SWARA – Dewasa ini, hobi bercocok tanam nggak hanya diminati oleh petani. Pegawai kantoran bahkan orang awam tertarik memanfaatkan lahan seadanya mereka untuk ditanami aneka tanaman. Bahkan, saat ini banyak yang sudah mencoba metode tanam yang nggak umum. Metode itu adalah metode penanaman hidroponik.

 

 

Artikel Terkait: Tanaman yang Bisa Kamu Tanam di Rumah

  1. Ingin Bangun dengan Tubuh Lebih Segar, Coba Pilih Jenis Tanaman ini di Kamar Tidur!

  2. 10 Jenis Tanaman Hias yang Bisa Kamu Jadikan Sebagai Pemanis di Lingkungan Rumah!

  3. Percantik Rumah dengan Menanam 5 Tanaman Merambat ini

 

Hidroponik merupakan metode penanaman tanaman tanpa media tanah. Sebagai gantinya, metode ini menggunakan air atau larutan mineral bernutrisi. Meskipun tergolong memerlukan biaya lebih, metode ini tetap diminati. Hal ini karena pada akhirnya metode tanam ini lebih hemat air bila dibandingkan dengan metode tanah yang setiap hari juga harus disiram. Selain itu, metode ini juga hemat lahan, semua bagian sayur bisa dimakan (termasuk akar), ramah lingkungan, lebih cepat tumbuh, dan lain sebagainya.

 

Bagaimana, kamu tertarik untuk menanam hidroponik? Jika ya, kamu perlu mempelajari tahapan pembuatannya. 

 

1. Siapkan alat dan bahan

Langkah pertama yang harus kamu lakukan tentu saja mempersiapkan alat dan bahan. Adapun beberapa peralatan yang harus kamu sediakan antara lain pipa paralon, penyambung paralon, penutup paralon, gelas plastik bekas, selang, gergaji, pompa aquarium, alat solder, alat bor, air, spons, dan biji tanaman hidroponik. 

 

2. Lubangi pipa paralon

Setelah semua alat dan bahan siap, langkah selanjutnya adalah melubangi pipa paralon. Dalam langkah ini kamu bisa menggunakan bor untuk melubangi pipa sesuai kebutuhan. Untuk ukuran dan jumlahnya, tentu saja kamu harus menyesuaikan dengan besaran gelas plastik bekas yang sudah kamu sediakan, ya. Jangan lupa untuk menyediakan jarak sekitar 20cm antarlubang.

 

Selanjutnya, sambung paralon-paralon yang sudah kamu lubangi dengan penyambung pipa. Jangan lupa, pada ujung paralon untuk ditutup dengan penutup paralon. 

 

3. Lubangi gelas plastik

Selain pipa paralon, peralatan yang harus kamu lubangi adalah gelas plastik bekas. Untuk ini kamu bisa menggunakan solder. Namun, kalau solder pun nggak ada sebenarnya kamu bisa menggunakan gunting atau pisau. Jika sudah dilubangi semua, kamu tinggal meletakkan gelas tadi pada lubang paralon yang sudah disediakan. Sisakan satu lubang paralon untuk menyuntikkan nutrisi, ya.

 

4. Pasangi pompa air

Jika menanam hidroponik dengan sistem drip system, kamu harus mengaliri air layaknya sistem irigasi. Kamu bisa menggunakan selang atau pompa air untuk mengaliri tanaman. Namun, jika kamu menggunakan teknik sumbu kamu nggak memerlukan pompa air untuk mengaliri. 

 

Oh ya, pompa ini nggak perlu dinyalakan setiap waktu. Kamu hanya memerlukannya di pagi hari saja. Pastikan debit air nggak penuh karena bukannya membuat subur, hal ini akan melayukan tanaman.

 

5. Letakkan bibit tanaman

Potong spons seukuran gelas hidroponik. Selanjutnya, letakkan bibit tanaman di atasnya. Akhirnya, letakkan spons berisi tanaman ini di dalam gelas.

 

Artikel Terkait: Suka Bercocok-Tanam? Baca Ini!

  1. Maksimalkan Hobi Bercocok Tanammu dengan ‘Bertani’ di Rumah
  2. 5 Jenis Tanaman Rumah yang Bermanfaat Bahkan Bisa Dijadikan Bisnis
  3. Kenapa Sebaiknya Alokasikan Dana untuk Urban Farming di Rumah?

 

6. Beri larutan nutrisi

Agar tanamanmu tumbuh subur, beri juga larutan nutrisi. Larutan ini bisa kamu beli, bisa juga kamu buat sendiri. Jika memilih membuat sendiri, kamu bisa membuatnya menggunakan kotoran hewan, dedaunan, gula merah, bekatul, gula merah, bioaktivator, dan air. 

 

7. Lekas tanam sayuranmu

Nggak semua tanaman bisa tumbuh subur bila ditanam dengan metode hidroponik. Umumnya, sayuran dan buah adalah tanaman yang akan cocok bila ditanam dengan metode ini. Ada pun untuk sayur yang bisa kamu tanam antara lain bayam, buncis, sawi hijau, selada hijau, kailan, pare, pokcoy, dan stroberi.

 

Itu dia langkah-langkah dalam penanaman hidroponik. Bagaimana, tertarik mencoba?