Jika kamu punya orang tua yang sudah lansia, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk memilih asuransi khusus lansia. Karena, perawatan kesehatan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

 

Sekali jatuh sakit, tentu biaya yang dikeluarkan akan cukup besar. Apalagi jika orang tuamu sudah masuk ke usia lansia, akan lebih banyak penyakit yang dapat menggerogoti tubuh.

 

Asuransi tentu dapat memberi pertolongan secara finansial ketika jatuh sakit, tetapi bagaimana jika sudah memasuki usia senja? 

 

Tips Memilih Asuransi untuk Orang Tua yang Lansia

 

Memang ada banyak paket asuransi yang bisa disesuaikan dengan usia masing-masing. Nah, jika orang tuamu sudah lansia, ada kok asuransi yang bisa dipilih. Berikut ini tips memilihnya: 

 

1. Fokuslah pada asuransi tradisional tanpa unit link

 

Jika kamu sudah berusia menjelang 70 tahun, kesehatan adalah hal yang utama. Asuransi tradisional akan memberikan nilai pertanggungan yang paling maksimal. 

 

Untuk memilih asuransi lansia, tentu tidak disarankan untuk menggabungkan investasi dan asuransi seperti produk unit link. 

 

Nilai investasi unit link yang dihasilkan mungkin tidak akan besar serta nominal pertanggungan yang diberikan juga tidak maksimal.

 

2. Asuransi jiwa sebagai media untuk perencanaan waris

 

Asuransi juga dapat digunakan sebagai media untuk merencanakan warisan. Ini berguna bagi lansia yang ingin merencanakan warisan dengan efisien dan pasti.

 

Mengapa asuransi dapat digunakan sebagai media perencanaan waris? Karena sifat polis asuransi yang mengikat dan tidak dapat diganggu-gugat. 

 

Siapapun yang tertulis sebagai penerima manfaat, maka uang pertanggungan tidak dapat diganggu dan direbut siapapun dari penerima manfaat yang tertulis di polis. 

 

Hal ini lebih efektif dan efisien dari hanya sekedar surat wasiat dimana harta yang diwariskan masih punya potensi untuk diperebutkan keturunannya. 

 

3. Prinsip kejujuran dan keterbukaan

 

Dalam membeli asuransi, tidak boleh ada riwayat penyakit maupun kebiasaan yang ditutup-tutupi. Prinsip kejujuran dan keterbukaan ini tidak boleh dilupakan hanya demi “menghemat” premi.

 

Jika ada riwayat yang ditutupi, ketika terjadi suatu klaim atas penyakit yang sebelumnya riwayatnya tidak kita buka ke perusahaan asuransi, maka klaim tersebut dapat berpotensi dibatalkan.

 

Prinsip dalam membeli asuransi adalah lebih baik terbuka di awal, meskipun ada potensi asuransi ditolak atau premi mahal.

 

Pentingnya Memulai Asuransi Sejak Dini

 

Memang asuransi sebaiknya dimulai sejak dini. Ketika kita membeli asuransi sejak muda, biaya premi yang dibayarkan tentu tidak semahal ketika kita sudah menginjak usia lanjut.

 

Memilih asuransi lansia tentu tidak mudah. Prinsip dasar perusahaan asuransi adalah semakin besar risiko seseorang mengalami musibah dan penyakit, maka semakin mahal pula preminya.

 

Prinsip ini tentu akan membuat perusahaan asuransi mengenakan biaya yang cukup mahal bagi nasabah lansia, atau bahkan tidak dapat menyediakan asuransi bagi mereka. 

 

Itulah sebabnya, sebelum kita masuk ke pembahasan memilih asuransi lansia, saya ingin mengingatkan kalian yang masih muda agar segera membeli proteksi terhadap kesehatan dan jiwamu sedini mungkin. 

 

Artikel Terkait: Serba-serbi Asuransi Kesehatan

  1. Asuransi Konvensional vs Asuransi Syariah
  2. 5 Cara Memilih Asuransi Anak

 

Skema Asuransi untuk Lansia

 

Kabar baiknya, rata-rata perusahaan asuransi masih dapat menyediakan asuransi kesehatan dan jiwa hingga usia 70 tahun. Tentu ini juga harus disertai dengan riwayat kesehatan yang prima. 

 

Jika ada riwayat penyakit yang lumayan berat tentu memilih asuransi lansia akan menjadi kesulitan tersendiri. 

 

Karena belum tentu ada perusahaan asuransi yang mau menanggung, apalagi jika riwayat penyakitnya penyakit kronis. Perusahaan asuransi hanya akan menanggung perawatan orang yang sehat.

 

Premi dan pertanggungan 

 

Pinjaman Uang Online Aman Terdaftar di OJK

 

Tentu ketika usia sudah menginjak usia lansia, menjelang 70 tahun, jika memutuskan untuk ikut asuransi, maka premi yang dibayar tentu tidak akan murah. 

 

Hal ini dikarenakan risiko tertanggung yang lumayan tinggi sehingga perusahaan asuransi harus menaikan preminya. 

 

Setiap perusahaan asuransi tentu memiliki kebijakan dan produk2 yang berbeda-beda pula baik itu untuk asuransi kesehatan maupun jiwa. 

 

Begitu juga untuk asuransi jiwa. Tentu selain premi yang lebih mahal, nilai tunai atau uang pertanggungan yang didapat tidak akan besar. 

 

Ini dikarenakan waktu pertanggungan yang lebih pendek, sehingga hasil investasi tidak akan bertumbuh banyak.