Beranda > Gaya Hidup > Cara Terbaik Menumbuhkan Bonding yang Baik dengan Anak Adopsi

Cara Terbaik Menumbuhkan Bonding yang Baik dengan Anak Adopsi

ARUNDHATI LEIKAArundhati Leika
Cara Terbaik Menumbuhkan Bonding yang Baik dengan Anak Adopsiwatermark

TUNAIKU.COM – Membesarkan anak adalah tanggung jawab yang penuh, bahkan seumur hidup. Karena itu cara asuh yang responsif dan baik perlu. Cara asuh berpengaruh pada karakter anak dan hubungan orang tua dengan anak. Apa pun sejarah anak, apakah dia anak biologis ataupun anak adopsi, kamu sebagai orang tua harus berperan penuh dalam tumbuh kembangnya sebagai individu.

 

Dalam praktiknya, membesarkan anak yang diadopsi memiliki tantangan tersendiri. Terutama ketika anak sudah nggak bayi lagi. Karena itu kamu perlu mengetahui beberapa cara untuk mendekatkan diri dengan anak.

 

Artikel Terkait: Membesarkan Anak dengan Kasih Sayang

  1. 6 Jurus Ampuh Hadapi Komentar Negatif soal Anak yang Sering Terdengar
  2. Pola Asuh yang Tepat untuk Si Anak Tengah
  3. Cara Terbaik Kenalkan si Adik Kepada Anak Sulung

 

1. Selalu hadir untuk anak

Kehadiran orang tua sangat penting bagi anak. Biarkan anak tahu bahwa kamu bakal selalu ada di sampingnya untuk menumbuhkan rasa aman. Tunjukkan respons saat anak menangis, berteriak, atau memanggilmu. Berapapun usia anak saat diadopsi, berikan tanggapan dalam 15 detik, baik secara verbal maupun fisik. Anak perlu mengetahui bahwa kamu akan selalu bila dia membutuhkanmu.

 

2. Memberikan dukungan emosional

Tunjukkan kepada anak bahwa kamu juga memiliki emosi. Tersenyumlah ketika kamu mengajaknya mengobrol, atau tunjukkan rasa senang ketika dia melakukan sesuatu yang lucu. Ketika kamu sedih, jangan ragu untuk menunjukkan atau membahas kesedihan itu. Dengan berkaca pada dirimu, anak akan pelan-pelan mempelajari emosi dan perasaannya sendiri.

 

3. Membuat kontak mata

Kontak mata dapat membangun koneksi antara kamu dan anak. Ketika mengobrol, lakukan kontak mata. Bila anak enggan atau menolak, jangan menyerah. Kamu bisa mengajaknya bermain “cilukbaaa!” untuk membuatnya lebih santai. Namun, perhatikan juga usia anak. Bila anak sudah besar, tentu kamu membutuhkan pendekatan yang lain.

 

4. Hadapi perilaku anak, walau sulit

Terkadang anak bisa bersikap sangat sulit. Mereka bisa mengamuk dan menangis tanpa alasan. Jangan buru-buru kesal dan meninggalkan anak begitu saja. Sadari bahwa sikap tersebut adalah usaha anak untuk selalu dekat dengannya. Perilaku ini akan berkurang dengan sendirinya ketika anak belajar untuk mengungkapkan maksud dan perasaan dengan lebih baik. Upaya terbaik yang kamu lakukan adalah meresponsnya dengan positif.

 

5. Tunjukkan kasih sayang lewat gestur dan perkataan

Menunjukkan kasih sayang sangat penting saat merawat dan membesarkan anak. Kamu bisa menggendong, menepuk, atau menggenggam tangannya. Gestur memeluk atau mencium pipi juga termasuk, bila anak nyaman dengan hal itu. Ungkan kasih sayang lewat fisik ini bisa kamu sesuaikan dengan usia dan bagaimana anak meresponsnya. Selain itu, tunjukkan kepedulianmu dengan kata-kata yang baik dan nada mengasihi. Biarkan anak tahu bahwa kamu mencintainya.

 

6. Jangan baper sama anak

Anak yang diadopsi datang dengan berbagai kondisi. Bila nggak bayi lagi, biasanya mereka sudah bisa mengungkapkan emosi dengan kata-kata. Bisa saja anak berkata membenci kamu atau mengatakan kamu jahat. Jangan buru-buru baper. Bisa jadi anak sedang beradaptasi. Sebenarnya mereka bukan mau menolak kehadiran dan kasih sayangmu dan pasangan. Bisa jadi mereka sedang takut, marah, atau bingung. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sabar menghadapi anak dan membina dia sampai kematangan emosionalnya berkembang.

 

Artikel Terkait: Tips Menghabiskan Waktu dengan Anak

  1. 7 Tempat Bermain Seru di Surabaya, Yuk Habiskan Waktu Akhir Pekan Bersama Anak
  2. 7 Ide Staycation Bersama Anak di Akhir Pekan, Murah dan Bikin Makin Kompak!
  3. 5 Referensi Taman Bermain Anak yang Fun dan Seru di Jakarta

 

7. Membuat kegiatan rutin

Bila anak tahu rutinitasnya, dia nggak bakal terlalu stres. Rutinitas memberikan rasa aman dan kepastian, serta mengurangi kegelisahan menebak-nebak. Misalnya, jadwal tidur siang dan membaca dongeng menjelang tidur. Begitu juga ketika anak harus masuk day care atau memulai taman kanak-kanak. Aktivitas yang bisa mereka prediksi menumbuhkan rasa percaya diri anak. Karena itu dia harus terbiasa dengan bimbingan kamu.

 

Itulah beberapa cara untuk membangun kedekatan dengan anak. Semoga membantu, ya!

 

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga! Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.

 

1

Mobile Site CTA

Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett