SWARA – Buat penggemar karya sastra, pasti sudah nggak asing lagi dengan salah satu bentuk karya sastra berupa puisi. Kalau saya sendiri, yang adalah lulusan Sastra Inggris, waktu kuliah ini sudah jadi makanan setiap hari. Ya, walau kalau boleh jujur, bukan bidang favorit saya. Ha-ha-ha, maafkan saya, para dosen kesayangan!

 

Biasanya apa sih tema puisi yang paling banyak digandrungi orang-orang? Boleh nggak, ya, kalau saya bilang tema cinta masih paling menjadi favorit kebanyakan orang? Mulai dari sastrawan Indonesia seperti Sapardi, sampai sastrawan luar seperti Shakespeare, karya mereka yang menjadi favorit adalah yang bertemakan cinta.

 

Tapi kali ini saya nggak mau bahan puisi yang bertemakan cinta, namun tentang pandemik. Bukan karena lagi ramai COVID-19 maka penyair jadi bikin puisi tentang pandemik, tapi ternyata sejak dulu, ada beberapa penyair yang mengangkat tema ini. Supaya nggak penasaran, ini dia beberapa puisi tentang pandemik yang wajib kamu intip.

 

“Epitaph For The Race Of Man” (1934)

 

Oh Earth, unhappy planet, born to die,

Might I your scribe and your confessor be,

What wonders must you not relate to me

Of Man, who, when his destiny was high

Strode like the sun into the middle sky

And shone an hour, and who so bright as he,

And like the sun went down into the sea,

Leaving no spark to be remembered by.

 

 

Puisi karya Edna St. Vincent Millay ini dibuat ketika masa perang dunia ke-2. Pada puisi ini, Millay berandai kalau saat itu adalah akhir dari peradaban manusia, banyak bencana alam di seluruh dunia akibat perubahan iklim, hingga manusia akan mati di tangan mereka sendiri. Hmm, cukup dark, ya. Bahkan di tahun 1934 saja isu ini sudah terdengar.

 

Baca juga: Siasat Investasi Saat Wabah Virus Corona Covid-19 Menyerang Yang Harus Kamu Ketahui!

 

“Flu, have you?” (1919)

 

Source: calgaryherald.com

 

Jauh lagi ke belakang, puisi karya Thomas Thorner ini diterbitkan pada tahun 1919 di sebuah koran dari Kanada, Calgary Herald. Puisi ini berlatar belakang pandemi global flu Spanyol, yang kurang lebih keadaannya serupa dengan pandemi COVID-19 ini. 

 

Flu Spanyol mewabah di seluruh dunia mulai dari tahun 1918-1920. Ada 500 juta orang yang terinfeksi wabah ini, yang artinya sekitar seperempat warga Bumi terinfeksi, dan merenggut nyawa 20-100 juta orang. Semoga ini tidak perlu terulang di masa sekarang, ya.

Baca juga: Mengenali Pneumonia Biasa vs Pneumonia Virus Covid 19

 

Ada puisi mengenai virus Corona juga

Selain dua puisi di atas, ternyata keadaan wabah virus Corona COVID-19 yang melanda Indonesia juga menginspirasi mantan wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla. 

 

Source: instagram.com/jusufkalla/

 

Puisi yang diberi judul ‘Virus Corona’ tersebut berisikan curahan hati Jusuf Kalla tentang kondisi yang sedang berlangsung sekarang, keprihatinan beliau akan akibat dari wabah, serta panjatan doa-doa yang agar pandemik global ini lekas berakhir.

 

Harapan dan doa dari pak Jusuf Kalla dalam puisi tentang pandemik COVID-19 ini saya kira sama dengan isi doa semua orang, agar keadaan lekas membaik dan kembali seperti sedia kala. Siapa pun pasti rindu bisa bertemu dengan orang-orang terdekat tanpa dibatasi sekat dan bisa berpeluk erat. Ada amin?