SWARA – Startup saat ini dianggap sebagai salah satu hal yang krusial dalam perekonomian Indonesia. Membuka lapangan pekerjaan baru, memberikan pelayanan yang inovatif kepada masyarakat, hingga memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan menjadi beberapa pengaruh startup dalam perekonomi Indonesia.

 

Berinvestasi di startup nggak mudah karena memiliki risiko cukup tinggi sebagai instrumen investasi. Jika berhasil akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi investor. Namun, jika gagal akan rugi banyak. Lihat saja unicorn yang ada di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Gojek, mereka sukses sebagai startup yang mengenalkan sistem pelayanan baru kepada konsumen sehingga bisa melejit menjadi sebuah perusahaan besar yang menguntungkan investor. Nggak ada salahnya kamu menginvestasikan uang di sebuah startup, tetapi kamu perlu tahu plus minusnya berinvestasi di startup. Mau tahu apa saja plus minusnya? Yuk, simak!

 

1. Tentukan startup yang baru atau yang sudah mapan untuk berinvestasi

Tentu saja berinvestasi di startup akan mendapatkan risiko yang besar. Namun, nggak ada salahnya kamu untuk berinvestasi ke startup yang masih kecil. Soalnya, jika startup itu berhasil kamu akan mendapatkan keuntungan luar biasa. Lain halnya jika kamu berinvestasi ke sebuah startup yang sudah mapan, risiko untuk mendapat kerugian lebih kecil. Hanya saja, kamu harus menyiapkan dana lebih banyak untuk membiayai startup yang sudah mapan ini.

 

Artikel Terkait: Tips Mendapatkan Investor untuk Startup

  1. 5 Tips Mendapatkan Investor Bagi Kamu yang Ingin Membangun Startup
  2. Tiru Kiat Jitu Mudah Dapatkan Investor untuk Kembangkan Bisnis Startup
  3. Bikin Startup, Ini Tips Dapat Suntikan Dana dari Angel Investor!

 

2. Berinvestasi di startup bisa menentukan sikapmu sebagai investor   

Pilihan untuk berinvestasi di startup yang sudah mapan atau masih baru pada akhirnya akan ditentukan oleh sikap dari investor. Pilihannya ada dua, apakah kamu adalah investor yang nggak hanya mencari keuntungan saja, tetapi juga ingin membantu startup untuk membangun ekosistem yang baik agar nantinya bisa bersaing dengan startup lain. Atau, kamu lebih memilih berinvestasi di startup mapan yang hanya fokus untuk mencari keuntungan saja?

 

3. Investor perlu mengetahui ekosistem startup

Berinvestasi di startup nggak hanya tinggal menggelontorkan sejumlah dana dan kemudian dipakai oleh startup. Namun, sebagai investor yang baik kamu perlu tahu bagaimana ekosistem di startup itu sendiri. Kamu wajib mengetahui seperti apa produk atau jasa yang ditawarkan, siapa pendiri atau jajaran pimpinan startup-nya, hingga bagaimana budaya pekerjaan yang diberikan kepada karyawannya. Dari hal-hal ini kamu bisa menentukan apakah startup yang akan kamu danai memang benar-benar bisa menjadi startup jangka panjang dan memberikan keuntungan bagi kamu.

 

4. Diperlukan ilmu dasar investasi yang kuat

Bagi kamu yang akan berinvestasi di startup, tentu harus memiliki ilmu-ilmu investasi dan sikap untuk selalu terbuka dalam hal-hal baru yang akan ditemui. Pembelajaran ini bisa dilakukan dengan cara mencari platform investasi yang akan memberikan kamu berbagai informasi mengenai startup yang membutuhkan investor. Kamu bisa memanfaatkan koneksi pribadi untuk memberikan dana kepadanya sebagai investor agar risiko yang didapat lebih sedikit. Satu lagi cara ampuh mengetahui seluk beluk startup adalah terjun langsung untuk mengetahui bagaimana startup yang ingin kamu danai itu bekerja.

 

Artikel Terkait: Tips Mengelola Startup

  1. Tips Jitu Sukses Kelola Startup
  2. 5 Buku Tentang Bisnis Startup Pilihan Pengusaha Startup
  3. Ini 4 Startup Sukses Asal Surabaya yang Bisa Jadi Inspirasimu

 

5. Ketahui kebijakan pembatasan investasi di startup

Startup yang memiliki kinerja baik akan lebih disukai investor meskipun saat ini belum sukses. Pada akhirnya investor akan menggelontorkan dana untuk startup yang sudah sukses saja karena risiko yang didapat saat menginvestasikan uang ke startup baru yang memiliki kinerja buruk sangat tinggi. Oleh karena itu, di Amerika Serikat saat ini pemerintah membatasi jumlah uang yang dapat diinvestasikan ke startup sesuai dengan jumlah kekayaan investor. Bagi investor pemula yang hanya memiliki dana yang sedikit bisa memanfaatkan crowdfunding untuk berinvestasi bersama dengan orang-orang yang ada di platform tersebut karena perusahaan diperbolehkan mendapatkan dana dari crowdfunding.

 

Itulah seluk beluk dan plus minusnya jika kamu berinvestasi di startup. Startup bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang menjanjikan bagi para investor selain instrumen umum yang sudah ada. Pada akhirnya, akan kembali kepada investor apakah memutuskan mengambil risiko atau main aman dalam berinvestasi.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya. Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!

 

    PAULUS RISANG