Pesta pernikahan mungkin jadi pesta terbesar yang kamu miliki di seumur hidup, jadi enggak ada salahnya kalau kamu mau total di pesta ini. Hal paling penting untuk diperhatikan yaitu, seberapa banyak biaya nikah yang kamu miliki dan harus kamu siapkan? Baik untuk pesta pernikahan sederhana, atau pesta besar-besaran, kamu bisa melakukannya.

 

Selain memikirkan soal biaya nikah, kehidupan rumah tangga yang dijalani setelah pesta pernikahan tentu menjadi perhatian yang seharusnya. Tentu saja, menjalani kehidupan rumah tangga bukan hal yang mudah, apalagi murah. Apalagi jika kamu memutuskan untuk punya anak, biaya hidup yang dibutuhkan akan semakin banyak.

 

Oleh karena itu, sejak merencanakan pernikahan, kamu dan pasangan harus punya rencana anggaran yang matang. Jangan sampai jor-joran di pesta pernikahan mewah, tapi setelahnya kamu kesulitan mengatur keuangan. Lebih parah lagi, malah menumpuk utang.

 

Bukan berarti kamu harus sangat irit dalam menyusun biaya nikah, dan terancam tidak bisa mendapatkan pesta pernikahan yang diinginkan. Di sinilah letak pentingnya budgeting, sehingga biaya nikah yang dikeluarkan sesuai dengan kemampuanmu.

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merencanakan Biaya Nikah

 

Dengan mengatur biaya nikah, maka kalian bisa merencanakan pesta pernikahan yang diidamkan, tanpa mengorbankan kehidupan setelah pesta pernikahan.

 

Untuk kamu pasangan baru, setidaknya ada tujuh hal yang harus kamu perhatikan dalam merencanakan budget pernikahan, seperti disadur dari Brides.com.

 

1. Siapa yang akan membayar?

 

Dalam merencanakan pesta pernikahan, tentunya banyak bagian yang harus dipenuhi. Seperti biaya gedung, catering, dokumentasi, pakaian, dan kebutuhan pernikahan secara adat. Bukan jumlah yang sedikit, sehingga kamu bisa mengajak pasangan untuk berdiskusi siapa yang akan membayar apa.

 

Kalau kalian memutuskan untuk membayar terpisah, pastikan hal ini sudah jelas sejak awal. Misalnya, kamu bertanggung jawab untuk catering, pasangan membayar untuk gedung. Jadi, kamu bisa fokus menabung sesuai yang dibutuhkan.

 

Begitu juga dengan pengaruh keluarga. Enggak bisa dipungkiri kalau pesta pernikahan di Indonesia turut mengikutsertakan keluarga. Kamu dan pasangan memegang peran dalam memutuskan sejauh mana keterlibatan keluarga, termasuk jika orangtua ingin membantu meringankan biaya nikah.

 

2. Berapa uang yang kamu miliki?

 

Ketika merencanakan pernikahan, terbukalah dengan pasangan soal tabungan yang kamu miliki. Ajak pasangan untuk ikut terbuka. Setelah mengetahui jumlah uang yang dimiliki, tentunya akan semakin mudah dalam merencanakan pesta pernikahan yang sesuai dengan kemampuan.

 

Begitu juga dengan keluarga, walaupun bantuan dari keluarga bukan kepentingan utama. Kamu bisa memasukkan bantuan dari keluarga ke dalam dana cadangan, jika keluarga berkeinginan untuk membantu.

 

Hindari mengadakan pesta yang berada di luar kemampuan, karena setelah pernikahan ini, pastikan kamu dan pasangan memiliki sisa tabungan sebagai pegangan.

 

Artikel Terkait: Menikah di Era New Normal

  1. Biaya Nikah Saat Pandemi Jauh Lebih Hemat, Begini Caranya
  2. Jadi Tren, Ikuti Tips Berikut untuk Live Streaming Pesta Pernikahanmu
  3. Menikah Hemat Saat Pandemi, Ini Perhitungan yang Harus Kamu Tahu

 

3. Kapan pesta pernikahan akan diadakan?

 

Menentukan tanggal juga berpengaruh pada berapa banyak uang yang harus kamu sisihkan. Jika keadaan belum memungkinkan, enggak perlu mendesak untuk menikah sesegera mungkin. 

 

Kalau kamu dan pasangan butuh waktu untuk menabung lebih lama, kamu bisa menentukan tanggal yang masih jauh. Misalnya setahun dari sekarang, sehingga selama setahun ini, kamu dan pasangan bisa menambah tabungan. 

 

Oleh karena uang mengenal inflasi, kamu juga harus mempertimbangkan kenaikan harga jika merencanakan pernikahan jauh-jauh hari. Siapkan dana darurat dalam daftar biaya nikah, yang salah satu fungsinya untuk mengakali jika terjadi lonjakan harga di waktu yang sudah kamu tentukan.

 

4. Seperti apa konsep pernikahannya?

 

Kamu mungkin punya konsep pernikahan idaman yang sudah kamu impikan sejak kecil. Namun, kadang kala kamu harus berkompromi karena enggak semua konsep idaman bisa diwujudkan. Ajak pasangan untuk berdiskusi memikirkan konsep pernikahan kalian dan sesuaikan dengan kemampuan.

 

Ingat, enggak melulu harus mengadakan pesta mewah agar pesta pernikahan jadi berkesan. Namun, enggak harus sangat berhemat juga dan membuatmu malah tidak menyukai pesta pernikahanmu sendiri.

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

5. Riset dan perhatikan pengeluaran

 

Mempersiapkan pernikahan butuh waktu lama. Biaya nikah yang dikeluarkan bisa bertahap, sehingga seringkali kamu bisa skip dalam mengatur biaya. Salah-salah, malah membuat biaya makin membengkak.

 

Buat laporan yang terbagi ke dalam tiga kolom: estimasi, penyesuaian, harga real. Di tahap awal, kamu bisa memasukkan biaya ke dalam kolom estimasi berdasarkan hasil riset yang kamu lakukan.

 

Lalu, tambahkan harga penyesuaian dan terakhir, masukkan total biaya yang harus kamu bayar. Laporan yang tertata dengan rapi akan memudahkanmu dalam mengatur pernikahan, sekaligus menghindarkan dari stres.

 

Selain itu, jika biaya yang ada di kolom estimasi dirasa terlalu berat, kamu bisa memodifikasi konsep atau mengatur ulang biaya dengan membuang atau mengurangi biaya yang dirasa kurang begitu penting.

 

6. Cash atau credit card?

 

Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan, apakah akan membayar dengan uang tunai atau cicilan? Sebaiknya usahakan untuk membayar dengan uang tunai, untuk menghindari risiko utang menumpuk di kemudian hari.

 

Dilansir dari Brides.com, Farnoosh Torabi, seorang ahlia keuangan menyarankan untuk tidak terlalu banyak memakai kartu kredit atau cicilan.

 

Jika memilih untuk membayar cicilan atau kartu kredit, kamu juga harus punya perencanaan yang jelas sehingga enggak kesulitan saat membayarnya. “Jangan membeli sesuatu yang tidak bisa kamu bayar dalam kurun waktu satu bulan,” jelas Farnoosh Torabi.

 

7. Modifikasi dan berkompromi

 

Setelah menyusun anggaran dan dirasa masih terlalu berat, kamu bisa melakukan modifikasi. Juga lakukan kompromi dengan pasangan dan keluarga agar sesuai dengan kemampuan. Misalnya dengan mengurangi jumlah tamu, mengganti gedung, memanfaatkan koneksi demi harga miring, dan lainnya.

 

Untuk acara penting yang terjadi sekali seumur hidup ini, butuh perencanaan matang dalam menyusun biaya nikah. Jangan sampai, keinginan untuk mengadakan pesta besar tapi kemampuan tidak mendukung, malah membuatmu terlilit utang dan mengancam kehidupan rumah tangga nantinya. So, plan wisely!