SWARA – Memutuskan berinvestasi adalah sebuah langkah tepat untuk mengamankan  finansial di masa depan. Orang-orang menginginkan masa pensiun yang tenang dengan memiliki banyak tabungan dan hasil investasi. Oleh karena itu, berinvestasi sejak dini penting dilakukan. 

Beberapa investasi yang cocok untuk pemula di antaranya berinvestasi logam mulia, reksadana, tabungan berjangka, dan deposito. Investasi-investasi itu cocok untuk investor pemula yang sudah mampu menyisihkan uang minimal Rp1 juta setiap bulannya. 

Nah, di antara instrumen investasi yang cocok untuk pemula ini, yang paling aman dan mudah mendapatkan keuntungan adalah berinvestasi logam mulia. Agar kamu untung dan mahir dalam berinvestasi logam mulia dengan anggaran Rp1 juta per bulan, kamu bisa pahami seluk beluknya di bawah ini.

1. Jenis-jenis logam mulia yang bisa diinvestasikan

Jika biasanya emas menjadi logam mulia yang paling populer untuk diinvestasikan, ternyata ada logam mulia lain yang juga bernilai untuk diinvestasikan lho. Selain emas ada juga perak yang digunakan sebagai bahan pembuat perhiasan dan juga bisa diinvestasikan. 

Selain perak juga ada palladium dan platinum. Kedua logam mulia ini juga merupakan bahan pembuat perhiasan yang memiliki ciri khas warna berkilau dan nggak mudah berkarat. Namun palladium dan platinum cukup sulit untuk diinvestasikan karena sulit mendapatkannya dan sulit dijual jika sewaktu-waktu membutuhkan uang, sehingga yang paling mudah untuk diinvestasikan bagi pemula adalah emas dan perak.

 

Artikel terkait: Tips berinvestasi logam mulia
1. 5 Cara Mudah Investasi Emas Antam, Ikuti Langkahnya!
2. Mau Berinvestasi? Coba Deh Investasi Logam Mulia Seperti Patgouw!
3. Tahun 2020, Tips Cerdas Investasi Emas untuk Milenial

 

2. Perhitungan keuntungan emas

Jika berinvestasi emas dengan uang Rp1 juta per bulan maka kamu bisa menghitungnya dengan melihat harga emas setiap hari karena harganya berubah dari hari ke hari. Sebagai gambaran per tanggal 10 Maret 2020 harga emas Antam adalah Rp793.000/gram sehingga jika kamu memiliki anggaran Rp1 juta maka setiap bulan kamu akan mendapatkan emas sebanyak 1 gram dan masih ada sisa uang sebesar Rp207.000. Tentu sisa uang ini akan berubah setiap bulan karena harga emas yang berubah-ubah. Di tahun 2018 hingga awal 2020 emas mengalami kenaikan sebesar Rp150 ribu sehingga potensi keuntungannya adalah Rp150.000 x 12 gram (12 bulan) = Rp1.800.000.

 

3. Perhitungan keuntungan perak

Perak memiliki nilai yang lebih fluktuatif dibandingkan emas. Harga perak cenderung kurang stabil. Harga perak per 10 Maret 2020 adalah Rp770.000/50 gram sehingga jika kamu ingin berinvestasi perak dengan dana Rp1 juta/bulan, kamu tiap bulan masih memiliki sisa dana sekitar Rp230.000, dan dalam 1 tahun kamu akan memiliki perak sebanyak 600 gram.

Harga perak mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per gramnya selama 2 tahun sehingga Rp1.000 x 600 gram = Rp600.000. Jadi emas lebih menguntungkan karena memiliki keuntungan sebesar Rp1.800.000 dibanding perak yang hanya Rp600.000.

4. Kelebihan dan kekurangan investasi logam mulia

Berinvestasi logam mulia selain mudah mendapatkan keuntungan juga ada kelebihan lainnya lho, di antaranya.

  • Mudah dicairkan
  • Bebas pajak
  • Melindungi kekayaan karena nggak mudah terkena inflasi

Namun investasi logam mulia juga memiliki kekurangan, di antaranya.

  • Risiko kehilangan karena perampokan
  • Dampak ke perekonomian masyarakat rendah karena kekayaan yang dimiliki nggak berputar ke masyarakat
  • Harga cenderung melemah jika ekonomi negara stabil

 

Artikel terkait: Investasi bagi pemula
1. 6 Tips Siap Berinvestasi Saham Bagi Pemula
2. Investor Pemula Mau Cepat Kaya? Lirik Investasi Ini yang Meningkat Setiap Tahun
3. 4 Cara Mudah Investasi Saham Online untuk Para Investor Pemula

 

5. Tips sukses berinvestasi logam mulia

Agar kamu sukses berinvestasi logam mulia, kamu bisa mengikuti tips-tips ini.

  • Rajin memantau pergerakan harga logam mulia agar bisa melakukan jual beli di harga yang tepat
  • Konsisten melakukan pembelian logam mulia, misal sebulan sekali
  • Memahami pola pergerakan harga logam mulia sesuai dengan kondisi perekonomian negara

Itulah seluk beluk berinvestasi logam mulia dengan bermodalkan Rp1 juta/bulan. Tertarik untuk berinvestasi logam mulia? Yuk, segera berinvestasi agar masa depan lebih terjamin.