Beranda > Karier Sukses > 5 Skema Sertifikasi Profesi, Yuk Pelajari dan Cari Tahu!

5 Skema Sertifikasi Profesi, Yuk Pelajari dan Cari Tahu!

Artikel ini ditulis oleh:
5 Skema Sertifikasi Profesi, Yuk Pelajari dan Cari Tahu!watermark

TUNAIKU.COM – Untuk mendapatkan izin dalam membangun pekerjaan itu amat diperlukan sertifikasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Dalam penggolongannya, ada beberapa skema sertifikasi profesi yang wajib kamu tahu. Sertifikasi ini wajib dilakukan oleh penanggung jawab yang berangkat dari lembaga formal maupun informal. Lantas, apa saja skemanya?

 

Artikel terkait: tips hadapi bos saat di kantor

  1. Bos dan Teman Kantormu Bipolar? Ini Ciri dan Cara Menghadapinya!
  2. Punya Bos Penuntut? Ini 10 Jurus Jitu Menghadapi agar Pekerjaan Tetap Aman
  3. Ketahui Hal yang Bikin Bos Terkesan Berdasarkan Zodia

 

1. Skema sertifikasi profisiensi

Pengujian pada skema ini dikembangkan berdasarkan penilaian angka. Pada profisiensi berbasis normal itu yang diambil adalah indikator yang kuat dari kriteria unjuk kerja yang kemudian diuji. Tujuannya untuk memelihara kompetensi profesi yang berkompeten. Tentu saja yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Skema sertifikasi ini biasanya dilakukan oleh LSP, bukan BNSP. LSP Profisiensi itu dibentuk oleh asosiasi profesi agar bisa memelihara kompetensi anggotanya. Ketika ingin mendapatkan lisensi dari pemerintah, barulah mengajukan skema sertifikasi ini pada BNSP. Kalau tidak lolos, biasanya akan direkomendasikan untuk training ulang.

 

2. Skema sertifikasi profesi dengan Kerangka Kualifikasi Nasional

Jenis skema ini biasa disebut degan KKNI. Hal ini sudah disesuaikan dengan Perpres 8 tahun 2012. Dalam Perpres tersebut menyebutkan, bahwa sertifikasi profesi pada level KKNI itu dimulai dari sertifikat 1 hingga 9 untuk tiap jenis profesi.

KKNI itu memiliki level yang terdiri dari unit-unit standar kompetensi yang setara dengan persyaratan dasarnya. Katakanlah pada sertifikat C4, maka berisi tentang kompetensi dengan level KKNI 4. Skema ini harus dibentuk oleh otoritas yang berkompeten di bidangnya. Bukan sembarang penanggung jawab.

 

3. Skema sertifikasi profesi klaster

Jenis skema sertifikasi ini didasarkan pada jabatan dalam sistem industri atau organisasi, tapi lebih spesifik. Klaster atau paket pekerjaan pada sistem industri tersebut ditetapkan pula untuk tujuan yang lebih spesifik. Bukan keseluruhan dalam organisasi atau industri. Skema ini dikembangkan oleh LSP dengan adanya unit-unit kompetensi.

Setiap unit kompetensi yang terdiri dari berbagai level itu harus sesuai dengan syarat dasar menurut konsensus komite bersama. Skema profesi ini ditujukan pada jabatan seperti Kepala Dinas Industri, Kepala Gudang, Manajer, Kepala Biro, Supervisor, dan lain-lain. Sedangkan pihak yang menjadi tanggung jawab mereka nggak masuk skema sertifikasi profesi.

CTABARU4

Mobile Site CTA

4. Skema sertifikasi profesi kualifikasi okupasi nasional

Hampir sama dengan yang klaster. Bedanya skema sertifikasi yang ini ditetapkan secara nasional dan harus bisa ditelusuri okupasi internasional biar ketahuan portabel atau tidak. Sebagai contoh, misalnya skema yang melibatkan inspektur, pemulia, dan sebagainya. Kepentingannya bukan lagi berdasarkan kelas dalam sistem industri, tapi negara.

Untuk menjalankan skema ini, komite skema biasanya terdiri dari asosiasi profesi, otoritas kompeten, dan asosiasi industri. Mereka yang bertanggung jawab harus membuat konsensus untuk tiap unit level kompetensi. Kemudian harus memiliki daya telusur dan mampu bersinergi dengan KKNI berhubung bertaraf nasional dan internasional.

 

Artikel terkait: tips motivasi agar kamu lebih produktif

  1. 9 Tips Motivasi Karyawan Bikin Makin Semangat dan Produktif
  2. 9 Cara Agar Selalu Produktif di Kantor, Makin Aktif dan Tambah Semangat
  3. 7 Langkah Menghabiskan Minggu yang Produktif di Kantor

 

5. Skema sertifikasi profesi unit kompetensi

Untuk skema ini selalu didasarkan pada tiap-tiap unit kompetensi. Ada satu unit atau lebih dengan persyaratan yang berasal dari konsensus bersama komite skema. Biasanya, skema sertifikasi ini digunakan para tenaga kerja demi membangun jenjang karir. Tentunya harus mendapatkan lisensi khusus dari BNSP ketika mengajukan sertifikasi.

Tidak semua industri swasta itu memiliki jenjang karir. Sebelum mengajukan sertifikasi profesi ini, kamu juga perlu lihat-lihat dulu fakta yang ada di sekelilingmu. Biasanya sih khusus untuk yang sistem industrinya sudah diakui secara nasional dan sudah besar.

Kelima skema sertifikasi profesi di atas telah diatur sebagaimana tujuan penggunaannya. Sebagai warga negara yang baik, bukankah menaati peraturan dari pemerintah merupakan kompensasi yang bagus untuk karirmu di masa depan? Bekerja di bawah bayang-bayang itu enggak bagus. Setidaknya dengan adanya skema ini, kamu jadi lebih tenang.

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga!

Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett