SWARA – Setiap orang yang mendengar nama ibukota “Jakarta”, pasti langsung bilang “waduh pasti macet banget ya”. Saya sendiri mengalami percakapan ini dengan orang-orang luar Jakarta saat mereka tahu saya tinggal dan bekerja di ibukota. Ya nggak perlu defensif, karena kenyataannya memang begitu.

 

Di Indonesia, Jakarta memang rajanya macet. Kota lain seperti Denpasar, Surabaya, dan bahkan Yogyakarta pun sudah dilanda kemacetan. Berjam-jam di jalan raya dengan kondisi mesin yang terus menyala tentu bakal memberi pengaruh terhadap kesehatan kendaraan, terutama pada bagian vital roda, ya, ban mobil kuat wajib dimiliki.

 

Artikel Terkait: Memelihara mobil agar selalu prima.

  1. 5 Tips Mudah Merawat Cat Mobil Agar Lebih Awet dan Tetap Kinclong
  2. 7 Alasan Penting untuk Mempunyai Kamera Dashboard Mobil
  3. Semua Hal tentang Asuransi untuk Mobil Bekas yang Wajib Kamu Tahu

 

Selain mesin, ban mobil merupakan salah satu elemen penting lainnya. Nah berikut ada lima cara yang bisa kamu lakukan supaya ban mobil kuat dan sehat saat menghadapi macet. Simak yuk!

 

1. Cek jumlah oli mesin

Terkait oli mesin, kamu harus selalu memastikan jumlahnya berada dalam batas toleransi. Dengan kata lain ada di antara batas upper dan lower. Hal ini  penting sebab pasokan udara segar yang terbatas di ruang mesin bisa meningkatkan penguapan oli mesin. Apalagi kalau kamu sedang terjebak macet, hal ini kemungkinan besar bakal terjadi. Bila kamu menggunakan dipstick, kamu kudu memeriksa atau mengganti oli mesin setiap 2-3 minggu sekali agar mobil kamu bisa berfungsi secara maksimal.

 

2. Pastikan air aki dalam kondisi prima

Biasanya mesin mobil masuk dalam kondisi idle saat terjebak macet. Karena itu selalu pastikan air aki dalam kondisi prima. Apalagi dengan bekerja electric fan dan blower AC yang seringkali menyedot pasokan listrik dalam aki. Jadi selalu pastikan kondisi alternator mobilmu dalam kondisi baik. Selain itu, kamu juga wajib memantai ketinggian air aki. Terutama, karena suhu di ruang kabin bisa meningkatkan level penguapan.

3. Filter udara harus bersih

Filter atau saringan udara sering kotor karena penurunan kualitas oli serta konsumsi bahan bakar minyak. Belum lagi bila kamu sering melewati wilayah yang berdebu. Kamu jadi harus ekstra rajin untuk membersihkan bagian ini. Intinya jangan bergantung sama montir atau tukang servis. Kamu bisa kok memeriksanya sendiri. Tanda-tanda saringan udara harus dibersihkan adalah ketika sudah tampak menghitam.

 

4. Periksa cooling system

Cooling system atau sistem pendingin mobil adalah hal berikut yang harus kamu perhatikan. Selalu periksa jumlah air radiator di reservoir tank, serta pastikan kisi-kisi kondensor AC dan radiator selalu bersih dan dalam fungsi baik. Hal ini nggak boleh kamu anggap enteng lho. Soalnya, kalau kamu abai, bisa-bisa kinerja kendaraan terganggu secara keseluruhan. Cooling system yang rusak bisa menyebabkan terganggunya proses pelepasan panas. Kamu bisa nggak nyaman saat berkendara. Ditambah macet, bakal semakin repot deh.

 

5. Busi bersih

Pada saat macet, komponen pemantik mesin sering dipengaruhi oleh rendahnya putaran mesin. Dalam kondisi ini, pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, karbon pun menumpuk di sekitar busi. Nah supaya mesin pun selalu terjaga, usahakan untuk membersihkan busi dua minggu sekali. Kamu bisa memilih waktu pagi hari atau saat weekend pagi sebelum bersantai bersama keluarga. Jangan lupa mengganti bila elektroda busi sudah bulat.

 

Artikel Terkait: Bermain media sosial dengan cerdas.

  1. Hindari Akun Instagram Palsu Agar Tidak Tertipu, Ini Cara Mengeceknya
  2. Ini Cara Tepat Memulihkan dan Mengatasi Facebook atau Email yang Terkena Spam
  3. Alasan Penting Rutin Bersihkan Cache-Cookies di Gawai Android Plus Cara untuk Membersihkannya

 

Itulah lima hal yang perlu kamu lakukan agar ban mobil kuat dan mesin mobil selalu berfungsi optimal. Jangan sampai mobilitas kamu terganggu karena mobil mogok. Apalagi kalau sampai terjadi di tengah-tengah kemacetan, yang ada pengguna jalan bakal mengomeli kamu tuh. Sudah tahu sendiri kan kelakuan menggemaskan pengendara di Jakarta?