SWARA – Saat akhir bulan tiba, kamu baru menyadari kalau pengeluaran sudah jauh melebihi bujet. Tandanya, nggak ada lagi duit yang tersisa di dompet, padahal masih banyak kebutuhan harian yang belum terbeli. Duh, jadi bingung dapat duit dari mana, kan?
Saya menyadari kalau mengontrol keuangan sama sekali nggak mudah. Apalagi kalau kamu punya uang tunai, kartu kredit, dan debit sekaligus. Jadi, sering belanja tanpa menyadari kalau sudah out of the budget, kan?
Agar nggak berlarut-larut, simak dulu tips keuangan dari Womenweekly.com, bagaimana membaca “tanda” kalau pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan. Jadi, kamu tahu kapan saatnya harus foya-foya dan kapan harus berhemat.
Artikel Terkait: Tips Awet dalam Suatu Hubungan
- 10 Hal Kecil dan Sederhana untuk Mempererat Masa Awal pernikahanmu
- Tinggalkan Hal Berikut Ini untuk Hubungan yang Lebih Berkualitas
- 7 Tips Pernikahan Awet dan Bahagia Bagi Para Pasangan Baru Menikah
1. Sulit bayar kebutuhan bulanan
Sudah sewajarnya kalau kamu menyiapkan bujet untuk bayar listrik dan biaya makan. Bahkan, ada yang sengaja menabung beberapa bulan agar kebutuhan primer ini selalu tercukupi. Namun, kamu merasa ada yang berbeda dalam keuangan rumah tanggamu. Kenapa ya rasanya berat banget untuk memenuhi kebutuhan primer, apalagi buat menabung?
Kondisi ini adalah sebuah tanda kalau pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Sampai-sampai nggak bisa menyisihkan sedikit uang untuk ditabung. Mulai dari detik ini, fokuskan untuk menabung. Saat akan belanja, tanyakan pada diri sendiri, kamu butuh atau pengin? Kamu akan tahu prioritas kebutuhan dari pertanyaan ini.
2. Belanja online gila-gilaan
Saya punya satu pengalaman nggak menyenangkan dengan belanja online. Karena kemudahan pembayaran dengan kartu kredit, saya pun membeli barang lebih dari bujet. Pada saat e-billing dikirim, saya hanya bisa mencengkeram dompet kuat-kuat. Duh, harus mengikhlaskan separuh gaji buat bayar kartu kredit!
Jangan lagi tergoda dengan promo atau rewards yang terkesan menggiurkan. Mulai sekarang, yuk, biasakan belanja dengan uang tunai. Kalau perlu, masukan kartu kredit di dalam freezer saja selama beberapa bulan!
3. Mengeluarkan duit untuk hangout
Selesai kerja, kamu sering diajak hangout oleh teman kantor ke kafe fancy atau resto mewah. Kebiasaan seperti ini yang bikin pengeluaran membengkak. Nggak ada salahnya untuk hangout dengan teman. Namun, kalau terlalu sering bisa membahayakan keuangan. Akhirnya, kamu pun harus mengeluarkan bujet untuk bersama dengan orang lain.
Jika resto yang diincar nggak sesuai bujet, kamu bisa mengatakan pada temanmu. Siapa tahu mereka mau memilih tempat yang lebih terjangkau?
4. Separuh gaji untuk bayar utang
Film keuangan favorit saya adalah “Confession of Shopaholic”. Bercerita tentang perjuangan seorang jurnalis yang ingin bebas dari lilitan utang kartu kredit. Saking banyaknya, gaji bulanannya nggak cukup buat bayar utang, lho!
Kalau kamu sampai memakai separuh gaji buat bayar utang, tandanya keuangan sedang berada di kondisi gawat. Kamu sudah mengeluarkan uang lebih dari yang seharusnya. Coba tarik napas dalam-dalam dan segara cek bon pengeluaran. Cek satu-satu, apakah ada kebutuhan yang bisa kamu pangkas bulan depan?
Artikel Terkait: Bebas dari Utang
- Hati-hati, Jangan Sampai Terjebak dalam 4 Jenis Utang ini!
- Terungkap, 5 Rahasia Bebas Hutang, Contek dan Buktikan Sendiri!
- 5 Tips Kelola Utang Agar Keuangan Aman dan Tetap Terjaga
5. Temanmu lebih “kaya”
Meski punya gaji yang sama, kamu dan temanmu punya kehidupan yang berbeda. Dia dan suami lebih sering liburan bareng, bisa membeli apa yang nggak bisa kamu beli, dan punya aset di banyak tempat! Kondisi ini adalah peringatan terakhir kalau kamu sudah kelewatan dalam mengeluarkan uang.
Agar nggak berlarut-larut, kamu bisa mendatangi agen keuangan untuk konsultasi. Kamu bisa meminta solusi bagaimana tetap bisa menabung, meski punya banyak utang di mana-mana. Ingat, kamu juga butuh simpanan untuk masa pensiun, bukan?
6. Sering senam jantung karena cicilan mobil
Ini dia derita orang dengan bujet sekelas Avanza, tetapi malah membeli mobil Fortuner. Kamu bakalan senam jantung tiap bulan karena besarnya cicilan mobil. Bisa-bisa seluruh gaji malah dialokasikan untuk membayar cicilan mobil lagi?
Sebelum memilih mobil, pastikan kalau besarnya cicilan nggak lebih dari 10 persen dari gaji. Jika mematuhi perhitungan ini, gaji bulanan akan tetap aman. Kalau gaji nggak cukup, nggak perlu maksa beli mobil mewah. Kalau perlu, kamu bisa beralih ke moda transportasi umum daripada punya mobil pribadi.
Setelah mengetahui 6 tanda ini, kamu harus segera memperbaiki kebiasaan. Jangan sampai deh uang menjadi sumber masalah kehidupan. Kamu harus ada komitmen untuk menghemat dan menabung. Lebih bagus lagi, kalau ada komitmen investasi!