SWARA DARI AMAR BANK – Kamu sedang mencari tips bagaimana memulihkan kembali kondisi keuangan pasca liburan? Baca artikel ini.
Menabung untuk liburan memang menyenangkan, apalagi jika sudah merencanakan jauh-jauh hari, seperti untuk liburan Imlek 2025 atau liburan Isra Miraj 2025. Liburan bersama teman atau keluarga tentu menjadi pengalaman berharga, bahkan terkadang liburan terasa begitu seru hingga ingin diperpanjang.
Namun, sering kali setelah liburan, kita menyadari bahwa pengeluaran lebih besar dari perkiraan. Entah itu untuk makan di luar, membeli oleh-oleh lebih banyak, atau tergoda mencoba aktivitas tambahan yang sebelumnya tidak direncanakan. Apalagi jika kamu baru saja atau sedang menikmati libur panjang 25-29 Januari, sekarang saatnya kembali fokus mengatur keuangan agar tetap stabil.

Nah, untuk menyiasati keuangan pascaliburan, kamu bisa mencoba 10 tips di bawah ini.
10 Tips untuk menata keuangan pasca liburan
Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba praktikkan.
1. Kurangi Jalan-Jalan ke Tempat yang Bisa Memicu Pengeluaran
Setelah liburan, biasanya masih ada keinginan untuk terus bersantai atau menikmati suasana baru. Namun, jika keuangan mulai menipis, ada baiknya menahan diri untuk tidak terlalu sering keluar rumah, terutama ke tempat-tempat yang bisa memicu pengeluaran, seperti mal, kafe, atau restoran mewah.
Sebagai gantinya, kamu bisa mencari hiburan yang lebih murah, seperti menikmati waktu di rumah dengan menonton film favorit, membaca buku, atau berkumpul dengan keluarga. Jika ingin tetap bertemu teman, cobalah opsi yang lebih hemat, seperti piknik di taman atau nongkrong di rumah.
2. Manfaatkan Promo dan Diskon Saat Berbelanja
Ketika kondisi keuangan sedang ketat, setiap rupiah sangat berarti. Salah satu cara menghemat pengeluaran adalah dengan memanfaatkan promo dan diskon saat belanja kebutuhan sehari-hari.
Saat berbelanja kebutuhan di minimarket, kamu mungkin menemukan label kuning yang berarti promo di rak barang. Selagi mengatur ritme keuangan hingga gajian, kamu bisa memanfaatkan promo ini untuk meminimalkan pengeluaran dan memulihkan keuangan pasca liburan.
Selain itu, e-commerce juga sering menawarkan cashback atau voucher gratis ongkir yang bisa kamu manfaatkan. Jangan ragu untuk mencari info promo sebelum belanja agar lebih hemat.
3. Belanja di Pasar Tradisional untuk Kebutuhan Harian
Jika biasanya kamu belanja di supermarket, sekarang saatnya mencoba belanja di pasar tradisional. Harga barang di pasar tradisional umumnya lebih murah dibandingkan di supermarket, terutama untuk kebutuhan pokok seperti sayur, buah, dan daging.
Misalnya, untuk satu kilo rambutan, harganya Rp15.000-Rp20.000 di pasar, sementara di supermarket–harganya bisa mencapai dua kali lipatnya. Hanya saja, berbelanja di supermarket tentu lebih nyaman. Namun dengan beralih ke pasar tradisional, kamu bisa menghemat pengeluaran cukup signifikan dalam sebulan.
Baca juga: Solo Traveling: Pengertian, Tips, dan Rekomendasi Tempat
4. Memasak di Rumah, Lebih Hemat dan Sehat
Selama liburan, mungkin kamu sering makan di luar atau mencoba berbagai kuliner khas daerah yang dikunjungi. Sekarang saatnya kembali ke kebiasaan sehat dan hemat dengan memasak sendiri di rumah.
Selain lebih murah, memasak sendiri juga memungkinkan kamu untuk mengontrol bahan makanan yang dikonsumsi, sehingga lebih sehat. Kamu bisa mencari resep sederhana yang sesuai dengan bujet dan bahan yang mudah didapat. Jika tidak terbiasa memasak, mulailah dengan menu sederhana seperti nasi goreng, tumis sayur, atau sup ayam.
5. Bawa Bekal ke Kantor untuk Mengurangi Pengeluaran Makan Siang
Membawa bekal ke kantor bisa menjadi solusi ampuh untuk menghemat pengeluaran harian. Setelah “puas” dengan beragam menu saat liburan, nggak ada salahnya kamu membawa bekal ke kantor. Tidak perlu menu yang rumit, cukup masakan sederhana seperti nasi dengan lauk pauk yang mudah dibuat. Selain membantu menetralkan racun akibat makanan tidak sehat selama liburan, membawa bekal juga lebih hemat.
6. Jangan Sepelekan Uang Receh, Kumpulkan untuk Keperluan Mendesak
Banyak orang sering mengabaikan uang receh, padahal jika dikumpulkan, jumlahnya bisa cukup besar dan berguna dalam situasi mendesak.Tadinya mungkin kamu biasa membiarkan kembalian Rp1.500 atau Rp2.500. Namun, kalau sudah saatnya mengencangkan ikat pinggang, kumpulan receh ini bisa sangat berarti.
Sediakan satu kaleng kecil di kantor dan kamarmu untuk menaruh uang receh tadi. Ketika kondisi keuangan sedang ketat, kumpulan uang receh ini bisa digunakan untuk membeli makanan ringan atau kebutuhan kecil tanpa harus mengganggu anggaran utama.
7. Simpan Uang di Rekening atau Celengan yang Sulit Diakses
Jika kamu sering tergoda untuk mengambil uang dari tabungan, coba gunakan rekening yang tidak memiliki kartu ATM atau menabung di celengan yang sulit dibuka.
Celengan ayam yang terbuat dari tanah liat dan cukup berat bisa kamu pilih untuk kembali menabung. Dengan cara ini, kamu akan lebih berpikir dua kali sebelum menggunakan uang tersebut, sehingga lebih disiplin dalam menabung.
Atau kamu bisa mencoba Brankas dari Amar Bank, tabungan digital dengan proteksi berlapis yang dilengkapi dengan teknologi AI. Kamu bisa menyimpan tabunganmu tanpa khawatir akan menarik saldo secara impulsif karena ada AI yang memastikan kamu memang ingin mencairkan di keadaan yang benar-benar mendesak, tapi tanpa paksaan dari pihak mana pun.
8. Kembali ke Rutinitas Kerja atau Freelance untuk Menambah Pemasukan
Jika kamu memiliki pekerjaan sampingan atau freelance, sekarang saatnya kembali aktif untuk menambah pemasukan.
Pekerjaan sampingan seperti desain grafis, menulis artikel, jualan online, atau menjadi tutor bisa membantu menutup pengeluaran pasca liburan. Jika belum punya side job, coba cari peluang pekerjaan sampingan yang sesuai dengan keahlianmu.
Baca juga: 7 Website Freelance Desain untuk Jual Karyamu serta Tipsnya!
9. Buat Catatan Pengeluaran dan Evaluasi Keuangan
Sebelum berangkat berlibur, buat catatan rencana pengeluaran kamu selama di sana. Sekalipun akhirnya pengeluaran membengkak, kamu bisa menelusuri kebocoran pengeluaran.
Setelah liburan, kembalilah ke catatan rutin keuanganmu tiap bulan. Atur lagi prioritas bulan-bulan ke depan dan usahakan kamu disiplin dengan rencana ini agar tidak sampai deifisit lalu pinjam uang ke orang tua.
10. Jaga Kesehatan Agar Tidak Perlu Keluar Biaya Tambahan
Habis libur terbitlah sakit adalah prinsip yang nggak boleh kamu anut. Jaga kesehatan supaya kamu tetap bisa beraktivitas maksimal lagi setelah pulang berlibur. Bukan cuma mengganggu kegiatan dan agenda kerja, kamu juga mesti menyediakan bujet tambahan untuk berobat.
Pastikan kamu menjaga pola makan sehat, cukup istirahat, dan tetap berolahraga ringan agar tubuh tetap bugar. Selain itu, jika kamu merasa kurang fit setelah liburan, cobalah konsumsi vitamin atau makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Baca juga: 8 Alasan Pentingnya Dana Darurat untuk Kesehatan
Butuh Dana Tambahan Setelah Liburan? Tunaiku Bisa Jadi Solusi!
Jika setelah menerapkan tips di atas kamu masih membutuhkan dana tambahan, Tunaiku bisa menjadi solusi yang tepat.
Tunaiku menawarkan pinjaman dari 2-30 juta yang dapat diangsur mulai 6-30 bulan, tanpa agunan dan tanpa kartu kredit. Dengan proses yang cepat dan mudah, kamu bisa mendapatkan pinjaman sesuai kebutuhanmu.
Jangan biarkan keuangan berantakan setelah liburan. Yuk, segera atur kembali finansialmu agar tetap stabil dan siap menyambut tantangan baru di tahun 2025!
Itulah 10 tips mengelola keuangan pasca liburan. Yuk, atur kembali kondisi keuanganmu sekarang!