SWARA – Di tengah kehidupan yang tidak pasti ini, seringkali kita merasa cemas, khawatir, dan ragu akan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Lalu, tanpa kita sadari, hal itu akan membuat kita terhambat dalam segala aspek kehidupan.

 

Selanjutnya, karena rasa khawatir dan cemas yang terus datang, terkadang kita jadi tidak percaya pada diri sendiri dan merasa tidak mampu ketika mendapat sebuah tantangan baru. Kondisi dan keadaan yang telah disebutkan tadi sering disebut sebagai Panic Attack dan Anxiety.

 

Namun, tahukah kamu bahwa dua hal tersebut adalah dua hal yang memiliki makna berbeda satu sama lain. Kemudian, apa sih perbedaannya? Lalu, bagaimana cara mengenali gejala-gejalanya dan apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi pada kita? Nah, berikut ini ulasan singkatnya yang dirangkum dari berbagai sumber. Yuk, simak!

 

Artikel Terkait: Baca artikel populer di SWARA!

  1. 7 Cara Sederhana Menghadapi Teman yang Mengidap Bipolar Disorder
  2. Ajari Anak Seks Edukasi, Film Dua Garis Biru Jadi Pilihan Belajar yang Tepat!
  3. Hai Girls, Pembalut vs Tampon, Manakah yang Lebih Baik?

 

Panic Attack

Panic Attack seringkali terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh dengan tekanan. Bahkan, serangan panik ini bisa terjadi tanpa ada alasan khusus yang melatarbelakangi. Maka dari itu, terkadang seseorang akan merasa panik namun sekaligus bingung mengapa mereka bisa menjadi panik.

 

Seseorang yang sedang mengalami Panic Attack biasanya akan dikelilingi dengan rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Bahkan ada pula yang merasa dirinya akan mati, kehilangan kontrol dan pikiran, serta gejala lain yang membuat kondisi fisiknya menjadi tidak fit.

 

Beberapa penelitian mengatakan bahwa Panic Attack adalah kombinasi dari kondisi tubuh yang tidak fit dengan faktor lingkungan eksternal yang tidak sedang dalam kondisi baik.

 

Anxiety

Anxiety atau cemas adalah sebuah sistem alarm yang muncul secara alami pada tubuh saat seseorang sedang merasa dalam keadaan terpojok, terancam, dibawah tekanan, ataupun kondisi lain yang membuatnya menjadi tidak nyaman. Hal ini merupakan sesuatu yang normal dan wajar untuk terjadi. Bahkan kondisi cemas bisa membuat kamu bisa lebih berhati-hati, fokus, dan memicu dirimu untuk bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi

 

Gejala dan cara mendeteksi

Apa saja sih gejala yang seringkali muncul? Kalau kamu sedang merasa gelisah, deg-degan, otot tegang, sakit kepala, sulit tidur, pikiran kosong, mudah marah, perut mulas, ataupun tegang serta waswas, maka kamu dipastikan sedang mengalami sebuah kecemasan. Sedangkan, untuk Panic Attack gejalanya adalah jika kamu tiba-tiba merasa hilang kontrol tanpa alasan yang jelas, jantung berdebar kencang, gemetar dan menggigil serta kamu merasa ketakutan tanpa alasan.

 

Kedua hal tersebut bisa diatasi dengan merelaksasi tubuh dengan cara merenung dan berdoa. Selain itu, hiruplah udara segar agar bisa menghilangkan segala penat yang ada di dalam hati dan pikiran. 

 

Artikel Terkait: 5 Tips Terpopuler di SWARA!

  1. 5 Tips Miliki rumah idaman dengan memilih Arsitek yang tepat
  2. Percantik Rumah Anda dengan 5 DIY Taman Mungil Ini!
  3. Sulit Akrab dengan Orang Baru? Ikuti 5 Tips Ini!

 

Nah, itulah tadi beberapa hal yang membedakan Panic Attack dan Anxiety, begitu pula dengan gejala-gejalanya. Jika kamu merasa sedang berada pada fase-fase tersebut, maka kamu disarankan untuk beristirahat, minum air mineral yang cukup, mengatur pola tidur, serta mampu memilih lingkungan yang bisa membawamu ke arah yang lebih baik.

 

Selain itu, kamu juga perlu mengkonsultasikan keluhan tersebut kepada dokter. Dokter akan membantumu dari segi medis, baik itu dengan treatment-treatment tertentu ataupun dengan asupan obat dan vitamin.