca juga: Cara Mengumpulkan Uang Muka KPR agar Tabungan Tidak Habis Sekejap!
Kesimpulan: Hitung Simulasi Cicilan Rumah Subsidi, Sekarang!
Memiliki rumah impian melalui jalur subsidi bukan lagi sekadar mimpi siang bolong asalkan kamu paham strateginya. Cicilan rumah subsidi juga sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp1 juta – Rp2 juta tergantung pada harga rumah, tenor cicilan, dan uang muka.Â
Kamu perlu menyiapkan beberapa syarat umum dan syarat dokumennya dengan cermat agar pengajuan KPR bisa disetujui. Pastikan juga kamu menyiapkan perencanaan keuangan yang tepat sebelum mengambil cicilan rumah.Â
Miliki Rumah Subsidi dengan Bantuan Tunaiku by Amar Bank
Bagaimana? Sudah mulai terbayang kan betapa terjangkaunya cicilan rumah subsidi jika kamu sudah memahami skema dan perhitungannya?Â
Jika kamu membutuhkan tambahan dana untuk keperluan mendesak atau persiapan biaya administrasi perumahan, kamu bisa ajukan pinjaman online Tunaiku by Amar Bank yang praktis dan aman.Â
Tunaiku menawarkan pinjaman hingga Rp30 juta dan tenor hingga 30 bulan, sehingga sangat fleksibel sesuai dengan kemampuan finansialmu. Kalau kamu punya pertanyaan lebih lanjut seputar layanan Tunaiku jangan ragu untuk menghubungi tim CS Tunaiku melalui:
- WhatsApp: 081132266859
- Phone Call Center: (021) 40005859
- Email: tanya@amarbank.co.id